Aku Akan Membayar Mu Putri

Aku Akan Membayar Mu Putri
7


__ADS_3

Gu Xiang hampir murka "apa maksud kalian !!" ketiga selir menggeleng "bukan bermaksud buruk kak, kami hanya mau mengingatkan istri pangeran saja aturan selir itu tidak akan berubah" Shuwan Wei tersenyum kecil


"adik...jangan dengarkan mereka" Shuwan Wei menepuk lembut punggung tangan Gu Xiang, ia tersenyum kearah para selir "benarkah ? kalau begitu apa yg bisa kita buat kan ? semua keputusan ada ditangan pangeran juga sepertinya ini bukannya sesuatu yg harus didiskusikan oleh para selir kakak ke 5 kan ?" wajah para selir segera membeku ,mereka tidak mengira akan mendapat tekanan seperti ini dari Shuwan Wei putri yg tak dianggap oleh keluarga menteri


"nona sekalian bagaimana pendapat kalian jika pelayan ku atau Kak Xiang mengatakan pembicaraan ini pada pangeran ? ,juga walau tidak melakukan debut seperti yg lain saya adalah murid akademi terbaik di ibu kota dalam segala aspek apa perbedaan kita besar ?" para selir menggerutu dalam hati karena merasa dipermalukan


"kalau tidak ada lagi yg ingin disampaikan, kak Xiao apa kita melakukan panahan saja ? ku dengar kakak cukup handal saat masih kecil dalam memanah" Gu Xiang menggeleng "tidak juga, dibanding adik sepertinya aku masih jauh juga sudah lama tidak melakukan pemanasan, pelayan siapkan panahan" pelayan segera menyiapkan anak panah juga busur besar tak lupa target


"hal seperti ini dilakukan pria kan ?" Shuwan Wei berbalik "ya, tapi tidak ada salahnya memiliki keterampilan untuk situasi mengejutkan dulu juga ada jendral wanita kan di kekaisaran kita lalu apa salahnya memanah ?" Gu Xiang tersenyum melihat para selir itu terpojok "sudahlah, adik kakak akan duluan lalu susul lah" Shuwan mengangguk


di tembakan pertama Gu Xiang berhasil mengenai titik tengah tapi di sisanya hanya sekeliling titik tengah, Gu Xiang memberikan busur pada Shuwan sembari melihat hasil bidikannya "sudah sangat lama ,tapi cukup baik kan ?" Shuwan mengangguk "tentu saja ,aku juga tidak begitu terampil" Shuwan menarik busur panah lalu menembakkan anak panah tepat di tengah titik


para selir terkejut melihat itu "hanya titik yg tidak terlalu jauh, bagaimana dengan membidik buah diatas kepala saja ?" Shuwan berbalik mendengar itu ,ya kedua pangeran sudah kembali dari ruangan belajar dan mendengar busur ditarik segera tiba

__ADS_1


"adik Wei pandai memanah ya" Shuwan menurunkan panah nya "tidak juga" Guang Li mendekat dan meriah tangan Shuwan yg menggenggam busur "tangan mu terluka ?" Shuwan menatap tenang "tidak terlalu besar"


Guang Li menurunkan tangan Shuwan "pangeran tadi istri pangeran sedikit marah pada saya" Guang Li menatap Shuwan "ada kejadian apa ?" Gu Xiang mendekat pada suaminya "bukan begitu ,Yang Mulia itu karna kata-kata mereka yg terlalu jauh" pangeran ke 5 memperhatikan adiknya itu "kau tidak mau mengatakan apapun ?" Shuwan mengangkat busur


"saya lelah mengulang kalimat yg sama, kita taruhan saja bagaimana ?" para selir menunduk "taruhan apa ?" Shuwan melangkah menghampiri selir pertama yg dari awal tampak suka mencari masalah dengan nya juga menyinggung Gu Xiang dengan santai.


"aku akan memanah buah yg ditaruh di kepala mu, Jika aku menang dan mengenai buah aku akan mengabulkan permintaan mu ,apapun itu tapi jika kau kalah....jangan berani mengganggu kak Xiao bagaimana ? itu adil kan" Gu Xiang terkejut ia menghampiri Shuwan "kenapa aku ? kau seharusnya meminta dia meminta maaf atas perkataan nya tadi adik, aku tidak masalah apapun" Shuwan Wei tersenyum


"sesekali bisa dilupakan tapi, orang seperti nona ini harus diperjelas tentang dirinya kakak itu istri utama ,nyonya di kediaman sedangkan dia selir juga tidak pantas mengangkat kepala ketika berbicara pada kita" Guang Li menghela nafas "kau serius ?" Shuwan Wei tersenyum "tentu saja, apa aku terlihat sedang bercanda Yang Mulia ?"


