Aku Akan Membayar Mu Putri

Aku Akan Membayar Mu Putri
4


__ADS_3

Shuwan Wei terbangun diawal pagi, ia merasa sesuatu menyangga kepalanya dengan baik sehingga tidak merasa sakit ,baru saja akan bergerak tiba-tiba sebuah rasa sakit datang hingga membuatnya tidak kembali mencoba bergerak .


Guang Li merasakan gerakan membuka matanya, yg pertama ia lihat adalah Shuwan Wei yg sudah menjadi istrinya itu ,melihat mereka kontak mata Shuwan segera berniat mengalihkan pandangan bahkan berbalik tapi tubuhnya benar-benar sakit hingga tak bisa bergerak


Guang Li segera bangun dan duduk "jangan bergerak, kau akan kesulitan sekarang tunggu pelayan dulu" Shuwan mengerutkan dahinya 'menunggu pelayan ? dia tidak punya malu' Shuwan benar-benar tidak berharap ada pelayan yg masuk karna melihat kondisinya saat ini


"Tuan ,nona...apa anda sudah bangun ? jika iya beberapa pelayan akan datang membantu bersiap" Shuwan segera menarik selimut dan menutupi dirinya ,Guang Li tersenyum melihat itu "tidak perlu, berikan pakaian Zhi Xiu, aku yg akan membantunya bersiap" Guang Li beranjak memakai jubahnya lalu membuka pintu untuk menerima pakaian Shuwan


setelah mendapat kan nya Guang Li menaruh ke meja lalu mengangkat tubuh shuwan yg terbalut selimut ke bak air hangat , "kau tunggulah lah selama beberapa saat baru bilas dan memakai pakaian, jika sudah panggil aku" Shuwan tidak menjawab ia memalingkan wajah dan berendam tanpa bersuara


Guang Li tersenyum melihat tingkah Shuwan "kau mengerti tidak ? kalau tidak aku akan membantu mu menggosok" Shuwan memerah seketika "iya, sudah sana" Guang Li mendengar nada mengusir yg cukup lucu itu bangkit dan pergi ke kasur mereka .

__ADS_1


setelah berendam beberapa saat Shuwan sudah merasa lebih baik, ia sudah menggunakan jubah dan ingin makan karna lapar ,sebelum beranjak dari balik bilik Guang Li sudah menggendongnya kembali dan menaruhnya baik-baik ke atas kasur yg sudah terganti sprei dan selimut nya .


"makan di atas kasur saja ,selama hari ini kau akan sulit bergerak kan ? besok masih harus memberi salam jadi tidak bisa kelelahan" Shuwan memalingkan wajah malu ,Ling Ji masuk dengan nampan makanan


"nona, selamat untuk pernikahan anda dengan pangeran silahkan mengisi perut lalu beristirahat" Shuwan menggertak gigi "Ling Ji, kau diam" Ling Ji mengangguk melihat tingkah malu nona nya "nama mu Ling Ji ? sudah berapa lama kau menjadi pelayan Zhi Xiu"


Ling Ji terdiam mendengar itu "emh...pangeran tahu dari mana panggilan itu ?" Shuwan Wei segera berbalik memalingkan wajahnya "kenapa ? itu nama kelahirannya kan ,kita suami istri apa tidak bisa memanggil dengan nama itu ?" Ling Ji tersenyum kecil "saya menjadi pelayan nona sudah dari nona kecil berumur 9 tahun ,dan panggilan ini sebenarnya sudah tidak banyak orang yg tahu jadi....pelayan rendah ini berharap Yang Mulia tidak memanggil nona begitu di hadapan orang lain"


"Ling Ji !!" Ling Ji menunduk mendengar peringatan Shuwan "ah, jangan khawatir kau bangun lah aku hanya memanggil itu ketika kami berdua saja Zhi Xiu jangan memalingkan wajah lagi kau harus makan" Ling Ji tersenyum dan memberi jarak sedikit


setelah makan Jing Wu datang "tuan ,ini obat yg anda minta untuk Furen" Shuwan mengerutkan kening "obat apa ?" Guang Li mengambilnya dan memberikan sebutir ke tangan Shuwan "untuk meredakan sakit mu ,mana mungkin memberi mu kontrasepsi untuk mencegah mu hamil" Ling Ji yg mendengar itu terdiam "ta-tapi nona.." Guang Li mengambil air di meja dan menyodorkannya

__ADS_1


"kenapa diam ? minumlah lalu beristirahat kau harus pulih agar tidak kelelahan besok" Shuwan Wei menatap obat itu sejenak lalu meminumnya tanpa melawan, sejujurnya ia bukan khawatir tentang perlakuan buruk yg akan ia dapat dari pangeran ,ia juga sebenarnya meminta Ling ji menyiapkan kontrasepsi untuknya karna ia tidak yakin bisa hamil dan membahagiakan anak yg akan lahir nanti jadi untuk berjaga-jaga


setelah meminum obat Guang Li membantu Shuwan berbaring kembali ,lalu mengikuti untuk berbaring disampingnya "anda tidak pergi mengurus pekerjaan ?" Guang Li menggeleng "ini baru sehari setelah pernikahan, kenapa aku harus repot aku juga lelah jangan bicara lagi mari tidur saja"


Shuwan sebenarnya lelah juga tapi ia merasa ada sesuatu yg harus diperjelas ,Guang Li menyadari itu "kau tidak perlu khawatir seperti yg aku katakan semalam aku yg akan melindungi mu ,aku akan menanggung semuanya jadi katakan saja padaku kau tidak perlu menyembunyikan dan khawatir aku akan meninggalkan mu, karna itu MUSTAHIL aku lakukan" Shuwan terdiam mendengar itu


diantara semua orang tidak ada yg menanyakan keinginannya, dan berjanji mengabulkannya ia senang akan hal itu walau ia akan ditinggalkan pada saatnya ia sangat senang dengan apa yg dikatakan Guang Li padanya hari ini


"aku tidak menginginkan apapun, hidup dengan tenang bahkan jika mati nanti setidaknya aku tidak menyesal" mendengar kata mati dan tidak menyesal ini hati Guang Li sangat sakit ,ia menarik Shuwan ke pelukannya dan memeluk dengan erat ,mencium rambut hitam panjang nya dan mengusap lembut belakang kepala nya dengan lembut


"aku akan mengabulkannya, juga aku tidak akan membiarkan mu sendirian walaupun di kematian ,aku akan menemani mu dan aku sudah berjanji dihadapan dewa di saat sebelum kita tidur berdua kalau aku 'tidak akan meninggalkan mu sendirian dan akan selalu menemani mu' itu janji ku yg dan kau bisa mempercayainya" Shuwan tidak tahan ia meneteskan air mata karna bahagia.

__ADS_1


tidak peduli bagaimana nantinya jalan yg akan ia hadapi setidaknya ia bahagia disaat ini dan itu sudah cukup baginya.


setelah beberapa saat mereka terlelap pada mimpi masing-masing.


__ADS_2