Alien In Love

Alien In Love
Prolog


__ADS_3

Seperti di pagi hari sebelumnya, rutinitas pekerja akan mulai padat jika sudah hari Senin. tak terkecuali Seorang wanita cantik berpakaian formal yang dengan kecepatan ekstra melangkahkan kakinya yang jenjang masuk ke sebuah gedung perkantoran.


"Pagi Alexa... Sepertinya hari ini kau terlambat lagi sayang?" Seorang Resepsionis yang bertugas di pintu Utama menyapa Alexa dengan senyuman mengejek.


"Pagi Cantik. Jangan menyapaku kalau niatmu hanya untuk mengejekku!" Alexa mengangkat telunjuknya kearah Clara, tidak ada kemarahan dalam perkataannya, semuanya diucapkan dengan gurauan. Alexa pun mendekat kearah Clara dan mencubit gemas pipinya yang gembil.


"Awww.. Kau ini suka sekali mencubit pipiku, bagaimana kalau make up ku luntur Nona Simpson?" Clara menyebikkan bibirnya sambil mengusap-usap pipinya yang sedikit panas karena ulah Alexa.


Tanpa menghiraukan kekesalan Sang Resepsionis Alexa pun bergegas menuju Ruangannya setelah menjulurkan lidahnya ke arah Clara.


***


Deadline hari senin itu memang benar-benar memuakkan bagi Alexa. Tumpukan Pekerjaan yang tersisa di akhir weekend kemarin maish belum semuanya terselesaikan dan kini sudah ada tumpukan baru lagi yang harus dia kerjakan.


"Astaga, entah kapan selesainya semua pekerjaan ini." Alexa menumpu kepalanya dengan kedua telapak tangannya dan memejamkan matanya kelelahan.


Drtt.. Drtt..

__ADS_1


Bunyi Dering ponsel mengejutkan Alexa. Alexa menggerakkan kursinya yang beroda itu ke arah kanan, tempat ponselnya berada saat ini.


Sebuah nama yang muncul di Ponselnya membuat wajahnya yang semula kusut, tampak berubah menjadi bersemangat kembali.


...Matthew Calling...


"Hai Dear, Bagaimana kabarmu hari ini?" Bariton suara laki-laki itu terdengar dari seberang sana.


"Aku baik Matt, bagaimana denganmu?"


"Tuhan masih menyertaiku Dear"


"Aku akan menjemputmu nanti sore Dear. Tunggu Aku!" Ada penegasan di akhir kalimatnya.


"Kalau kau lelah tidak perlu Matt, aku bisa pulang naik-"


"No!. Tidak ada penolakan kali ini Dear!" Suara Matt menginterupsi sebelum Alexa menyelesaikan kalimatnya.

__ADS_1


"Hmm.. Baiklah." tidak ada alasan lagi untuk Alexa menolaknya jika sudah seperti itu.


"Aku tutup teleponnya ya sayang, See you Dear"


Alexa hanya diam dan mengganggukkan kepalanya seakan-akan Matthew sedang dihadapannya saat ini.


Alexa menjauhkan telepon dari telinganya dan kemudian memandangi Foto Seorang laki-laki yang dia jadikan wallpaper di ponselnya itu. Senyuman manis berlesung pipi yang beberapa bulan ini menjadi mood boosternya.


"Matt.. andai saja kita tidak berbeda, apa kita bisa selalu bahagia dan bersama selamanya?" Batin Alexa bermonolog sambil mengusap gambar Matt di ponselnya. Tak terasa Setetes cairan bening tanpa sadar lolos dari kedua mata Alexa.


**diwaktu yang sama tapi ditempat yang berbeda**


Seorang laki-laki yang baru saja meletakkan Ponselnya ke atas meja kerjanya, menyandarkan tubuhnya ke sandaran kursi sambil sesekali memijit pelipisnya yang terasa begitu berat.


Pikirannya dipenuhi wajah seorang Wanita Cantik bermata Perak yang menolongnya dengan tulus beberapa bulan yang lalu. Alexa Simpson, nama yang dia sendiri tidak tahu sejak kapan wanita itu mulai bertahta dihatinya.


Matthew membuka matanya dan menegakkan kembali posisi duduknya. Matanya memandang lekat ke arah Layar Komputer Lipat yang sejak tadi bergerak menayangkan slide demi slide gambar keakraban dan kemesraan antara dirinya dan juga Alexa beberapa bulan ini. Bibirnya tersenyum saat Slide terakhir menampilkan gambar Alexa dengan senyum riangnya yang seakan tanpa beban.

__ADS_1


"Tunggu aku Dear... Aku akan pastikan kita bersama sekalipun dunia kita berbeda."


__ADS_2