"i-itu ,anda membuat orang lain salah paham jangan bicara ini lagi" Guang Li menatap tenang "memang nya salah ? kakak Bai juga tidur dimalam pertama dengan kakak ipar lalu aku salah dimana nya ?" Shuwan menarik Guang Li lalu mulai menutup mulutnya "tidak boleh bicara begitu ditempat seperti ini Yang Mulia, astaga banyak yg melihat sekarang"


merasa dipermalukan oleh adiknya pangeran ke 5 batuk kering "sudahlah, cepat selesaikan taruhan nya lalu bersiap makan malam" Shuwan Wei melepaskan Guang Li dan berbalik "nona Ling silahkan" selir Ling menjadi takut "a-aku kau pasti akan melesatkan panahnya dengan sembarang dan membunuh ku kan" Shuwan Wei terdiam "ah untuk apa ? anda berpikir berlebihan saya masih ingin menjadi sarjana bukan penjahat yg dipenggal didepan umum"

__ADS_1


"kalau dia tidak berani aku saja, tapi Shuwan kau harus berhenti memanggilku secara formal" Shuwan menunduk kesal ,Gu Xiang yg masih malu bersembunyi mulai keluar "benar kau harus memanggil nya suami adik agar dimalam hari bisa terbiasa" Shuwan menutupi wajahnya malu ,pipinya terasa panas jika terus melanjutkan pembicaraan ini "pangeran mari serius" Guang Li menaruh apel diatas kepala nya


Shuwan memusatkan nya ia menarik nafas dalam-dalam lalu mulai melesatkan panah ,panah mengenai apel hingga tertancap pada tembok kediaman. "aku menang taruhan" Shuwan berbalik dengan tenang


selir yg merasa malu menggertak "ya kau menang tapi apa hak mu menghalangi jalan ku mendapatkan cinta dari Yang Mulia ? kau juga akan segera dimadu apa kau bisa bertaruh dengan selir pangeran Li nanti ?" Guang Li terdiam wajahnya menjadi dingin dan melangkah menuju selir Ling


"dimadu ? siapa yg kau maksud Shuwan ?" selir Ling mengangguk "benar ,anda perlu melakukan pernikahan politik kan untuk menetapkan posisi anda ,lagi juga Shuwan Wei hanya gadis buangan menteri juga hadiah dari permaisuri" tangan Guang Li mengepal ,Shuwan menyadari kemarahan Guang Li walau sejujurnya itu sepenuhnya tidak salah dimatanya


"Guang Lijun ,jangan memukul wanita" Guang Li berbalik menatap Shuwan "kalau begitu gantikan aku memukul nya, kau akan diam ketika orang lain terlibat masalah keluarga kita ?" Shuwan Wei menghela nafas "aku tidak akan melakukannya, karna itu kau juga tidak bisa jangan terpancing hanya karna omong kosong kau sendiri mengatakan kan orang lain tidak ada hubungan nya jadi biarkan saja" Guang Li mengepal tangan dengan kuat ,Shuwan tidak bisa diam ia balik menggenggam tangan yg terkepal itu agar melunak


Guang Li melihat itu ,ia menatap mata Shuwan lalu mulai melepaskan kepalannya dan menggenggam balik tangan Shuwan ,Shuwan menarik Guang Li kesamping nya "nona Ling berterimakasih karna wajahmu tidak terluka ,juga sebaiknya anda merenungkan kembali kata-kata anda barusan jika memang tidak ingin wajah anda ternodai" Lian Qiao mendengus


"aku tidak akan berterima kasih" Shuwan tersenyum "ya kalau begitu simpanlah rasa dendam anda sendiri dan jangan asal melampiaskan karna lain waktu saya tidak akan bermurah hati untuk memaafkan ikut campur nya anda pada urusan orang lain" Gu Xiang memperhatikan dengan seksama dan menyadari

__ADS_1


"saya memang dipandang rendah oleh beberapa pihak tapi bukan berarti saya menerima pandangan rendah orang lain yg ditunjukkan karna mereka dekat dengan saya karna sudah gelap mari kembali saja" Guang Li tersenyum "ya" Gu Xiang mendekat "makan malam lah dulu sebelum kembali" Guang Li tersenyum "ya kita makan malam disini saja"


para selir yg tidak punya pilihan lagi meninggalkan tempat kembali ke kamar masing-masing


__ADS_2