
Hari ini Kiana berangkat pagi sekali, ia tidak ingin kehilangan momen spesial dalam hidupnya. Penantiannya selama ini akhirnya terwujud di hari ini. Sudah hampir lelah menghitung bulan, Kiana menunggu jawaban CV permohonan pekerjaan di salah satu perusahaan properti ternama di Jakarta, dan memiliki cabang yang juga ternama di Malaysia. Setelah beberapa purnama terlewati akhirnya hari ini Kiana di panggil ke kantor untuk interview.
"Sarapan dulu Kia."
"Kia sudah lambat Bu. "
"Hai, kau ini memang degil, tidak pernah menurut apa kataku, sangat beda dengan Kiara yang selalu menurut apa kata Ibu, kalau kamu sakit macem mana? Siapa yang repot?" Ucap Ibu yang sedikit berlogat Melayu pesisir.
Ibu, memang memiliki perilaku yang berbeda jika dihadapkan kepada dua anak kembarnya, Kiana dan Kiara.
Ibu Santi memang lebih menyanyi Kiara dibanding Kiana. Karena Kiara sangat mirip dengannya, sedangkan Kiana sangat mirip dengan sang Ayah, dan sang Ibu sangat membenci ayah dari anak-anaknya itu. Sebab apa? Sebab Sang Ayah telah menyakiti hati sang ibu dengan cara berselingkuh.
"Tapi Kia udah telat, Bu?" Ucap Kiana lirih.
"Kau ini.." Belum sempat Ibu melanjutkan ucapnnya, Kiana langsung mengambil sepotong roti panggang, dengan olesan selai coklat di dalamnya.
"Kia pergi dulu Bu, jangan marah-marah lagi ya, nanti jelek loh."
"Hemmm, yelah, sudah sana pergi."
Kiana pun pergi dengan berjalan kaki menuju halte bus yang akan ia naiki. Kiana memang bukan anak orang kaya. Ia dan keluarga hanya tinggal di sebuah rumah susun dengan menyewa sebuah ruko kecil untuk sang Ibu berjualan Bakmie dan bakso. Sedangkan sang ayah sudah pergi karena diusir oleh sang Ibu.
Di rumah sang Ibu bergantung hidup dengan Kiana dan Kiara. Kiara sendiri bekerja sebagai guru di SMA Negeri dekat mereka tinggal. Sedangkan Kiana sendiri hanya seorang pelayan restauran, mengisi kegiatan agar tidak terlihat pengangguran selepas tamat kuliah. Kiana juga malu dengan Kiara yang begitu tamat kuliah langsung mendapatkan pekerjaannya sesuai dengan jurusan yang ia ambil di perkuliahan. Sedang Kiana yang semasa kuliah mengambil jurusan ekonomi manajemen pun masih kesulitan mendapat pekerjaan yang sesuai seperti apa yang ia inginkan.
Hari ini, CV Kiana diterima oleh sebuah perusahaan properti terbesar di Indonesia. Kiana melamar di bidang sekretaris.
***
"Malik, Lo udah siapin semua keberangkatan untuk aku ke Malaysia?"
"Sudah Ken, semua sudah beres, aku sudah menyiapkan pesawat pribadi untuk Lo berangkat ke sana. Oya, ingat ya Ken, kita di sana itu, satu bulan. Jangan kamu balik sebelum satu bulan hanya karena Salsa. Karena itu akan membuat tender kita batal." Ujar Malik, mencoba mengingatkan sahabatnya yang sempat melakukan kegilaan di pertemuan tahun lalu.
"Iya, gue tahu." Kenan pun pergi meninggalkan Malik. Malik pun membuntuti langkah Kenan. Dipertengahan jalan Malik di hadang oleh salah satu rekan kerjanya yang ditugaskan untuk menyeleksi calon pekerja di perusahaan tersebut.
"Pak Malik."
__ADS_1
"Iya, ada apa Rin."
"Pak, saudara Kiana sudah menunggu di ruang tunggu bapak, siap untuk di interview."
"Oh, oke baiklah, saya akan ke sana." Malik pun putar arah, dan tidak jadi membuntuti Kenan, ia pun kembali menuju ke ruangannya.
"Sesampainya di ruangan, Malik sudah di sambut oleh Rini dan juga Kiana."
