Aku Akan Membayar Mu Putri

Aku Akan Membayar Mu Putri
15


__ADS_3

di penjamuan bunga semi Shuwan sudah menggunakan hanfu pemberian Guang Li saat mereka masih dikota sebelumnya


para bangsawan yg sudah berkumpul terdiam ,Gu Xiang menghampiri Shuwan "Ayuk memberi salam pada selir Qinyang" Shuwan hanya mengikuti


didekat kolam teratai selir Qinyang berdiri dengan ditemani beberapa putri bangsawan termasuk putri menteri Ling Yi juga sang adik Ling Qiao ,wajah Shuwan tertahan beberapa saat "selir Qinyang..." selir berbalik melihat kedatangan Gu Xiang ia segera mendekat


"a Xiang...aku dengar kau hamil dari ibu suri bagaimana kandungan mu ?" Gu Xiang tersenyum "baik pangeran menjaganya dengan baik" selir tersenyum lalu beralih pada Shuwan "lalu nona ini ?" Gu Xiang menarik Shuwan "ini adik ku Shuwan Wei istri dari putra anda Guang Li"


Shuwan memberi salam "salam selir Qin" selir terdiam sejenak "benarkah ? sangat baik juga cantik dia sangat beruntung" Ling Qiao mendekat "selir...nona ini adalah nona buangan dari keluarga Shu pangeran menikahinya mungkin terpaksa" Gu Xiang menjadi kesal ,Shuwan menahan tangan Gu Xiang yg hampir bertindak "astaga nona Ling... perkataan anda ini bisa membuat salah paham walau memang saya tidak terlalu dekat dengan ayah tapi keluarga inti mengakui saya nona"


Ling Qiao terbungkam karna itu "oh ya kudengar selama ini kau merawat jendral besar ya...sangat baik" Shuwan menggeleng "tidak juga, jika dibandingkan dengan betapa hormat juga berbaktinya selir pada ibu suri saya masih rendah, jujur saja saya sangat mengagumi sosok selir" selir tersenyum "mulut mu benar-benar manis seperti Guang Li, mari duduk disana dan berbicara aku ingin mendengar cerita mu nak" Shuwan ,selir juga Gu Xiang meninggalkan kolam teratai dan saling berbicara .

__ADS_1


hari terlewati dengan tenang, Shuwan berhasil menyelesaikan gangguan yg diberikan putri menteri Kinling dengan baik .


Hari perayaan untuk Ibu suri pun tiba semua orang berkumpul di istana , perayaan dibuka semua orang mulai memberikan satu-persatu hadiah mereka


putri menteri Kinling menyiapkan sebuah lukisan Buddha, "terimakasih hadiah nya sangat besar memang putri menteri Kinling" Ling Qian yg tidak merasa puas hingga Shuwan dipermalukan mengeluarkan suara "saya tidak berani, hadiah dari pangeran Guang mungkin akan lebih baik hadiah yg diberikan kakak saya" Guang Li tersenyum puas


"Guang...kau menyiapkan hadiah untuk ku ?" Guang Li tersenyum "tentu saja untuk Ibu suri yg telah berusaha keras hingga kerajaan kita masih berdiri hingga kini" Guang Li berdiri bersama Shuwan ,Ling Ji memberikan sebuah kotak


Shuwan menahan tangan Guang Li "tentu tidak, giok ini bukan sembarang giok Ibunda...anda juga yg lain pernah mendengar kisah nenek buyut kerajaan Ming yg sudah hancur kan...giok ini adalah giok pemberian sang pahlawan terkenal dari kerajaan Ming" Ling Qiao mencibir "itu sudah hampir 100 tahun lebih kau bercanda" Shuwan tidak menggubris nya


"nona Ling pintar giok ini sudah berumur 100 tahun, salah satu keturunan terakhirnya tinggal dikota yg dilanda banjir bulan lalu, beliau memberikan ini sebagai ucapan terimakasih dan menceritakan singkat asal-usulnya saya tidak berani menerima hadiah seperti ini jadi membelinya dengan harga tinggi seharga 50 tahun kebutuhan hidupnya untuk kedepan, saya merasa itu masih kurang tapi beliau mengatakan itu sudah cukup"

__ADS_1


"karna kebetulan dana yg saya bawa saat itu tidak mencukupi karna hampir setengah perhiasan digunakan untuk kebutuhan para warga saya memberikan kalung Nenek buyut yg diturunkan pada ibunda saya lalu kepada saya sebagai keturunannya dengan itu saya ,pangeran juga para rakyat diluar sana mengharapkan dewa memberikan umur panjang seperti giok ini juga ketentraman pada kekaisaran kita"


kaisar bertepuk tangan "sangat tulus ,pengawal berikan setengah anggaran tanah milik kekaisaran pada istri pangeran" Shuwan menunduk "hamba tidak berani ,Yang Mulia kaisar itu terlalu banyak lebih baik digunakan untuk keperluan lain dibanding saya" Ibu suri berdiri tegak dan bergerak turun menghampiri shuwan "kau memberikan milik mu tanpa ragu untuk rakyat maka terimalah itu nak ,kau wanita bangsawan yg sangat baik hati dan mulia" Shuwan menunduk


"hamba tidak semulia anda ibu suri, andalah wanita yg saya kagumi kebaikan hatinya juga kemuliaan nya" ibu suri tersenyum "bangunlah ,Guang rawatlah baik-baik istrimu" Guang Li tersenyum "tentu"


Ling Qiao mencibir karna perasaan tidak terima "baik dan mulia...hanya wanita buangan" Shuwan memiliki pendengaran yg tajam begitu juga Guang Li, Guang Li tanpa ragu berbalik menatap tajam Ling Qiao "nona Ling....apa kau mengatakan sesuatu ?" Ling Qiao terdiam "pangeran...ada apa ? apa putri saya menyinggung anda ?"


Shuwan menarik tangan Guang Li "tidak putri anda sangat baik dia hanya masih terlalu muda" Guang Li menatap tajam "maksud anda nona ?" Shuwan tersenyum "menteri tidak tahu ? putri anda berkali-kali menyinggung juga mengganggu istri saya entah karna alasan apa" menteri tertawa renyah "kalau begitu maafkanlah sifat putriku yg kekanak-kanakan anda kan dermawan bukan ?" Guang Li menatap datar


"nona Ling sebaiknya anda tetap dirumah dan introspeksi diri beberapa hari ini, kemarin juga anda menjelek-jelekkan istriku didepan selir Qinyang kan ?" Ling Qiao menggeleng "itu bukan saya, beliau duluan lah yg memulainya" Guang Li tersenyum "sudahlah nona Ling masih kecil berbuat baiklah Guang Li, menteri sangat menyayangi putrinya juga mencintai kekaisaran jadi maafkanlah" Shuwan menarik lengan Guang Li

__ADS_1


Guang Li mengangguk "baiklah aku akan memaafkan kesalahan mu karna kesetiaan yg ditunjukkan ayah mu pada kekaisaran juga bantuannya untuk pembangunan beberapa dekade ini tapi... jika aku melihat hal seperti ini terjadi lagi aku tidak akan segan lagi" Ibu suri mengangguk "baiklah sudah cukup mari langsung mulai acaranya kalian berdua duduklah"


__ADS_2