
besoknya pangeran ke 5 juga istrinya hadir berkunjung untuk merayakan ujian Shuwan. Guang Li berdiri didepan untuk menyambut
"dimana Weiwei ?" Guang Li menggaruk belakang tengkuk nya "i-itu dia..." pelayan yg melihat itu tertawa "nona menunggu didalam" mengetahui artis yg tersemat itu Gu Xiang memalingkan wajahnya "kalau begitu kalian mengobrol lah, aku akan menemui adik Wei" Gu Xiang meninggalkan mereka
pangeran ke 5 memperhatikan adiknya itu lalu menghela nafas "kau, sangat tidak tahu waktu" Guang Li mencibir "itu bukan salah ku kan ? ge jangan berkata begitu seolah kau berbeda dengan ku" pangeran ke 5 melangkah meninggalkan Guang Li .
di taman Shuwan Wei sudah duduk tenang "adik..." Shuwan berbalik "ah...kalian sudah datang ? dimana Guang Li ?" Gu Xiang duduk disebelah Shuwan "mereka akan segera kemari ,adik bagaimana malam mu ?" Shuwan menatap bingung "ah ,malam apa ? tidak ada yg terjadi" Gu Xiang mengerutkan kening ia pun mendekat dan berbisik ditelinga shuwan Wei
'maksud ku ,kau tidak berhubungan ?' Shuwan terdiam "tentu saja tidak, setelah sampai kami membicarakan tentang permasalahan lalu ,mulai membahas masalah di tanah yg diberikan kaisar untuk Guang Li saat itu lah hujan dan aku demam sedikit" Gu Xiang terkejut bukan main "lalu kenapa suami mu malu-malu begitu ketika ditanya dimana kau ?" Shuwan menghela nafas
__ADS_1
"nyonya...pangeran malu karna merasa ini kesalahan nya, ia tidak memberikan waktu istirahat mereka malah mengurus hal berat setelah ujian hingga mengganggu kesehatan nyonya kami" Gu Xiang mengangguk pasrah "ya, suami mu benar-benar hebat" Shuwan tahu tentang kesalahpahaman itu tertawa "anda sepertinya memikirkan yg tidak-tidak, lagi juga kami membuat jadwal selama belum 4 bulan terlewati dari sekarang kami tidak akan merencanakan memiliki pangeran juga putri ,tapi sepertinya kakak sudah mengharapkan suara anak menangis ya"
Guang Li serta pangeran ke 5 secara tidak sengaja mendengar itu ,Guang Li menatap sang kakak bingung "benar kalian sudah harus memberikan aku keponakan aku ingin punya keponakan kak" pangeran yg ke 5 yg merasa malu memukul kepala Guang Li .
"kau kan punya istri ,kenapa meminta itu padaku" Guang Li mengusap kepalanya lalu berdiri dibelakang Shuwan "aku masih khawatir untuk memiliki putra kak, kami masih terlalu awal untuk memiliki suara tangis karna kesibukan juga kondisi saat ini" Shuwan mengangguk membenarkan "iya ,karna itu kakak xiao juga pangeran harus punya anak kembar"
Gu Xiang memalingkan wajahnya malu ,pangeran ke 5 hanya menghela nafas ,ia menarik sang istri kepelukan nya untuk bersembunyi ,"sudahlah, kenapa jadi membahas ini hari ini kan perayaan" Shuwan tertawa melihat tingkah mereka "ya kami tidak bahas lagi, duduklah pelayan bawa makanan nya keluar"
setelah itu mereka memulai makan malam juga mengobrol tentang kedepannya dan bercerita tentang banyak hal hingga akhirnya mabuk bersama
__ADS_1
Shuwan Wei tahu Guang Li tidak bisa minum "kak Xiao, sebaiknya kita hentikan mereka saja sudah terlalu banyak mereka minum mau bagaimana pun besok masih harus mengerjakan pekerjaan kan walau tidak ada ?" Gu Xiang mengangguk setuju "iya ,lagi juga sepertinya sulit membawanya dalam keadaan mabuk jadi merepotkan adik meminjam kan kamar" Shuwan mengangguk "tentu saja ,dou Zhi bantu kak Xiao mengangkat pangeran ke kamar" dou Zhi segera bangun dan membantu
"adik lalu kamu ?" Shuwan tersenyum "aku ingin disini sebentar lagi juga dia akan tertidur sebentar lagi" Gu Xiang mengangguk "baiklah, jangan terlalu lama diluar kau masih sakit" Shuwan mengangguk "iya"
ditaman hanya tersisa dirinya dan Guang Li yg mabuk, Shuwan tidak bisa tidak melihat wajah mabuk Guang Li "padahal baru beberapa Minggu tapi ini terasa nyaman bagaimana kalau kau membuang ku ?" tiba-tiba saja Guang Li membuka matanya yg terpejam dan menatap Shuwan "tidak akan....aku tidak akan membuang mu karna kau juga pasti akan terus berada di sisiku kan selamanya" shuwan segera berpaling "anda tahu dari mana ? anda saja sekarang mabuk lagi juga kita tidak tahu bagaimana masa depan kan"
2 tangan besar memeluk peluknya dari belakang "aku bersumpah didepan para dewa kalau aku tidak akan meninggalkan mu, bahkan ketika kaisar membedah jantung ku agar aku menceraikan juga meninggalkan mu ,aku akan membunuh diriku sendiri agar tidak lepas darimu" Shuwan yg mendengar itu melepas pelukan Guang Li dan menatap nya tajam "apa maksud kata-kata anda ,anda membedah jantung...mati hanya karena saya ? memang nya saya sepenting itu untuk anda ?"
Guang Li yg matanya sempat sayu entah kenapa malam itu menjadi sangat tegas tidak seperti sebelumnya, tatapan nya begitu tulus juga sangat bertekad kuat "kau adalah hidupku ,kalau aku tidak bisa bersama mu menjalani kehidupan ini maka biarlah mati entah sesakit apapun karna aku akan meminta dewa yg tidak pernah ku percaya itu untuk MENYATUKAN KITA dikehidupan selanjutnya" hati Shuwan entah mengapa merasakan sakit juga kehangatan
__ADS_1
ia tanpa ragu menarik Guang Li dan memeluknya erat "anda sudah berjanji, kalau kita tidak akan terpisahkan jadi kalau anda mati saya juga akan mengikuti" Guang Li mengangguk pelan tangannya menepuk lembut punggung shuwan.
malam itu adalah malam sunyi ditengah rembulan yg akan membuat mereka menyatu dan tak terpisahkan walau badai dan kematian menyerbu mereka ,satu janji yg membuat mereka akan terikat entah dikehidupan selanjutnya atau bahkan didunia lain