"Pak, ini Kiana,.calon sekretaris yang CV nya memenuhi kriteria kita."
"Oh, oke. Boleh tahu nama lengkapnya siapa?"
"Kiana Putri, Pak."
"Kenapa kamu memilih pekerjaan ini." Tanya Malik.
"Karena saya membutuhkan pekerjaan ini untuk menyambung hidup pak, saya tulang punggung keluarga. Ibu saya janda, hanya dengan bekerja di sini lah saya bisa menopang hidup keluarga saya. " Jelas Kiana apa adanya.
"Kamu bisa bekerja di perusahaan ini dengan giat dan mempunyai jiwa loyalitas yang tinggi untuk perusahaan ini?"
"Iya pak. Saya siap untuk semuanya."
Malik meninggalkan mereka yang masih berdiskusi sembari berjalan keluar.
"Hai, perkenalkan, nama saya Rini, saya sekretarisnya Pak Malik. Saya akan memperlihatkan mu di mana ruang kerjamu, dan siapa bos mu."
"Nama aku Kiana, panggil saja aku Kia. Siapa emangnya bosku?"
"Yang jelas kamu lebih tinggal dariku, karen bos kamu adalah CEO di sini. Namanya Pak Kenan, orangnya sangat keras kepala dan cuek."
"Benarkah?"
"Iya, benar sekali, oh ya. Ini ruangmu, dan ini adalah beberapa pekerjaanmu yang belum terselesaikan. Oya, bersiaplah untuk besok. Karena besok kamu akan mendampingi pak Kenan."
Kiana pun hanya mengangguk. Ia berusaha memahami beberapa pekerjaannya, ia merapikan meja kerjanya agar lebih semangat dalam bekerja, ia menempel kertas warna sebagai pengingat jadwal.
__ADS_1
Sudah hampir tiga jam Kiana berada di kantor ini. Namun ia masih belum bertemu dengan bos nya yaitu Kenan. Ia menjadi serba salah dan bingung apa yang harus ia kerjakan besok ketika di Malaysia. Ia juga penasaran dengan wajah pemimpinnya itu seperti apa.
Tiba-tiba lamunan Kiana tersentak oleh hentakan sepatu yang berjalan melewatinya. Seorang lelaki dengan jas berwarna hitam itu bersama dengan Malik. Kemudian Malik pun memanggil Kiana.
"Permisi, Pak."
Kenan hanya mengangguk, tanpa senyum tipis sekalipun.
" Pak Kenan, perkenalkan ia adalah Kiana Putri sekretaris baru Pak Kenan."
"Kamu bisa kerja?" Tanya Kenan spontan pada Kiana.
"Bisa pak."
"Bersiaplah besok untuk ikut denganku mengurus tender besar di sana. Seluruh fasilitas sudah ditanggung oleh perusahaan. Kita akan berangkat pukul delapan pagi, saya harap kamu tidak terlambat. Mengerti Kiana?" Jelas Kenan.
"Mengerti Pak."
"Bagus, sekarang kamu boleh keluar."
Kiana pun keluar dari ruangan tersebut, dan Kenan langsung menghentikan nafasnya dengan kasar.
"Kenapa Ken? Sakit?"
"Gue deg degan bro."
"Lah, kenapa? bukannya loh sering berhadapan dengan wanita?"
"Ini berbeda, kamu tepat dalam mencari sekretaris untukku. Orang seperti itulah yang aku cari. Dia masih punya urusan denganku." Jelas Kenan.
"Urusan apa."
"Gara-gara dia aku jadi kehilangan jejak Salsa malam itu, dan sampai sekarang Salsa masih enggan aku temui. "
"Kenan, Kenan. Urusan kecil seperti itu saja kamu permasalahin sih. Yakinlah semua sudah takdir Ken. Mungkin saja Salsa memang bukan jodohmu, lagian ya Ken kamu sama dia itu nggak cocok. Kamu cuek dia baper, sedikit-dikit banyak kepo nya. haha" Canda Malik berusaha mencairkan suasana.
__ADS_1
"Oya Ken, kenapa Lo bodoh amat sih, Lo jadi masak GPS di ponsel Salsa?" "
Kenan pun terkejut bahagia, ia terasa memberikan informasi yang sangat bahagia.