Aku Istrimu Bukan Patung

Aku Istrimu Bukan Patung
rumah sakit


__ADS_3

Untungnya semua hanya prasangka ku saja, nyatanya bukan Fahri yang mengganti bajuku, tapi ibu-ibu tetangga apartemen kami, Fahri memang menyebalkan dengan segala tingkahnya, bisa-bisanya dia bilang kalo dia yang menggantinya, ah, menyebalkan.


Aku tidak bekerja hari ini, aku minta ijin dulu, aku sakit, mungkin karena efek tadi malam. Sudah seharian aku hanya berbaring di atas kasur ku, menggeliat ke sana kemari, kepalaku rasanya mau pecah, tidak ada obat pereda demam di kotak obat milik Fahri, aku bingung harus bagaimana, apa aku harus meminta tolong padanya saja, emang dia mau? entahlah.


Sampai malam tiba, demam ku juga belum reda, barulah aku memberanikan diri menghubungi Fahri, tapi sampai 4 kali panggilan ku ditolak pria itu. Sebegitu tidak penting kah aku di hidup Fahri, rasa sesak di hati karena pria itu menolak panggilan ku di saat aku benar-benar membutuhkan bantuan nya. Aku juga tidak ingin menjadi wanita lemah, aku sakit dan perlu berobat, tadi siang bahkan aku mimisan karena suhu tubuhku yang begitu tinggi, dan malam ini aku putuskan untuk pergi sendiri berobat ke klinik, malam juga belum terlalu larut, aku tidak bisa mengendarai mobil ku sendiri, jadi aku memesan taxi online saja.


Selang beberapa menit menunggu, taxi yang ku pesan kini datang.


Udara malam sangat menyiksa di saat aku demam seperti ini, kembali aku rasakan darah segar mengalir keluar dari rongga hidung ku, sudah biasa terjadi. Jika aku demam dan suhu tubuhku meningkat, aku jadi sering mimisan seperti sekarang, aku menunduk sambil menahan agar darah nya tidak mengotori taxi yang aku tumpangi.


"neng, nggak papa" bapa taksi itu bertanya, karena beliau sempat melihat hidungku mengeluarkan darah, mungkin ia panik juga.


"nggak papa, pak. sudah biasa kalo saya demam kaya gini" aku bisa melihat bapa itu mengangguk anggukan kepalanya


Fahri POV


Banyak kerjaan kantor yang harus aku kerjakan, baru lah aku sempat pulang setelah memastikan tidak ada kerjaan yang tertinggal. Ku longgarkan dasi yang mencekik leherku, mataku menelisik mencari keberadaan Nesha, tapi aku tidak menemukan wanita itu, aku juga baru ingat, tadi ia berkali -kali menelpon, tapi aku tidak menggubris karena pekerjaan ku banyak, tapi di mana wanita itu sekarang. Entahlah aku tidak peduli juga, lebih baik aku mendi dan istirahat.

__ADS_1


Dengan handuk yang masih ada di kepala, aku berdiri di depan pintu kamar Nesha, aku hanya ingin memastikan wanita itu ada di kamarnya tidak keluyuran di malam hari seperti ini.


"Nesha" tidak ada sahutan, kasurnya pun rapi, pintu kamar mandi juga ku buka, tapi hasilnya sama, tidak ada Nesha.


"Nesha" kali ini suara ku mulai meninggi, tapi lagi-lagi hanya ada keheningan malam, balkon juga kosong, Kemana lagi wanita itu, kenapa? ada apa sebenarnya dengan ku, kenapa aku memperdulikannya, biarkan saja ia pergi, bukankah ini yang sejak dulu aku inginkan, aku juga sudah lelah seharian bekerja, memikirkan Nesha hanya membuang-buang waktu ku saja, aku kembali ke kamar untuk beristirahat.


