Aku Akan Membayar Mu Putri

Aku Akan Membayar Mu Putri
6


__ADS_3

setelah keluar dari wilayah aula dan berada didepan gerbang awal ,wajah Shuwan Wei berubah pelayanannya menyadari hal itu menunduk ,Jing wu tiba-tiba berbicara "nona...anda tidak perlu memikirkan kata-kata menteri mungkin ia hanya sedikit bercanda"


Shuwan berbalik datar "didalam istana , sesuatu seperti membicarakan tentang kehidupan orang lain dengan tujuan bercanda ,dan jika dia bercanda apa aku senang atau tertawa pada candaan itu ? tidak kan ? itu sama dengan merendahkan walau tinggal didesa tapi aku tidak lupa dengan namanya etika berbicara" mendengar nada suara Shuwan yg sepertinya terpancing Ling Ji bergerak "nona..."


Shuwan menghela nafas panjang "sudahlah ,jangan bahas lagi Jing Wu kau lebih baik diam Zhi Xiu ,Ayuk ke kediaman kakak ku" Shuwan menerima bantuan Guang Li untuk naik kereta dan pergi ke kediaman sang kakak (pangeran ke 6)


mood Shuwan sudah tak terkira lagi ,ia bahkan setelah naik hanya diam tak berbicara apapun seolah tidak ada siapapun yg akan memarahinya jika ia tidak bersuara .


Guang Li tersenyum kecil "kau merasa dia merendahkan ku karna aku menikah dengan mu ?" Shuwan Wei berpaling "kau bicara apa ?" Guang Li menarik lengan juga pinggang Shuwan agar mereka duduk berdekatan tidak terlalu jauh seperti sekarang


"aku bilang ,apa kau takut aku menyesal menikahi mu setelah mendengar sindiran dari menteri tadi ?" Shuwan memalingkan wajah "untuk apa ? kenapa aku harus jika memang kita harus bercerai karna kau menyesal aku tidak masalah" Guang Li tersedak "ah, tidak aku tidak pernah menyesal karna di mataku hanya kau jadi jangan berharap aku meninggalkan mu karna menyesal" Shuwan sedikit senang mendengarnya tapi ia tahu batasan .


ia segera membenahi posisi duduknya lalu mendorong Guang Li agar menjauh "pangeran ,anda bisa duduk benar kan ?" Guang Li mengerutkan keningnya "ada apa ? apa kaki mu sakit karna berlutut terlalu lama tadi ? kemari coba ku lihat" Guang Li segera menaikkan kaki Shuwan ke pangkuan, melihat itu Shuwan segera berbalik menahan kaki nya "tidak ,aku baik-baik saja berlutut tadi tidak terlalu lama mana bisa melukai ku, kau duduklah yg benar pangeran" Guang Li tersenyum ia akhirnya menyadari kalau sejujurnya alasan Shuwan Wei ini selalu menjaga jarak bukan karna hal besar hanya ia suka menjaga muka nya agar tidak malu

__ADS_1


Guang Li dengan santai menidurkan kepalanya diatas paha Shuwan juga membawa tangan Shuwan ke genggaman nya dan ia letakkan diatas dadanya "Zhi Xiu, jika ada sesuatu yg mengganggu mu kau bisa mengatakan padaku juga jangan menarik dirimu terlalu jauh ketika bersama ku, aku senang berada di samping mu juga aku akan selalu mengusahakan yg terbaik untuk mu mulai sekarang jadi.... katakanlah semuanya dan aku akan mengusahakan untuk mu"Shuwan termenung sejenak


"pangeran, jika anda menginginkan sebuah bantuan untuk masa depan ,lebih baik anda menemui ketua jendral yg sudah pensiun untuk meminta saran" Guang Li tersenyum "maksud mu Jendral terkenal Long Guan , aku tahu tapi bagaimana caranya aku bisa menemuinya ? apa kau pernah menemuinya ?"


