Aku Akan Membayar Mu Putri

Aku Akan Membayar Mu Putri
16


__ADS_3

acara dimulai seperti biasa, Shuwan duduk tepat disamping Guang Li, "kenapa kau tidak mengatakannya ?" Shuwan menuangkan teh ke cangkirnya sendiri lalu menukar dengan cangkir milik Guang Li "karna aku sudah menyelesaikan dengan baik, siapa yg mengira dia akan berulah lagi"


Guang Li menatap heran "kenapa kau menukar gelasnya ?" Shuwan menggeleng "untuk kebaikan mu berhenti minum arak dulu kemarin kau terus meminum hal berat kan jadi istirahatkan lambung mu" Guang Li tersenyum ia dengan bangga minum isi cangkir itu sampai habis


"Yang Mulia pangeran...jika diizinkan biarkan saya menuangkan anda arak untuk bersulang dengan ayah saya" Ling Yi maju tanpa malu ,para menteri hanya bertepuk tangan "ya lakukan lah"


"aku harus menolak nya" Ling Qian terkejut karna itu "ah mengapa ?" menteri yg lain juga penuh tanda tanya "biar saya yg menjawab nona Ling, alasan pertama karna anda dan beliau tidak memiliki hubungan khusus hingga perlu anda tuangkan anggur ,kedua saya istri beliau sudah menuangkan untuk beliau lalu ketiga, jika anda menuangkannya itu mengartikan saya yg tidak berarti apa-apa dibandingkan anda kan"


semua orang terdiam ,Ling Qiao yg melihat kakaknya kesulitan berdiri "nona Wei ,kau ini terlalu berlebihan kakak ku hanya ingin menunjukkan perasaan kagum nya pada pangeran memang nya seumur hidup beliau akan selalu memilih anda !!" Guang Li memukul meja hingga musik yg sebelumnya ada menjadi tenang para penari juga segera minggir

__ADS_1


Shuwan menahan tangan Guang Li "nona Ling...anda salah cucu saya Shuwan Wei tidak pantas dimadu, saya juga sudah mengatakan dengan tegas bermusuhan dengan cucu saya artinya menarik pedang kearah ku" Shuwan terkejut melihat itu "ka-kakek anda..." menteri Shu berdiri terkejut bukan main "ayah kenapa anda....?"


"ini benar-benar hal baru tetua Shu yg sudah lama meninggalkan tempat ramai seperti istana tiba-tiba hadir...aku tersanjung" ibu suri memanggil pelayan untuk menyiapkan tempat secepatnya untuk tetua Shu, Shuwan bertukar pandangan heran pada menteri , Guang Li juga sang kakek


"anda masih seperti dulu, saya hadir kali ini untuk mengucapkan selamat pada anda juga meminta dekrit pada Kaisar agar cucu saya bisa hidup bahagia" ibu suri tersenyum "tentu saja, merupakan karunia kekaisaran jika seorang pangeran atau putri keturunan istana lahir dari rahim juga menerima pendidikan berharga dari nya ,masalah ini biar saya yg akan menuntaskannya untuk anda tuan Shu" kakek tersenyum "terimakasih, kalau begitu saya akan kembali dan tidak akan menggangu pesta lagi"


Shuwan mengangguk "akan tidak sopan meninggalkan tempat begitu cepat jadi anda tinggallah lebih lama untuk memberi wajah" Guang Li kembali duduk dengan wajah tak percaya ,Guan Xin hanya bisa menggelengkan kepalanya merasa kasihan karna nasib adiknya itu


setalah 2 menit Shuwan pergi "Guang kau marah padaku karena mengizinkan istrimu pergi ?" Guang Li menegak teh dengan kesal "saya tidak" ibu suri tersenyum "lalu apa kau marah pada istrimu karna meninggalkan mu ?" Guang Li memalingkan wajah "aku tidak marah ,aku hanya merasa buruk" ibu suri tertawa melihat itu

__ADS_1


"sudah berapa lama tidak terjadi hal seperti ini, baiklah Guang kau pergilah juga pesta ku tidak akan buruk hanya karena ada orang seperti mu apalagi wajah mu sekarang mengganggu para penari" Guang Li tersenyum "tentu terimakasih selamat ulangtahun untuk anda dan semoga panjang umur" ibu suri mengalihkan pandangannya "tidak tulus pergilah" Guang Li meninggalkan acara


"ibu...ini sudah tengah malam aku akan kembali dengan istri ku" Guan Xin berdiri ia tidak begitu nyaman lagi berada dipesta ,Gu Xiang mengetahuinya karna semenjak tadi Ling Qiao ini terus menempel hingga sangat mengganggu. "ya perilaku kan baik istri mu" Guan Xin mengangguk ia membantu Gu Xiang berdiri dan meninggalkan tempat .


Jing Wu yg melihat tuan nya keluar menghampiri "tuan kenapa anda sudah keluar ?" Guang Li menatap sekeliling "dimana mereka ?" Jing Wu mengangguk "nyonya dan tetua berada di taman istana" Guang Li segera berlari mengejar kesana


setibanya disana ia terkejut mendengar perkataan kakek Shuwan "Zhi Xiu...kau sudah seperti ini jangan lupakan dirimu yg sebelumnya" Shuwan terdiam "aku tahu, tapi...." tetua menatap wajah Shuwan murung "Zhi Xiu ibumu dulu sama seperti mu ia yg sebelumnya sangat kuat malah hancur karna kehidupan istana bahkan setelah dia melahirkan mu" Shuwan tidak berkata apa-apa dan hanya terdiam


"hidup di istana sangat keras Zhi Xiu, semakin kuat posisi mu semakin banyak orang yg berkumpul untuk menjatuhkan mu disatu waktu" Shuwan mengangguk "aku tahu, anda adalah penyelamat saya itu adalah hal yg tak akan pernah berubah" kakek mengangguk "baguslah kalau kau sudah paham, ingat untuk menjaga dirimu dan mempersiapkan segalanya jangan sampai lengah"

__ADS_1


__ADS_2