Aku Akan Membayar Mu Putri

Aku Akan Membayar Mu Putri
5


__ADS_3

mereka terbangun kali ini bersamaan, tapi tidak ada satupun yg bergerak pergi lebih dulu ,Shuwan Wei bukan tidak ingin ia berada di posisi yg jelas membuatnya sulit sedangkan Guang Li memang sengaja tidak bergerak


dari luar suara ketukan terdengar "nona, pangeran apa anda sudah bangun ? hari ini anda sekalian perlu memberi hormat ke istana" Shuwan Wei menatap wajah Guang Li ,Guang Li tersenyum melihat itu ia mengecup kening Shuwan Wei "sudah ,aku kalian masuk lah bantu nyonya Wei bersiap" pelayan membuka pintu dan masuk.


setelah melakukan persiapan mereka berangkat dengan kereta kuda , Shuwan duduk dengan sedikit gusar memperhatikan itu Guang Li beranjak dan duduk disampingnya "ada apa ?" Shuwan menggeleng "tidak ada, hany aneh saja" Guang Li tersenyum dan menepuk lembut tangan Shuwan yg berada diatas pahanya karna gugup


"kau gugup ? jangan khawatir meskipun mereka tidak mengetahui siapa dirimu tapi kau cukup cantik jadi tidak perlu gugup juga ada aku yg berada disamping mu" Shuwan Wei merasa malu hingga salah tingkah dan menarik tangan serta memberi jarak


"ka-kau...jangan bicara sembarangan , aku tidak pernah gugup !" Guang Li menyaksikan itu mengangguk "ya ,kau benar tidak ada yg perlu wanita seperti mu takutkan jika para menteri berani bicara buruk aku akan membuat mereka bungkam" Shuwan Wei menghela nafas "anda tidak boleh mengganggu menteri ,itu bisa membuat anda kehilangan kendali pada tahta" Guang Li mengerutkan dahinya


"takhta ? aku tidak menyukainya apa menurutmu aku serahkan akan takhta ?!" Shuwan terdiam sejenak mendengar respon itu "kenapa tidak ? setiap putra kaisar berhak memikirkan takhta kerajaan dan meneruskan untuk menjadi kaisar selanjutnya, apa itu hal rancu ?" Guang Li menatap wajah Shuwan Wei


"apa dimata mu aku serakus itu ? ,aku sedih mendengar kau membawa nama ku pada takhta jujur saja aku mustahil naik takhta dengan status ini bahkan jika aku menikahi permaisuri aku juga tidak akan pernah naik, dibanding hal seperti takhta yg penuh darah hidup tenang dengan mu juga baik ,ya kan ?"


Shuwan termenung 'ini tidak seharusnya, walau tanpa dukungan dia bisa naik takhta dengan sedikit perjuangan apa dia akan menyerah lagi juga...hidup tenang dengan ku ? itu agak aneh ketika diucapkan oleh pangeran ke 9 bukan'

__ADS_1


Guang Li bisa mudah membaca pikiran shuwan ,ia tanpa ragu menarik tangan Shuwan dan menaruhnya di atas telapak tangan nya yg lain serta menggenggam erat tangan itu "kau sebegitu nya meragukan ku ? apa karna aku kurang baik padamu ?" Shuwan tersedak mendengar itu


"tidak..." Guang Li menatap wajah Shuwan lalu melepaskan tangannya dan memalingkan wajah, kusir yg ada didepan mulai berbicara "pangeran ,kita sudah tiba" Guang Li tanpa menunggu langsung turun tanpa mengajak Shuwan Wei


Shuwan menghela nafas pasrah 'ya aku salah karna asal menebak sifat orang ,aku akan minta maaf atas kesalahpahaman ini' ia bergerak turun sendiri tapi sebuah tangan sudah terulur lebih dulu ke pinggang nya dan membawanya turun dengan selamat "mari bahas nanti, pikirkan dulu yg ada didepan" Shuwan Wei mendengar nada suara dari pangeran sedikit perih lalu membiasakan diri dan memperbaiki ekspresi wajah nya


didalam semua orang sudah menunggu dengan penuh semangat "Yang Mulia pangeran ke 9 dan Nona Shuwan Wei memasuki aula" mendengar panggilan dari penjaga semua orang memfokuskan diri



semua orang terpesona melihat mereka masuk , Shuwan Wei dan Guang Li tidak terlalu berpikir jauh mereka berlutut dan memberi salam kepada permaisuri dan kaisar .


