
Kencan malam yang indah dengan gemerlap cahaya lampu yang Syadu. Kenan berjalan menghampiri meja bernomor empat tersebut. Meja yang sudah dihiasi dengan nuansa romantis.
Ini adalah hari spesial bagi Kenan, sebab malam ini ia akan berniat melamar kekasihnya yang sudah ia pacari selama lima tahun lamanya.
Di sana, telah duduk dengan Salsa kurang lebih tiga puluh menit lamanya.
"Maaf aku telat, udah lama ya nunggunya." Ucap Kenan berusaha mencairkan suasana, ia tahu Salsa pasti kesal karena ia terlambat datang. Ini bukan kali pertama Kenan datang terlambat saat kencan, ini bahkan sudah kesekian kalinya. dengan segala jenis kesibukan Kenan membuatnya lupa dengan urusan pribadinya sendiri.
Kenan memang tipe pria yang mudah pelupa, oleh sebab itu Malik selaku asisten pribadi yang selalu mengingatkan Kenan tentang apapun agenda yang akan ia lakukan, tidak
kecuali agenda kencan malam ini.
"Aku sudah menunggumu hampir setengah jam Ken." Ucap Salsa kesal.
"Maaf, aku tadi masih ada urusan sedikit di kantor, dan sekarang sudah aku bereskan."
"Selalu itu saja alasanmu tidak pernah berubah. Kamu selalu mementingkan bisnis kamu, sampai kamu lupa dengan janji kamu sama aku." Pekik Salsa.
"Bukan, begitu sayang, i know kamu marah, tapi setidaknya mengertilah dengan kondisi dan posisi aku sekarang. Aku mengurus bisnis keluargaku, karena cuma aku putra mereka, tidak mungkin kakak aku yang mengurusnya." Jelas Kenan.
"Tapi sampai kapan kamu mengutamakan aku Ken? Sampai kapan? Aku juga pengen Ken di manja, diromantisin, di sayang, diprioritaskan seperti teman-temanku yang diperlakukan spesial oleh kekasihnya. Tolong mengertilah Ken."
"Oke, aku siap salah, tapi aku mohon maafkan aku, aku janji tidak akan mengulangi hal ini lagi." Ucap Kenan memohon kepada wanita yang begitu ia cintai.
"Klasik. Kamu sudah sering meminta maaf padaku, tapi nyatanya kamu masih mengulanginya. Percuma Ken kamu siapin semua hal indah ini, kalau kamu telat. Aku muak."
Ucap Salsa kemudian pergi meninggalkan Kenan.
"Salsa." teriak Kenan, tidak peduli suaranya terdengar oleh pengunjung lain saat ia keluar dari private room.
Iya Kenan memang memilih private room sebagai tempatnya berkencan. Sebab disitulah ia lebih leluasa bercerita atau bahkan melalukan hal khusus dengan Salsa tanpa ada orang lain yang mendengar dan mengetahui.
__ADS_1
brukk..
"Au, maaf pak, saya nggak sengaja." Ucap gadis mungil bermata kecoklatan dengan rambut sebahu itu.
"Kamu bisa lihat nggak!!" Ucap Kenan dengan nada tinggi.
"Maaf pak, saya nggak sengaja, lagian bapak yang nabrak saya tadi." Jelas gadis bermata indah itu.
"Kamu ya, pakek ngebantah lagi, jelas-jelas kamu yang nabrak saya. Lihat ini baju saya jadi kotor."
"Maaf pak, saya tidak sengaja."
Kiana hanya bisa membungkukkan setengah badannya untuk meminta maaf kepada Kenan. tiba-tiba pemilik restauran itu pun datang melerai pertengkaran antara pelayan dan pengunjung itu.
"Ada apa itu Pak Kenan?"
"Oh, tolong kamu urus anggota kamu, ajari bagaimana kerja yang bejus." Ucap Kenan ketus kemudian pergi meninggalkan mereka.
"Kia, kamu tahu siapa Pak Kenan itu?"
"Siapa, Pak?"
"Dia adalah pemilik perusahaan properti terbesar di Malaysia dan Indonesia. Masuk golongan sepuluh orang terkaya di Indonesia, bagaimana mungkin kita bisa memberikan pelayan yang tidak memuaskan untuknya saat ia berkunjung ke restoran kita? Mau di letak di mana wajah kita?" Jelas Adam sang penanggung jawab dari restauran berkelas itu.
Kiana hanya bisa menunduk mengaku salah walau sebenarnya ia tidak bersalah.
"Sebagai hukumannya, saya akan memotong gaji kamu."
Kiana mengadakan wajahnya, ia merasa berat hati jika harus kehilangan setengah hanya karena sesuatu yang bukan mutlak kesalahannya.
"Tapi, pak. Ibu saya?"
__ADS_1
"Maaf Kia." Ucap Adam dengan ragu.
***
"Pak, apartemen di jalan ini ya pak?" Salsa menunjukan jalan apartemen kepada supir taksi online yang sudah ia pesan sedari Kenan belum sampai. Salsa memang sudah berniat untuk pergi saat ia tahu Kenan lagi-lagi telat dan mengabaikannya. Maka dari itu dia memesan taksi online untuk pergi dari restoran itu. Salsa sengaja tidak membawa mobilnya saat menuju kencan, karena ia berpikir bahwa sehabis kencan Kenan akan mengantarkannya pulang. Tapi sayang, ternyata kejadiannya menjadi seperti ini.
"Sudah sampai mbak." Ucap supir taksi itu.
Salsa segera masuk dan menekan tombol masuk ke apartemen Chan.
Salsa menekan password dan. " Hai Chan, aku menelpon kamu tidak angkat. Maaf aku lancang masuk saja ke sini." Ucap Salsa sembari melepas sepatunya.
"Bukannya kamu memang selalu ke sini? Kenapa? Apa Kenan menyakitimu lagi?"
Salsa memalingkan wajahnya seolah tidak ingin membahas soal Kenan. " Lupakanlah."
"Ayo dong Sa, cerita."
" Aku sepertinya mulai tidak bahagia dengan Kenan." Ucap Salsa.
"Ia tidak pernah memberikanku kebahagiaan dan kenyamanan. Aku juga butuh semua itu Chan." Jelas Salsa kembali.
"So, apa yang bisa aku lakukan saat ini?"
"Nggak ada, aku cuma pengen cerita itu aja sama kamu."
Chan mendekat, seolah ia telah diberi petunjuk untuk mencari cela bagaimana merebut simpati gadis yang sedari zaman kuliah sudah ia cintai. Chan memang memang mantan Casanova seakan tertantang untuk mendapatkan hati Salsa gadis yang tidak pernah meliriknya sebagai seseorang yang spesial di hatinya. Bahkan ialah salah satunya gadis yang tidak tertarik dengan pesona Chan yang memiliki raut wajah keturunan China Malaysia.
"Aku akan membuatmu bahagia, Sa." Chan mendekat dan itu membuat Salsa diam terpaku.
****
__ADS_1
Hai Jangan lupa like, comen n vote ya. terima kasih