
lima tahun kemudian
"Nadia, jangan lari nak"
"iya mah" anak ku itu sangat lincah, usinya baru empat tahun, dia pintar seperti papanya, aku dan suamiku putuskan untuk memberi nama Nadia untuk panggilannya. dan sekarang aku kembali hamil besar gara-gara kelakuan suamiku, aku tersenyum saat kulihat pria berwajah pucat dengan kulit putih bersih yang selalu membuat ku tidak percaya diri, ia mendekat dan memeluk ku, di ciumnya penuh hangat kening ku, tangan besarnya pun mengusap perut besar ku, kandungan ku sekarang sudah masuk usia delapan bulan.
"pasti capek, ya" dia mengangguk, ku ambil alih tas kerjanya dan ku letakkan di ata meja makan
"tapi capeknya hilang setelah pulang dan melihat mu" dia selalu saja bisa membuat ku salah tingkah seperti ini, aku masih tidak percaya dengan sifatnya yang satu ini, bertahun-tahun kamu mengenal sebelum menikah dan baru ini aku tau kalau dia sangat suka menggombal, aku berharap gombalannya itu hanya untuk ku saja.
"bisa aja kamu, udah sana mandi , aku mau selesain kan ini dulu " Ali berbalik membelakanginya,ku nyalakan lagi , bukannya pergi, pria yang menikahi ku delapan tahun lalu itu kini melingkar kan tangannya di pinggang ku, kepalanya di letakkan di atas pundak ku.
__ADS_1
"sayang, mandi gih, biar segar kamunya," aku bisa rasakan gelengannya, pria pucat ini benar-benar manja, sana saja dengan putri kecil kamu yang berusia empat tahun itu.
"aku mau peluk kamu" di berbisik di telinga ku.
"iya nanti peluk lagi kalau mau tidur, ya, sayang"
"nggak mau, aku mau peluk terus kaya gini" baiklah aku mengalah, dia benar-benar manja, sebenarnya jika sudah tidak ingin lepas, itu berarti dia akan pergi keluar kota dan meninggalkan aku dan anaknya, makanya dia terus menempel
...
aku tidak tau dan tidak juga ingin tau bagaimana kabarnya sekarang, setelah resmi bercerai dari Fakhri, aku dan dia tidak pernah bertemu lagi, kabarnya pun seperti hilang di telan bumi, aku tidak peduli, sekarang aku sudah bahagia dengan suami dan anak ku, sekarang pun aku sedang menanti kehadiran anak kedua yang katanya laki-laki, semoga saja benar, jadi sekarang Ali sudah memiliki sepasang anak laki-laki dan perempuan.
__ADS_1
"kamu mau ke Kalimantan?" suami ku Mengangguk, wajahnya cemberut.
"iya sayang, mungkin aku pulang Minggu depan" ucapnya begitu malas
"aku bakal ninggalin kamu lagi sama anak-anak" aku tersenyum hangat, dia begitu menyayangi kamu, aku bersyukur bisa menjadi istrinya dia pria baik hati.
"sayang, tidak papa, kan hanya satu Minggu " kubtaih tangannya di atas meja, ku genggam Dengan erat.
"tapi aku pasti kangen kalian, sayang "
"sayang ku, hanya satu Minggu,kita bisa video call kan?" ku naikkan satu alis ku menunggu responnya.
__ADS_1
"iyaa iya, tapi janji ya vc terus "
"he em, sayang "