Aku Istrimu Bukan Patung

Aku Istrimu Bukan Patung
menceraikan vanesha


__ADS_3

sejak pertama ia datang kerumah sakit, wanita yang ada di kursi roda baru Nesha sadari kehadirannya, wanita itu selalu ada di sekitar ruang rawat suaminya, tak jarang Nesha menitihkan air matanya seraya berdoa meminta kesembuhan untuk suaminya.


"mah, wanita itu siapa" Nesha bertanya pada ibu mertuanya, Farah kesulitan menjawab, ia tidak sanggup membayangkan respon menantunya jika tau wanita itu adalah istri ke-dua suaminya.


"mah, dia siapa"


"mah, mas Fakhri sadar" teriak Raisa mengalihkan fokus mereka berdua, cepat-cepat mereka bertiga masuk kedalam ruangan Fakhri.


masih ada masker oksigen di wajahnya, Nesha duduk di sampingnya memegang tangan Fakhri.


"Fakhri, apa yang sakit bilang"


"ne--nesha maaf"


"huusst, jangan bahas apa apa dulu, kesembuhan kamu yang paling penting sekarang.


Nesha mengusap air mata yang turun dari pipi Fakhri, Fakhri melirik wanita yang berada di kursi roda, wanita itu pun juga menangis, ia ingin memeluk dan juga menggenggam tangan Fakhri, tapi sepertinya mustahil, Raisa sadar diri dengan posisinya.


Fakhri POV


air mataku jatuh saat melihat wajah Nesha, rasa bersalah ku pada wanita itu membuat ku semakin yakin untuk menyudahi hubungan kami, mungkin aku dan dia akan sama-sama terluka tapi keputusan ini lah yang terbaik untuk kamu berdua, aku akan segera memberitahu Nesha suao Raisa dan aku akan menjatuhkan talak padanya.

__ADS_1


Nesha tidak beralih sedikitpun dari sisiku wanita itu terus berada di dekatku, ia juga terus melantunkan ayah Al-Qur'an untuk ku.


tak jarang kutemui ia dalam keadaan menangis,baku tida bisa menyakitinya lebih jauh lagi, sudah cukup semua deritanya, Nesha berhak bahagia dan itu bukanlah dengan ku.


"Nesha"


"iya Fakhri, kamu mau apa" Nesha menutup Al-Qur'an nya, ia fokuskan dirinya menatap ku.


"aku mencintaimu Nesha, aku menyayangimu maaf karena sudah menyakiti perasaan kamu selama kita bersama" wanita itu Menangis lagi air matanya turun dengan deras. ia cium berkali-kali telapak tangan ku.


"aku juga mencintaimu Fakhri"


"Nesha, kamu berhak bahagia, kamu tidak pantas untuk laki-laki seperti aku "


aku tersenyum, wajah nya begitu lucu saat merah seperti itu.


"aku ingin memelukmu nes, apa boleh " tidak pikir panjang Nesha langsung memeluk ku, wanita itu terisak sejadi-jadinya di dalam pelukan ku, meskipun sulit aku berusaha membalas pelukannya.


"aku mencinta kamu Fakhri, jangan bikin aku takut lagi dengan kabar seperti ini" Isak Nesha terdengar pilu.


"maaf karena membuat mu khawatir"

__ADS_1


Nesha kembali dudu, ia usap kasar air matanya dengan lengan tangannya.


"jangan menangis nes"


"tangisan ini tangisan bahagia karena kamu sudah sadar "


author POV


Beberapa orang masuk keruangan Fakhri, ada orang tua Fakhri orang tua Nesha dan Raisa juga


Fakhri menghembuskan nafas panjang, dengan bantuan Nesha Fakhri duduk bersandar di atas ranjangnya.


Fakhri POV


sepertinya ini waktu yang tepat untuk memberitahu semua orang tentang hubungan ku dan Raisa, ku tarik dulu nafas dalam-dalam sebelum berucap.


"ada yang ingin aku sampaikan pada Kalian"


mereka semua menatap ku dengan serius.


"apa ngomong aja nak" itu ibu mertuaku.

__ADS_1


"sebenarnya aku inginkan menceraikan vanesha "


__ADS_2