
sudah 4 hari berlalu dari kedatangan pasukan pangeran ke 9, kerajaan mengadakan pertemuan sebagai rasa senangnya karna pangeran ke 9 berhasil memenangkan pertarungan berdarah itu yg sudah hampir 7 tahun terjadi .
kediaman Shu juga sedang bersiap untuk hadir untuk mengucapkan selamat , ayahandanya sudah rapih begitu juga adik Shuwan Wei (Mingxia) ,juga ibu suri dan nyonya kedua Qin Mei Xing .
Shuwan masih berpenampilan biasa ia tidak ikut karna nyonya kedua Qin khawatir dia akan membuat malu karna bukanlah anak yg diasuh dari kecil di kediaman Shu .
Shuwan tidak merasa kecewa ,ia tidak berniat hadir dari awal dan lebih menyukai menyembah dewa untuk meminta kesehatan untuk sang kakek yg sedang sakit .
di aula semua orang sudah berkumpul dan menikmati acara para bangsawan mulai memberi ucapan selamat begitu juga keluarga menteri Shu .
"Yang Mulia pangeran selamat atas kemenangannya" pangeran ke 9 melihat kalau Shuwan Wei tidak hadir ,ia pun menerima ucapan sang menteri dan keluarga lalu beralih pergi

Ia datang karna berharap Shuwan Wei datang ,melihat wanita yg ia tunggu tidak ada dia menjadi ingat dikehidupan sebelumnya juga Shuwan Wei tidak datang karna dikatakan sedang menjaga kakek (Shulian Wu) yg berada di umur tua nya.
Shuwan Wei segera menghadap sang ayah ,kaisar yg melihat mengerti "karna kalian disini aku akan menyampaikan titah suci yg sudah ku siapkan, pangeran ke 9 Guang Lijun untuk menjadi pemilik kota Ming Yang serta menikah dengan wanita yg ia inginkan" semua orang mengucapkan selamat secara serempak
Guang Li segera menerimanya, permaisuri yg melihat itu tersenyum "Yang Mulia kau ingin menjadi makcomblang untuk pangeran jika di izinkan" raja mengangguk tanpa ragu ,karna Guang Li tidak akan mungkin menolak itu dihadapan semua orang mengingat ia merupakan jendral juga Cheng zhu (penguasa kota)
"pangeran sangat berbakat, kudengar di keluarga menteri Shu terdapat seorang putri yg belajar untuk menjadi sarjana ,kalau tidak salah namanya Shuwan Wei kan ?" menteri Shu segera menunduk "i...itu benar"
"kalau begitu dia saja yg menjadi menantu, dia cukup pintar pasti cocok dengan pangeran kan, bagaimana pangeran ?" Guang Li menunduk melihat itu permaisuri tersenyum senang "bagaimana pangeran ,nona kediaman Shu terdengar sopan melihat putri yg berada di samping menteri juga terlihat cantik"
__ADS_1
menteri Shu segera bersujud "Yang Mulia mohon maaf, Shuwan Wei tidak ikut hadir di acara ini karna menjaga ayah ku ,juga hamba khawatir pangeran akan merasa malu" raja mengerutkan dahinya "malu kenapa ?" para menteri mulai berbisik-bisik mereka jelas tahu asal usul nona Wei ini.
"aku akan menerimanya, terimakasih atas titah suci ayahanda juga permaisuri" permaisuri terbelalak lalu mengangguk "asal pangeran senang" raja menjadi tidak mempertanyakan tentang asal usul Shuwan Wei dan kembali meminta semua orang melanjutkan pesta .
Jing Wu yg mendengar itu mendekati sang pangeran yg menerima titah suci "tuan..." Guang Li segera beranjak "siapkan kuda ,aku akan pergi ke kediaman menteri Shu" Jing Wu mengangguk dan mengikutinya dengan tergesa-gesa .
Shuwan Wei sudah melayani sang kakek ,juga memberi obat karna belum mengantuk ia menyembah dewa di ruangan leluhur menteri ,disana ada banyak nisan para leluhur dan keluarga Shu kecuali sang ibunda yg melahirkan nya .
"dewa, aku tidak menginginkan permintaan pribadi untuk diriku sendiri hanya ingin anda menyembuhkan kakek ,Jika tidak berilah dia kedamaian tanpa rasa sakit, aku tidak menginginkan apapun selain itu..."
pintu aula leluhur terbuka lebar membuat Shuwan Wei berbalik karna terkejut
melihat pangeran ke 9 jelas ia akan terkejut "pa-pangeran kenapa anda berada di kediaman ?" Guang Li tidak mengatakan apapun dan masuk menunjukkan titah suci yg ia bawa .