Shuwan Wei terdiam "emh...kakek pernah membahasnya, aku pernah bertemu tapi itu juga sebelum kakek jatuh sakit" Guang Li segera mengerti ketua lama Long Guan sudah hampir tidak terdengar namanya karna pensiun ,terlebih kalau Shuwan Wei mengatakan sebelum kakek nya sakit maka itu pasti sudah sangat lama dan tidak akan mudah


kusir memberhentikan kereta "tuan ,kita sudah tiba di kediaman pangeran Han" Guang Li segera bangkit lalu turun lebih dulu ,Shuwan tidak bertanya ia ikut bangkit lalu mulai turun dibantu Guang li .


"nyonya Bai...." Shuwan Wei yg baru saja akan memberi hormat dihentikan "adik, jangan memberi hormat seolah hubungan kita tak dekat, kita akan jadi adik dan kakak seperti Yang Mulia dengan pangeran" Shuwan Wei mengangguk "kalau begitu panggil saja aku kak Xiao"


Shuwan Wei sedikit ragu hal ini masih perlu diperhatikan karna istri pangeran ke 5 bukanlah sembarang orang, ia putri dari keluarga pilar kekaisaran utama jadi untuk penyebutan nama saja sudah sangat harus diperhatikan


"Shuwan, turuti saja permintaannya" Shuwan Wei mengangguk pasrah ,Guang Li menghampiri Shuwan dan mengusap rambutnya lembut "iya ,mulai sekarang mungkin akan sering bertemu" Shuwan mengangguk "baiklah" melihat betapa seriusnya Shuwan Wei pangeran ke 5 tersenyum kecil

__ADS_1


"benar-benar diluar dugaan semua orang ya" Guang Li mengerutkan keningnya "sepertinya adik ku beruntung" Guang Li mengerutkan keningnya lagi "xiaongzhang apa maksud mu ?" pangeran ke 5 menggeleng melihat kepolosan Guang Li .


karna sudah datang mereka mulai kembali ke rencana awal, Guang Li dan pangeran ke 5 menuju ruang belajar untuk berdiskusi sedangkan para istri menuju taman untuk meminum teh dan mengobrol


"Shuwan apa boleh aku memanggil mu Weiwei ?" Shuwan mengangguk "silahkan" mendengar itu ia merasa senang "Weiwei, sebenarnya aku senang karna kita bisa duduk bersama begini walau akhirnya aku akan mendominasi dalam pembicaraan tapi semoga adik Wei tidak keberatan" Shuwan tersenyum "tentu saja tidak, seperti anda saya juga tidak terlalu banyak bicara juga tidak dekat dengan bangsawan lain karna itu mungkin agak sulit diawal semoga kak Xiao tidak keberatan"


Gu Xiang merasa senang dan memberikan kode pada pelayan nya ,pelayan datang menaruh kotak kehadapan mereka "kalau begitu adik jangan sungkan silahkan mencoba nya ini kue buatan negara Chu sangat baik untuk kesehatan juga wanita seperti kita" Shuwan Wei memperhatikan kue sejenak lalu tersenyum "terimakasih atas kebaikan kakak, kue ini sangat bagus kurang cocok untuk adik kakak bisa memberikan pada yg lain saja" Gu Xiang tersenyum "adik jangan tolak, cobalah aku akan senang kalau adik mau memakannya"


Shuwan Wei tidak bisa menolak ia pun mencoba kue itu, mereka mulai mengobrol tentang respon para menteri, hingga para selir dari pangeran menghampiri untuk memberi hormat


"salam untuk kak Xiang" Gu Xiang tersenyum dengan sedikit tak nyaman "emh, kalian darimana saja ? beri salam pada istri pangeran Li" ke3 selir itu segera memberi salam ,Shuwan hanya mengangguk saja tanpa berkata-kata banyak


"kak kami sebelumnya menemui Yang mulia, apa anda tahu yg dibicarakan Yang Mulia dengan pangeran Li ?" Gu Xiang tersenyum "itu urusan Yang Mulia, sudah jelas tentang keamanan ibu kota menahan nya apa lagi ?" ketiga selir itu tersenyum "kakak salah, beliau membicarakan anak menteri sepertinya pangeran Li berniat memiliki beberapa selir" ketiga nya tersenyum sesekali melirik respon Shuwan Wei

__ADS_1


__ADS_2