Aku Istrimu Bukan Patung

Aku Istrimu Bukan Patung
kecelakaan


__ADS_3

Nesha POV


tangan sedikit ragu terangkat untuk membalas pelukannya, ku beranikan diri melingkarkan tangan ku di pinggang nya, kepala ku letakkan di dadanya, harum parfum vanilanya mencuak ke penciuman. aku bisa rasakan tangannya mengusap pucuk kepala ku.


"Mari berpisah" Bisikan itu yang akhirnya membuat ku terbangun dari mimpi Indah ku, entah lah apa itu mimpi indah atau mimpi buruk, suasana masih gelap, air mataku menetes, rasanya mimpi tadi begitu nyata, ke seka air mata ku yang ada di pipi, sempat aku berpikir ada yang aneh di tubuh ku, ada sesuatu yang menimpa perut ku, saat tangan ku meraba area itu, tangan ku justru menemukan tangan lain di sana, mataku membola sempurna, cepat-cepat ku balik tubuhku, dan ku temukan Fakhri yang tidur di samping ku, mata pria itu terbuka lebar, tanpa berkedip sekalipun, ia terus menatap ku.


"Fakhri, kau di sini?"


"Hm, tidur lah lagi, masih larut, kantor mu itu belum buka" ku kerucutkan bibir ku.


"Fakhri, apa kau memiliki dua kepribadian yang berbeda "


"apa maksud mu, Nesha "


"sifat mu selalu berubah-ubah, terkadang kau dingin, terkadang kau jutek, tak jarang juga kau peduli, ada apa sebenarnya dengan mu "


"ini lah aku, Fakhri, pria yang kau nikahi satu tahun yang lalu" Fakhri menarik ku agar lebih dekat dengannya.


"Nesha, Kenapa kamu masih saja bertahan di saat perlakuan ku buruk padamu, Kenapa kau tinggalkan pergi saja, tinggalkan pria brengsek ini?"


"kenapa aku harus pergi di saat hatiku sudah begitu terikat dengan mu" mata kami saling beradu, tatapan Fakhri ini baru pertama kali ku temukan.


"kalau misalnya aku yang meminta mu untuk pergi? bagaimana" aku terdiam saat ia mengatakan itu, untuk kesekian kalinya Fakhri mengucapkan kalimat itu


"kenapa kau sangat menginginkan kepergian ku, Fakhri, Kenapa tidak kau biarkan saja aku terus berada di sisimu, tanpa mendapatkan cinta dari mu... aku tidak masalah, asalkan bisa terus bersama mu"


"aku ingin kamu bahagia nes, aku ingin kau bisa menemukan pria yang lebih baik dari aku, aku nggak pantas untuk mu, pergilah dan cari bahagia mu dengan yang lain" aku menggeleng samar di dalam pelukannya, air mataku kembali turun dengan deras.


"kenapa kau tega sekali mengatakan hal itu Fakhri,apa aku begitu mengganggu di hidup mu"

__ADS_1


"iya, kau sangat menggangu ku..." ku telan Saliva ku susah payah.


"kau sangat menggangu perasaan ku Nesha,kau mengusik ketengan ku dengan terus hadir di pikiranku, apa kau tidak lelah terus berada di kepala ku" aku tertuksi mendengar kalimatnya, apa lagi ini, Kenapa setiap ucapannya selalu sulit untuk ku cerna.


"kau mencintaiku Fakhri?" ku beranikan diri menanyakan hal itu, Fakhri diam, ia enggan menjawab, perlahan wajahnya mendekat, dan...


satu ciumannya berhasil mendarat di bibir ku, jantungku berdetak tidak karuan, aku semakin di buat bingung dengan sikap pria itu.


"tidur lah dan berhenti bertanya" pria itu semakin mendekap ku, kaki ku sudah terkunci oleh kakinya, matanya terpejam, tapi aku tak bisa memejamkan mata, ucapannya barusan selalu berputar di kepala.


