
"FAKHRI" bentak Nathan Kaka vanesha, Fakhri hanya melirik sesaat.
"maaf, saya nggak bisa lanjutkan pernikahan ini, saya mencintai wanita lain , dan saya juga sudah menikahinya" Nesha di sampingnya tidak bisa berkata-kata lagi, ia Hanya mampu menutup mulutnya.
"kamu ngomong apa Fakhri, jangan mempermainkan pernikahan seperti ini" bentak Farah ibu Nesha.
"maaf mah, Fakhri serius, Fakhri sudah menikah lagi, wanita itu ada di sana, Raisa, istri kedua dan akan menjadi istri satu-satunya untuk Fakhri" mereka semua membalik wajah, ada seorang wanita berwajah pucat yang duduk di kursi roda.
"Fakhri, aku mohon jangan" ucap Nesha lirih, mata wanita itu sudah basah.
__ADS_1
"maaf nes, kita harus mengakhiri semuanya, aku nggak bisa melanjutkan pernikahan kita, maafkan aku" Nathan sudah ingin melangkah maju, tali Raisa menarik ujung baju bagian belakang yang pria itu gunakan
"jangan sakiti dia, jangan lukai suami ku, aku mohon"
"argghhh" teriak Nathan, pria itu begitu ingin menghajar Fakhri yang sudah berani mempermainkan adiknya.
"aku nggak bohong nes, dia istri ku, kamu menikah satu hari setelah kita menikah, dan aku mencintai Raisa, sangat mencintai nya, maaf "
"kamu bohong Fakhri, kamu bohong" nada suara wanita itu mulai meninggi.
__ADS_1
"maaf, karena telah mengecewakan kalian " Nesha memeluk Fakhri, pria itu diam, sangat ingin ia angkat tangan untuk membalas pelukan istrinya, tapi Fakhri tidak lakukan, ia tidak ingin keputusannya berubah hanya karena Perasaan pada wanita itu
"saya Fakhri Ramadhan,malam ini---"
NGGAK, JANGAN, AKU NGGAK MAU DI CERAIKAN, AKI NGGAK MAU FAKHRI " Nesha meronta-ronta di dalam pelukan pria itu.
"aku nggak mau kita pisah, aku mencintai kamu Fakhri, aku mohon jangan ceraikan aku, aku mohon "
"maaf Nes, aku nggak bisa, keputusan sudah bulat, kota berpisah, dan jalani hidup masing-masing " tangisan Nesha tidak mampu lagi aku dengar, aku mencintai Nya, aku mencintai istri ku, tapi aku tidak ingin ia terluka lebih dalam lagi karena sikap ku, ku palingkan wajah mengelakanginya, air mata ku menetes, sakit sekali mendengar suara Isakannya. ku relakan Dia dengan orang lain dari pada terus dengan mu si manusia yang tidak berguna ini, aku berharap dia bahagia dengan pilihannya walaupun tidak dengan ku, untuk Raisa, aku tidak tau apa perasaan ku Padanya masih sama, dulu aku sangat mencintainya, kami bertemu saat duduk bersama di bangku sekolah menengah pertama, tidak ada gadis yang bisa membuat ku tertawa saat itu kecuali dia, Raisa wanita yang berbeda dan aku sudah katakan padanya akan menikahinya setelah aku bekerja. tapi alangkah terlukanya hati Raisa saat ku katakan padanya jika aku sudah di jodohkan dengan seorang wanita pilihan ibuku, malam itu ia pergi dengan keadaan prustasi, hujan turun dengan deras mengguyur kota, saat ia ingin menyebrang jalan Ali sudah menemukannya yang memang sudah ku cari kebersamaannya, saat ingin menghampirinya justru mobil sedan hitam yang lebih dulu menyapa tubuhnya, Raisa terlempar sejauh 20 meter dari lokasi kejadian, kecelakaan itu yang membuat Raisa harus kehilangan kemampuan berjalannya, aku terpukul dan merasa bersalah, tepat satu jaru setelah aku mengucap kabul untuk Nesha, aku pun mengucap kabul untuk Raisa
__ADS_1