Shuwan membukanya dan terdiam melihat isinya "me-menikah ? tapi pangeran ini..." Guang Li melirik ke belakang "ini titah suci ,kau tidak bisa mengabaikan nya aku tidak akan menyiapkan pesta pernikahan itu bukan masalah bukan ?" Shuwan masih terdiam berita ini sangat mengejutkan bagi nya
"Zhi Xiu kau akan melakukan pernikahan ini kan ?" Shuwan Wei terdiam "di-dimana anda tahu nama itu..." Guang Li tidak menjawab dan mendekat "aku tidak ingin mengatakannya, kau hanya perlu menjawab kau akan mengikuti titah suci ini bukan ?" Shuwan Wei terdiam sejenak lalu menunduk "ya, ini perintah kaisar menolaknya sama dengan membangkang dan memberontak, aku akan menerimanya"
Guang Li tersenyum tanpa dilihat Shuwan Wei "kalau begitu, besok aku akan menjemputmu bersiaplah" setelah mengatakan itu Guang Li segera pergi bahkan tidak membawa titah suci tersebut ,Shuwan benar-benar tidak menyangka akan hal ini ,ia membawa titah suci dibalik lengan baju dan pergi kedalam kamar nya .
Di pagi harinya Shuwan Wei dipanggil oleh menteri Shu "Shu Wei, kau sudah mendengar tentang titah suci itu ?" Shuwan Wei mengangguk "sudah ayah" semua yg berada disana terdiam "kau bertindaklah dengan benar nanti, jangan membuat keluarga ini malu mengerti ?" Shuwan Wei mengangguk pelan
__ADS_1
di pagi hari seseorang sudah datang bertamu ke kediaman membuat bingung "menteri Shu, pangeran ke 9 menyuruh orang untuk menjemput nona Shu ke kediaman pangeran" ibu suri yg mendengar terkejut "tunggu, pernikahan belum diadakan kenapa Shuwan harus pergi ?" Jing Wu menunduk
"pangeran mengatakan formalitas pernikahan akan diadakan di kediaman ,dan tidak ada acara jadi meminta kami menjemput nona Shu" Shuwan memucat sejenak "tuan, kalau begitu beri aku waktu untuk pamit pada kakek ,semua barang sudah ku siapkan Ling Ji kau tunggu aku didepan kereta aku akan segera kesana "
setelah berpamitan dan tiba di kediaman pangeran ,Jing Wu menunjukkan kamar "nona silahkan gunakan gaun pengantin lalu saya akan membawa anda ke pangeran" Shuwan mengangguk, ketika memasuki kamar Shuwan cukup terdiam ada gaun merah juga riasan yg sepertinya disiapkan untuknya ,melihat itu Ling Ji tersenyum "pangeran menyiapkan nya, nona anda akan saya buat cantik hingga pangeran akan mengingat anda"
setelah persiapan Jing Wu mengantar nya ke depan aula penghormatan, Guang Li juga sudah berdiri disana menunggu dengan jubah merah pengantin, benar-benar tampan dan gagah
Ling Ji memberikan tangan sang nona "silahkan pengantin memasuki aula" pendeta sudah berdiri didepan pantung dewa ,di kiri terdapat seorang wanita paruh baya yg masih cantik duduk manis
mereka masuk dan mulai mengikuti setiap kata pendeta ,sujud untuk dewa bumi dan langit ,janji pernikahan lalu bersujud pada orang tua (ibu dari Guang Li) baru sujud suami istri.

pendeta tersenyum menyaksikan pernikahan itu berjalan dengan baik ,Jing Li yg ada disana meneteskan air mata, Jing Wu berdiri dengan tegak, nyonya Li juga tersenyum menyaksikan putranya menikah
setelah semua bagian selesai mereka memberi salam sejenak lalu kembali ke kamar pengantin ,Shuwan sedikit khawatir tentang itu mengingat pernikahan ini sedikit berbeda dan ini sesuatu yg tidak ia harapkan begitu juga pangeran .
didalam kamar Guang Li melepas jubah luarnya dan menyaksikan Shuwan Wei hanya diam di tengah ruangan "Zhi Xiu.." merasa terpanggil ia mengangkat wajahnya dan tanpa menunggu tangan nya disambar hingga sudah berada di atas ranjang
"Zhi Xiu, kau diam saja aku tidak akan menyakitimu semua yg kita lakukan tadi bukanlah hal terpaksa kau hanya perlu tinggal disini dan aku akan mengurus semuanya" Guang Li meraih tali tirai seketika ranjang tertutup tirai .
__ADS_1