Nesha POV


Aku mendengus kesal, perawat di klinik ini memaksa untuk rawat inap beberapa hari, katanya aku ke kekurangan cairan jadi perlu penanganan serius. Bahkan ia memintaku untuk kerumah sakit besar, mereka menuliskan surat rujukannya untuk ku, mereka juga mengantar aku ke rumah sakit, dan di sinilah aku sekarang, tidur seorang diri di dalam kamar rawat pasien. Aku salah satu manusia yang paling malas ke rumah sakit, aku lebih suka di rumah dan di rawat oleh ibu dan ayah, tapi sekarang aku sudah tinggal jauh dari mereka, aku seorang diri, gadis kecil mereka yang manja harus bisa mengurus dirinya sendiri, tidak ada yang bisa di mintai tolong.


Aku merindukan mereka, entah kenapa aku tiba-tiba menjadi cengeng seperti ini, pipi ku kini basah karena air mata, rasa sesak pun semakin menyiksa hati, Aku perlu seseorang untuk ku genggam tangan nya, aku perlu seseorang untuk ku jadikan tempat bersandar, tapi nyatanya aku sendiri di dalam kamar rumah sakit.


esok harinya


Fahri POV


Sudah pagi dan Nesha belum pulang juga, wanita itu...

__ADS_1


"apa kamu memang suka keluyuran seperti ini, Nes. apa orangtua mu mendidik kamu menjadi wanita yang suka menghabiskan waktu di luar ketimbang di dalam rumah " aku kesal karena sampai pagi Nesha belum pulang juga, kemana dia, apa dia selalu seperti ini.


"dasar cewe murahan, cewe yang nggak betah di rumah ya... sama aja dengan cewe murahan" aku kesal dengan tingkahnya yang seenaknya, apa lagi kata yang cocok untuk wanita seperti itu, selain murahan. Sudah tiga hari nesha tidak pulang, aku juga tidak peduli, setelah dia ingin Kemana dan pergi dengan siapa, emang apa peduliku, ini juga akhir pekan aku tidak ingin membuang-buang waktu dengan terus memikirkan wanita murahan itu. Aku lebih memilih ke rumah sakit menemui dia yang lebih pantas mendapatkan perhatian ku ketimbang Nesha yang hanya bisa membuat ku malu saja.


Nesha POV


Tiga hari sudah aku terbaring lemah di rumah sakit, dua hari terakhir aku benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa, tapi hari ini sudah lebih baik, dokter bilang aku terkena tipes, pantas saja.


Aku juga baru bisa memegang ponsel, tidak ada panggilan masuk dari seseorang yang paling aku tunggu kabarnya. Emang aku siapa di hidupnya sampai menginginkan ia menghubungi dan menanyai keberadaan ku, sepertinya aku tidak sepenting itu di hidupnya, aku memang bodoh, bisa-bisanya aku terus memikirkan seseorang yang tidak pernah memperdulikan ku, menyebalkan memang.


Aku sudah tidak betah di rumah sakit, aku terus merengek pada perawat untuk di ijinkan pulang, akhirnya mereka menyerah dan nanti sore setelah mendapatkan obat aku bisa pulang.


Aku terlalu bosan di dalam kamar, jadi lah pagi ini aku putuskan untuk mencari udara segar di taman rumah sakit.


Ada jarum infus yang menempel pada tangan ku, aku harus berjalan dengan hati-hati. Hari ini rumah sakit nampak ramai, banyak keluarga yang datang menjenguk keluarganya yang sedang di rawat.


Ku susur setiap lorong rumah sakit, sesekali aku juga menyapa orang orang yang berpapasan dengan ku, dari jarak jauh aku melihat sosok pria yang aku rindukan tiga hari ini,

__ADS_1


"Fahri?" aku bertanya tanya, apa itu sungguh Fahri, ada apa dia ke rumah sakit, siapa yang ia jenguk, dan tunggu apa ia datang untuk me jenguk ku? aku tersenyum seperti orang bodoh, pikiran apa itu, tau saja dia tidak, kalo aku terbaring tidak berdaya di rumah sakit, bagaimana mungkin dia datang, tau saja dia tidak jika aku masuk rumah sakit, bagaimana mau menjenguk ku, tapi Fahri juga datang dengan membawa bunga di tangan nya, melihat Fahri yang semakin mendekat, dengan cepat aku bersembunyi.


__ADS_2