
tepat dihari yg ditentukan Shuwan juga Guang Li sudah siap untuk kembali ,keduanya berniat baik kedalam kereta hingga seorang anak kecil yg selalu berada dekat dengan Shuwan saat masa-masa banjir berlari menghampirinya
"tunggu, nyonya..." Shuwan berjongkok untuk menyamakan posisi nya dengan anak itu "kau...Ying kan ? kenapa kau berlari-lari seperti tadi" anak itu mengeluarkan sesuatu dari balik kantung hanfunya
sebuah gelang giok pasangan yg sangat indah
Shuwan terdiam menerima itu "tidak, kami tidak bisa menerimanya" anak itu menatap gelang itu murung "kenapa... apa ini sangat jelek ?" Shuwan menggeleng "bukan karna buruknya tapi ini terlalu berharga ,mana bisa kami menerima nya kau simpanlah untuk saat-saat sulit nanti" anak itu menggeleng "tidak boleh, ini untuk anda dari kami tolong terimalah"
__ADS_1
Shuwan menatap Guang Li ,Guang Li hanya tersenyum "kenapa kau mau memberikan ini pada kami ?" anak itu tersenyum "karna anda berdua orang baik ,kalian sangat baik pada kami bahkan menjual barang pusaka yg berati hingga mahar kalian untuk kami ,karna itu tolong terimalah sebagai ucapan terimakasih kami" Shuwan menggeleng pelan
Guang Li mengusap kepala Shuwan lembut "jika menolaknya itu agak tidak hormat kan, terimalah" Shuwan tidak bisa mengatakan apa-apa lagi dan menerimanya, anak kecil itu tersenyum senang "boleh kah aku memasangkan nya ?" matanya begitu berbinar-binar hingga Shuwan juga Guang Li tidak berani memadamkan binar itu jadi hanya mengangguk
Shuwan dipakaikan lebih dulu lalu Guang Li, setelah itu anak itu mencium pipi juga mengecup punggung tangan Shuwan "semoga berkah dewa juga karunia-Nya yg besar memberikan anda berdua anak yg bisa melengkapi kebahagiaan kalian" Shuwan dan Guang Li saling bertukar tatapan
pada rakyat bersorak gembira "hidup keluarga Li" setelah beberapa saat akhirnya Guang Li juga Shuwan meninggalkan kota untuk kembali kehidupan ibukota mereka .
Guang Li tersenyum "selamat, untuk kalian" Guang Li tersenyum mendapat ucapan selamat dari Guan Xin "ya, bagaimana kabar kalian ?" Gu Xiang melepas pelukan Shuwan lalu menarik tangan Shuwan ke perutnya yg agak membesar "kami akan segera memiliki pangeran" Guang Li juga Shuwan terkejut bukan main "selamat Xian jie.." "selamat aku tidak menyangka aku akan segera menjadi paman ,mari masuk dan bicara didalam"
__ADS_1
keduanya mulai bercerita dari Guan Xin yg menceritakan awal mereka tahu Gu Xiang yg hamil karna terus mengalami mual di makanan yg paling ia suka kebetulan mereka yg sedang berkunjung menemui Ibu suri ,ibu suri segera memanggil kan tabib dan kabar baik pun datang pada keluarga mereka
Shuwan sendiri menceritakan gelang giok nya dan Guang Li, lalu menceritakan perayaan yg diadakan oleh warga setelah banjir sudah selesai teratasi
"besok akan ada penjamuan bunga semi kita berdua hadir bersama ,semua pangeran akan berada ditempat yg sama" Shuwan mengangguk "aku sudah mendengar tentang itu, bagaimana dengan masalah di kekaisaran ?" Gu Xiang bertukar tatapan dengan Guan Xin sejenak
"semenjak turun gelar untuk kalian para menteri berdiri untuk menarik hal itu" Shuwan mengetuk meja sejenak "karna aku anak yg dibuang oleh menteri Shu lalu karna suami ku yg dilempar turun jabatan oleh pangeran ke 2" Gu Xiang terbatuk beberapa kali "Wei... kata-kata mu tolong hati-hatilah, hanya satu kata nyawa bisa melayang" Shuwan tersenyum "jangan khawatir"
Guan Xin melirik Guang Li "ini mungkin akan menjadi saat penjamuan bunga semi lalu ulang tahun ibu Ratu" Shuwan tersenyum "aku percaya pada diriku ,jangan khawatir aku sudah memikirkan hal ini baik-baik karna itu Guang Li...berikan setengah hasil kekayaan yg didapat kota kita bulan ini pada istana ,sisanya tunggu dihari ulang tahun ibu suri" Guang Li mengangguk "baiklah mari sudahi bahas hal berat ,kita bicarakan keponakan ku yg akan lahir saja" Guan Xin memalingkan wajah "Guang Li kau seharusnya menahan dirimu" Guang Li mencibir
__ADS_1
"ei kak andai kau tahu saja aku orang yg sangat menjaga diri ,hampir 2 bulan ini aku tidak menyentuh istri ku karna kesibukan kami, benar kan" Shuwan mengangguk "itu benar" Gu Xiang menatap tak percaya "benarkah ? ku pikir akan sama karna baru-baru ini Guan Xin terus menempel aku sampai meminta pisah kamar" Guang Li tertawa terbahak-bahak mendengar itu "hahaha kak kau itu seharusnya belajar kak menahan diri"
Guan Xin memukul kepala Guang Li "kau akan tahu saat istrimu hamil nanti ,lihat lah bagaimana kau mencibir" Guang Li tersenyum "kalau aku macam-macam aku akan secara mandiri pergi kak" mereka tertawa mendengar itu