Aku Akan Membayar Mu Putri

Aku Akan Membayar Mu Putri
11


__ADS_3

Gu Xiang mengangguk senang "lalu bagaimana untuk perdagangan nya ?" Guan Xin bertanya karna merasa ini waktu yg tidak bisa mereka pikirkan nanti, Shuwan "aku sudah memperkirakan jumlah perdagangan yg akan dilakukan, ada beberapa bagian yg tidak bisa terjual padahal biasanya dimusim seperti ini, jadi yg harus kita lakukan hanyalah mengalihkan beberapa barang dagangan yg tidak terjual beberapa bulan lalu ke arah lain dan mencari hal lain untuk dijadikan pertukaran perdagangan dengan negara tetangga"


Guan Xin mengangguk "itu bisa juga, tapi barang apa ?" Shuwan menatap Gu Xiang "berikan buku yg tadi kita baca pada pangeran ke 5 kak" Gu Xiang yg paham memberikan buku yg ada digenggaman nya


"benar ,ini pasti bisa silahkan" Guan Xin membaca buku itu sebentar lalu menatap heran "bagaimana kalian bisa memperkirakan hal ini ? ini benar-benar hal hebat"


Gu Xiang tersenyum "setelah anda berdua pergi kami mulai mencari tahu tentang sosialisasi diperdagangan lalu mulai mencari beberapa ketertarikan dibeberapa negara lalu mencatat dan dikumpulkan menjadi satu" Guang Li tersenyum "ya kau benar-benar hebat, ini sudah cukup dengan begini masalah selesai" Gu Xiang mengangguk senang

__ADS_1


"karna semua sudah usai kakak dan kakak ipar bisa kembali ,aku dan istriku juga memerlukan waktu berdua" Guang Li dengan tanpa malu memeluk tubuh shuwan Wei dari belakang ,Guan Xin hanya menggeleng penat "ya lakukan saja ,aku juga harus kembali untuk menyelesaikan permasalahan keluarga ku kalau begitu sampai jumpa" Guang Li melambai senang melihat kakak juga kakak iparnya meninggalkan mereka


Guang Li mengeratkan pelukannya, "Zhi Xiu...aku benar-benar lelah" Shuwan menepuk kepala Guang Li yg bersandar dibahu nya "sore nanti kita pergi temui kakek ku ,lalu besoknya kau harus melakukan inspeksi ke kota pemberian Yang Mulia, anggaplah berlibur selama 1 Minggu" Guang Li tersenyum "baiklah ,aku akan meminta dou Zhi mengurus itu nanti"


disore harinya keduanya pergi ke kediaman menteri untuk mengunjungi tetua Quan


satu-satunya pelayan kepercayaan kakek menghampiri Shuwan dan memberikan hormat "salam Yang Mulia pangeran, juga anda datang nona" Shuwan mengangguk "a guang...ini paman Shu pelayan kepercayaan kakek ,paman dia suami ku bagaimana keadaan kalian ?" paman Shu tersenyum "masih bisa ditoleransi, anda masuklah dulu untuk menemui tuan" Shuwan melirik Guang Li

__ADS_1


Guang Li tersenyum "kau pergilah, aku akan mengobrol dengan paman Shu" Shuwan segera masuk kedalam, kamar mendengar ada suara langkah dibalik tirai terdengar suara batuk "a Xiu...kau datang ?" Shuwan segera masuk dan menerobos tirai hingga tiba di depan ranjang kayu itu


seorang pria tua bersandar dengan lemah, wajahnya tersenyum walaupun ada beberapa noda juga kerutan diwajahnya, Shuwan menunduk ia bersujud sebentar "kakek...maaf aku baru datang berkunjung" air mata jatuh dari pelupuk matanya, sebuah tangan hangat mengusap lembut kepalanya dengan hangat "a Xiu...sudah melakukan yg terbaik kakek sudah dengar dari pelayan kau menikah secara tiba-tiba, bagaimana pangeran memperlakukan mu ? apa dia jahat pada mu ?" Shuwan menggeleng ia mengangkat wajahnya


"tidak kek, dia merawat ku walau pun upacara yg diadakan saat itu sederhana tapi bukan hal buruk melihat ketulusan nya" shuwan mengatakan nya dengan suara lembut dan dalam, "kaisar membutuhkan diplomatik untuk mempererat hubungan menteri lain dengan pernikahan kan ? aku tidak percaya dia ingin cucu ku menjadi madu" Shuwan menunduk "kami tidak memiliki pilihan, diawal juga ia sangat menolak dan marah tapi aku hanya putri yg dibawa dari desa oleh menteri , kedudukan juga status ku tidak akan bisa mengalahkan hal ini"


kakek menghela nafas ,tangan nya mengusap pipi Shuwan lembut "jangan khawatir, kakek tidak mengizinkan cucu ku yg satu ini dimadu kau harus selalu bahagia" Shuwan menggeleng "itu bukan termasuk penderitaan kok kek, anda tenang saja oh ya bagaimana keadaan kakek sekarang ? apa mereka datang menjenguk anda ?" kakek menggeleng "aku dianggapnya tidak akan bertahan lama jadi buat apa berkunjung hanya membuat sakit mata"

__ADS_1


Shuwan menunduk "tapi setidaknya mereka harus datang dan menemani, lusa kami harus pergi ke tanah yg diberikan kaisar untuk inspeksi juga mengatur ulang pemerintahan disana" kakek mengangguk "kau anak baik, tidak akan ada yg membenci mu lakukan lah apapun yg kau mau ,urusan istana selama kakek hidup kaisar atau para menteri lain tidak akan bisa menyentuh mu" Shuwan memeluk sang kakek


__ADS_2