Fakhri POV


sudah dua bulan aku tidak pulang, aku merindukan vanesha, sangat merindukan vanesha. merindukan istri pertama ku, arghhh, aku terjebak di antara Laras dan vanesha,saat menikahi vanesha aku sempat mengira tidak akan pernah jatuh hati padanya, tapi aku salah, aku justru terperosok jauh Di dalam pesonanya, kesabarannya, ketulusannya, cintanya, semua tentang dia aku suka, bagaimana mengatakan Padanya jika aku mencintainya tapi tak mungkin bersama dengannya, bagaimana cara ku mengatakan Padanya jika aku tak sanggup ada di sisinya, ia akan terluka lebih dalam jika terus bersama ku, ia akan terus tersakiti dengan sikap ku.


hanya satu yang dapat ku pertahankan, hanya Laras yang ku jadikan satu-satunya, karena Laras tidak memiliki siapapun kecuali aku, sedangkan Nesha, Nesha memiliki begitu banyak orang yang mencintainya, Ali tidak akan kawatir jika kami berpisah nanti.


"Aku mencintaimu istri ku"


"maafkan aku" ku bubuhkan lagi ciuman di pucuk kepalanya


Nesha POV.


ku renggangkan otot-otot ku yang terasa kaku. tak ku temukan lagi Fakhri di samping ku, ada apa sebenarnya dengan ku


"apa tadi malam aku bermimpi di dalam mimpi"


"fakri"


"Fakhri "

__ADS_1


"FAKHRIIIIIIII"


"Fakhri " berkali-kali ku teriakan namanya, tapi pria itu tak kunjung datang, Ali Benar-benar bermimpi, aku benar-benar merindukannya sampai akhirnya aku memimpikannya, ku sibak rambut ku yang berantakan.


"Ternyata hanya mimpi, Fakhri tidak benar-benar ada di dalam pelukan"


"fakri, pulanglah, aku merindukanmu, pulanglah walaupun kau bersikap acuh lagi seperti biasanya, aku tak masalah Fakhri, asalkan kau ada"


...


Fakhri POV


sebelum Nesha terbangun, aku sudah pergi lebih dulu, aku tak sanggup terus melemah jika bersamanya terlalu lama, aku ingin melupakan dia, aku juga dia ingin menyerah menunggu ku dan memilih pergi, Aku tau ini menyakitkan untuk nya, tapi setidaknya sakitnya itu tidak akan lebih dari saat ia tau jika aku sudah menduakannya.


"maafkan aku Nesha, maaf" berulang kali ku pukuli setir mobil untuk melepaskan emosiku. hujan yang turun di pagi hari membuat jarak pandang ku terhalang, belum lagi mata yang berembus karena air mata. mobil truk oleng di depan tak dapat lagi tertangkap pandang ku banting setir untuk menghindarinya namun naas, aku tak sanggup mengendalikan mobil ku, pembatas jalan yang tingginya hanya sekitar satu meter, rusak karena ku tabrak, mobil yang ku tumpangi gimana kendali dan jatuh ke jurang yang dalamnya tidak ku ketahui, cairan merah dingin dapat ku rasakan sudah mengalir di area Wajah ku, perlahan penglihatan ku memburam dan gelap total.


"vanesha, ak--aku mencintaimu, bahagilah istriku"


....


Nesha POV


sejak tadi pagi Kenapa perasaan ku jadi gelisah seperti ini, ada apa dengan ku, pekerjaan ku tidak selesai juga karena pikiran yang kacau.


"Nesha, sudah di cek novel yang terbit bulan depan"


"oh sebentar bel, aku akan cek segera" Aku jadi merasa tidak enak hati dengan bela, karena kondisi ku yang sedang tidak mood, pekerjaan jadi tertunda juga.


sekeras apapun aku berusaha mengalihkan fokus ku pada pekerjaan, sama sekali tidak membuat ku beralih memikirkan Fakhri, seperti ada yang terjadi pada suami ku itu, aku hanya selalu berdoa, di mana pun dia semoga selalu dalam lindungan Allah.

__ADS_1


"ya Allah, jagalah Suami ku di mana pun dia berada, jangan biarkan hal buruk terjadi padanya"


ponsel ku berdering


__ADS_2