"nona Shu...aku dengar dari dekan Feng anda juga belajar disana, juga dekan Feng terus memuji kepintaran anda" Shuwan Wei menunduk "kaisar terlalu memuji, hamba masih bodoh dan belum bisa belajar ilmu banyak dari dekan" Guang Li ingin mencibir tapi ia menahan nya


ia tahu jelas seberapa pintar nya wanita yg menjadi istri nya ,ia mahir dalam ilmu pedang ,siasat bahkan peperangan dan pengawasan terhadap suatu tempat mana bisa dibilang bodoh hanya saja di kehidupan sebelumnya ia tidak dapat berpartisipasi karna terhalang juga karna ketidakpekaan Guang Li hingga dia tidak bisa mendapatkan apa yg ia inginkan .

__ADS_1


kaisar memberi kode Guang Li untuk bangun sedangkan Shuwan masih harus berlutut karna permaisuri belum memberi hadiah sehingga tidak sopan untuk bangun, Guang Li sedikit khawatir melihatnya berlutut tapi ia juga khawatir bersuara akan malah menambah banyak hal


'hamba baik' Guang Li melihat kata yg terlihat Dimata Shuwan walau menunduk ,"ayah...mulai sekarang aku akan menarik dulu pasukan ku untuk membantu menjaga keamanan di ibu kota ,kakak ke 3 juga sudah pergi dengan pasukannya kan ? Shuwan juga menyarankan hal itu bagaimana menurut ayah ?" kaisar menatap Shuwan Wei yg masih berlutut dengan tenang


"benar-benar pintar ,lakukan lah untuk menjaga kedamaian permaisuri silahkan" permaisuri teringat lalu memberi kode kearah pelayan "Shuwan ,terimalah ini untuk hadiah ,aku tidak bisa memberikan cincin hanya giok suci yg didapat sebagai hadiah kaisar semoga kau menyukainya"



Shuwan segera menerimanya dan berterima kasih, Guang Li juga tak lupa ,setelah mendapat hadiah Shuwan akhirnya bisa berdiri walau sedikit sakit karna terlalu lama tapi tetap berusaha tenang


semua orang terperangah ,mereka juga menyadari betapa lamanya ia berlutut ,Guang Li menghela nafas pelan ,lalu mengambil hadiah yg diberikan permaisuri ke pelayan "bawa hadiah dari ibunda ,kau tidak sakit ? kita bisa kembali" Shuwan menggeleng


Guang Li mengepal pelan dibalik lengan baju nya "aku tidak menyangka istri dari pangeran sangat cantik, terutama nona Shu anda benar-benar muda tidak seperti di rumor kan" mendengar perkataan salah satu menteri Guang Li membalikkan badannya "apa maksud anda menteri ?" suaranya menjadi sedikit dingin


"bukan begitu pangeran ,anda tidak tahu nona Shu ini tidak mengikuti upacara kedewasaan seperti hal nya bangsawan juga dibesarkan di lingkungan desa jadi..." mata Guang Li menajam seketika "maksud tuan..." Shuwan Wei menahan pelan lengan Guang Li

__ADS_1


"menteri kinling, seorang ayah akan bertanggung jawab pada perlakuan anaknya, reputasi keduanya selalu terikat seperti halnya peraturan dan pengobatan ada beberapa hal yg sebaiknya mengikuti anjuran juga menjaga diri untuk tidak melanggar"


mendengar itu semua orang terdiam tak bersuara "nona Shu sangat pintar benar-benar bakat baik" Shuwan tersenyum lalu membungkuk hormat "ayahanda ,saya akan menemui kakak ke 5 untuk mendapatkan anjuran penanganan keamanan kota" kaisar mengangguk "ya pergilah" Guang Li dan Shuwan memberi hormat terakhir lalu berjalan bersama meninggalkan aula .


__ADS_2