Alien In Love

Alien In Love
Bab 2


__ADS_3

**Sore Hari


 


Tak terasa haripun beranjak petang. Semua berkas dokumen dan deadline pekerjaan hari ini sudah terselesaikan dengan baik oleh Alexa. Wanita itu merapikan kembali tata letak mejanya yang tidak beraturan. Menyusun berkas-berkas disatu tumpukan kemudian memasukkannya kedalam laci nakas dan terakhir mematikan Komputernya sebelum benar-benar meninggalkan ruangannya.


 


Di luar gedung, Seorang Pria berkacamata hitam berwajah tampan menyandarkan bokongnya pada bagian depan mobil. Kakinya disilangkan dengan kedua tangan yang berlipat didepan dadanya. Mengenakan Kemeja Putih yang tangannya sudah tergelung sampai kesiku. Matanya sibuk memperhatikan ujung sepatu pantofelnya yang mengkilap. Sampai sebuah kaki bersepatu heels tepat berada dihadapannya.


 


Seulas senyum tercetak jelas diwajah sang Pria saat dirinya mendongakkan wajahnya tepat ke arah Wanita Cantik berblazer Peach yang saat ini berdiri dihadapannya. Tangannya pun terulur untuk menarik Sang Wanita kedalam dekapannya.


 


“Aku merindukanmu, Dear” ucap matthew sambil mengecup mesra puncak kepala Alexa dengan penuh cinta. Alexa pun tersipu dalam dekapan hangat sang kekasih, “Aku juga merindukanmu, Matt” tangannya pun melingkar kepinggang Matthew membalas pelukannya dengan erat.


 


“Sampai kapan kita akan berpelukan seperti ini Matt?” suara Alexa menginterupsi kegiatan mereka saat ini. Matthew pun terbahak menanggapinya dan segera menjauhkan tubuh yang ada didekapannya walaupun sebenarnya enggan untuk menyudahinya.


 


“Kau ini menggemaskan sekali, Dear” Matthew mencubit hidung mungil Alexa. “Kau menyakitiku Matt!” protes Alexa mencebikkan bibirnya seraya mengusap hidungnya yang memerah karena ulah Matt.


Cup.

__ADS_1


Matthew mencium hidung Alexa yang tadi dicubitnya. “Sudah sembuh”. Alexa pun menganggukkan kepalanya dan seketika wajahnya menyemburkan rona merah atas sikap yang baru saja dilakukan sang Kekasih. Ada rasa berdesir di hati Alexa atas perlakuan Matthew saat ini.


 


**


 


Sesampainya di apartemen, Alexa langsung bergegas ke kamarnya untuk membersihkan dirinya dan mengganti pakaiannya dengan yang lebih nyaman. Sedangkan Matthew duduk tenang menantikan kegiatan Alexa sambil menonton Televisi.


 


Dua puluh menit kemudian, Alexa yang mengenakan tshirt longgar dan celana pendek keluar dari kamar dan mendaratkan tubuhnya disamping Matthew. Wajahnya tampak segar, pun harum sabun mandi menyeruak di hidung Matthew. Lelaki itu menarik satu tangan Alexa dan menangkupnya dengan kedua tangannya.


 


“Tidak ada yang menarik sayang.” Jawab Matt. Tangannya masih sibuk menggenggam Alexa.


“OH.. ayolah Matt, katakan apa saja aku akan mendengarnya” Pinta Alexa memelas, kali ini lengkap dengan puppy eyes andalannya.


Matthew melipat salah satu kakinya dan memutar badannya agar bisa nyaman berhadapan dengan Alexa. Tangannya terjulur merapikan anak rambut Alexa dan menyelipkannya dibelakang telinga.


“Apa yang ingin kau dengar?”


“Apapun itu.”


“Tapi berjanjilah setelah aku ceritakan semuanya kau tidak akan memikirkannya!” Pinta Matthew memandang lekat Alexa. Alexa pun menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


Matthew menghela nafasnya kasar. “Pada intinya, mereka tidak pernah merestui hubungan kita.” Ucap matt pada akhirnya. Seketika Tangan Alexa yang saat ini masih berada di genggaman Matthew melemas dan berusaha menariknya dari genggaman laki-laki itu, tapi Matthew menahannya dengan memperkuat genggamannya. Matthew melihat mata Alexa yang sudah mulai berembun dan siap meluncurkan tetesan air.


 


“Tolong dengarkan dulu penjelasanku Dear. Bukankah kau berjanji untuk mendengarkan apapun?” Alexa menundukkan kepalanya, ucapan Matthew tadi walaupun hanya beberapa kata tapi cukup menghempaskan mimpi yang telah dia bangun beberapa bulan ini. Matthew mengangkat dagu wanita itu agar mendongak dan mau menatapnya. Beberapa saat tatapan mata mereka terkunci dan Alexa pun menganggukkan kepalanya.


 


“Bangsaku tidak akan  pernah merestui hubungan apapun yang bukan berasal dari sesama kami. Apalagi berkaitan dengan kalian Para Manusia.” Kedua tangan mereka masih saling bertautan, ada hening melingkupi keduanya sesaat sebelum Matthew melanjutkan perkataannya. “Dan mereka memintaku untuk melanjutkan Perjodohanku dengan Liona”.


 


Ada yang tercekat dikerongkongan Alexa mendengarkan kata Perjodohan itu. Ya, sedikit banyaknya Matthew sudah memberitahu dan menjelaskan asal-usul dan kehidupan budaya  Bangsa mereka para Alien. Mulai dari mereka yang tidak semuanya menyukai Manusia, dan juga Perjodohan mereka sesama bangsa Alien.


“Oh Tuhan, ternyata yang selama ini aku takutkan benar-benar terjadi. Perbedaan ini sungguh menyakitkanku.” Alexa membatin. Airmata yang sedari tadi ditahannya lolos begitu saja meluncur diwajahnya yang seketika sendu.


 


“Maafkan aku Dear” Mathew menarik Alexa untuk masuk kedalam dekapannya, dilabuhkannya kecupan di puncak kepala Alexa. Didekapnya tubuh mungil itu seraya mengusap punggungnya berusaha meredakan kesedihannya dengan mulut yang tak hentinya menggumamkan kata Maaf.


🥨🥨🥨


Catatan Penulis:


Hai semuanya, bagaimana dengan cerita AIL sejauh ini? apakah mengesankan? mohon maaf jika ada typo, karena ini cerita pertama saya. Saya akan senang sekali jika teman-teman Readers mau memberi masukan apa yang kurang dari cerita saya ini. Karena komentar kalian sangat membantu saya lebih baik lagi untuk berkarya.


Jangan lupa Like dan Vote Cerita aku ya man-teman😘.

__ADS_1


__ADS_2