
“Alexa” Suara seorang pria yang tak asing diindera pendengarannya membuatnya memutar badan ke arah suara. Dalam hitungan detik Alexa sudah mengahmburkan dirinya ke pelukan Pria itu.
Lelaki berperawakan tinggi tegap menggunakan setelan jas formal dengan kacamata bertengger dihidung mancungnya itu merentangkan tangannya menyambut Alexa kedalam pelukannya.
“Harley.. aku merindukanmu” lelaki itu membalas pelukan Alexa tak kalah eratnya seraya mencium puncak kepala Sang adik dengan sayang.
Harley Simpson, kakak satu-satunya dan merupakan keluarga Alexa yang tertinggal setelah Ayah dan Ibunya meninggal. Semenjak kakak laki-lakinya itu berkeluarga intensitas pertemuan mereka sangat terbatas, ditambah lagi Alexa yang memilih untuk tinggal sendiri di Apartemen.
Terlebih lagi karir Harley sebagai advokat muda yang cukup bersinar dan terkenal beberapa tahun terakhir ini membuatnya teramat sangat sibuk sampai tidak ada waktu mengunjungi adik kesayangannya ini.
“Aku juga merindukanmu gadis manja”. Alexa memberengut mendengar jawaban sang kakak yang tidak pernah berubah memanggilnya dengan sebutan gadis manja.
Clara dan Alisha tersenyum ditempatnya duduk saat ini. Menikmati pemandangan kedua kakak beradik yang sedang melepas kerinduan yang sama sekali tidak menghiraukan tatapan ingin tahu orang-orang sekelilingnya.
“Sejak kapan kakak di Paris? Kenapa tidak pernah meneleponku? Apa kau sudah lupa dengan adikmu yang cantik ini? Apa Natalie melarangmu untuk menemuiku? Benar-benar kau ini kakak yang tidak punya perasaan!” alexa tak berhenti mengutarakan kekesalannya dengan memukul-mukul kecil bahu Harley bahkan dia mengutarakan kata-kata sepanjang itu hanya dengan satu tarikan nafas, yang membuat harleypun geleng-geleng kepala dengan sikap adiknya yang tak berubah.
Harley menyentil kening Alexa karena adiknya tak juga berhenti bicara. “Sudah? Apa sudah cukup bicaranya?”, “Apa kau tidak lelah berbicara seperti itu tanpa menarik nafas?” lanjutnya lagi. Harleypun merengkuh kembali sang adik kedalam pelukannya seraya mengucapkan kata maaf berkali-kali.
“hey! Mau sampai kapan kalian berdiri berpelukan seperti itu?” teriak Alisha menyudahi drama kakak beradik didepannya ini. Alexapun mengajak Harley untuk duduk bersama dengan kedua sahabatnya.
“Bagaimana kabar kalian, Clara, Alisha?” harley menyapa satu persatu sahabat adiknya sebelum mendaratkan tubuhnya ke kursi. “Tentu saja baik Harley” jawab clara dan mendapat anggukan setuju dari Alisha.
“Suatu kebetulan sekali bertemu denganmu disini kak, apa yang kaulakukan disini?” tanya Alexa.
“Aku baru saja bertemu Klienku beberapa saat yang lalu, dan tidak sengaja aku melihat kalian disini” ucapnya dengan tangan mangusap kepala Alexa.
“Gimana kabar Natalie dan keponakanku?” tanya Alexa lagi.
__ADS_1
“Mereka baik tentu saja” jawab Harley.
Mereka pun mengobrol panjang lebar tentang banyak hal. Dan tanpa terasa waktupun berlalu begitu saja. Clara dan Alisha pun berpamitan untuk pulang lebih dulu, karena Suami dan juga tunangan mereka sudah menunggu keduanya di Lobby Mall itu.
Tinggalah kedua kakak beradik yang masih meluapkan kerinduan karena hampir setahun mereka tidak bertemu. Keduanya memanfaatkan kesempatan hari ini untuk bercerita tentang kesibukan masing-masing.
"Jadi, kasus apa yang sedang kau tangani sekarang Harley?" tanya Alexa. Yang Ia tahu kakaknya ini merupakan salah satu advokat handal di perancis. tak sedikit Kasus yang berhasil diselesaikan dan dimenangkan olehnya.
"Saat ini aku dan teamku sedang menjalin kerjasama dengan Perusahaan Josh Company". Alexa mengangguk-anggukan kepalanya tanda mengerti.
Wait,, Josh Company? bukankah itu perusahaan Matthew? batin Alexa tak berhenti bergumam.
Dan tanpa mereka sadari ada seorang yang tak henti memotret kebersamaan mereka dengan berbagai asumsi negatif tentang keduanya.
Saat ini keduanya sudah berada di Apartemen Alexa. Harley yang sebenarnya bermaksud untuk menginap di Hotel dipaksa oleh Alexa agar mau menginap di Apartemennya saja. Dan tentu saja Harley tidak bisa menolak keinginan Adiknya itu.
Alexa yang sudah selesai membersihkan diri berjalan ke arah Harley yang saat ini berada di ruang tengah. Harley yang ternyata sedang melakukan video call dengan istri dan anaknya pun mengajak Alexa untuk duduk disampingnya agar masuk kedalam kamera.
“Hai Kakak ipar” sapa Alexa ramah kepada Natalie diseberang sana.
“Hai Alexa, kau semakin cantik saja sayang”, jawabnya tak kalah antusias. “Apa Harley merepotkanmu?” tanyanya.
“tentu saja Nat, bukan Harley namanya kalau tidak merepotkan kan?”. Harley mengusap kasar rambut adiknya hingga berantakan.
__ADS_1
“Lihat saja apa yang dilakukannya Nat, dia merusak rambutku”. Adunya pada Natalie.
“Memang rambutmu sudah berantakan Lex!” Bela Harley tak mau kalah.
Natalie terkekeh diseberang sana melihat keduanya yang suka sekali berdebat, bahkan kadang untuk hal kecil seterkekeh
“Sudah, sudah kalian ini tidak ada lelahnya berdebat” Natalie pun berusaha melerai keduanya agar berhenti.
“Anak manja ini yang mulai Sayang” Harley masih tak mau kalah. Alexa juga tetap memberengut dan mengoceh menimpali tingkah Kakaknya. Natalie pun geleng-geleng kepala melihat tingkah suami dan adik iparnya itu. Dalam hati dia senang melihat keakraban keduanya yang masih saja seperti dulu, tidak ada yang berubah.
Mereka pun asik mengobrol tanpa mengenal waktu. Sekalipun mereka tidak bertemu secara langsung, ketiganya seperti berada di satu tempat yang sama. Setelah Harley menikah, dia membawa Natalie untuk tinggal bersama dengannya di kediaman Orang tua mereka, tepatnya Kediaman Keluarga Simpson.
Sebelumnya Alexa juga tinggal di kediaman orangtuanya, tapi karena jaraknya yang cukup jauh dari Pusat Kota Paris Alexa pun memilih untuk tinggal di Apartemen saja agar mobilisasinya lebih mudah dari tempatnya bekerja.
Setelah puas mengobrol dan saling bertukar kabar masing-masing, harley pun mengakhiri panggilannya karena tidak mau Natalie kelelahan menanggapi Alexa yang tidak ada habisnya jika sudah menelepon.
Bagaimana tidak, Natalie yang merupakan anak tunggal dikeluarganya begitu menyayangi Alexa seperti adiknya sendiri, sedangkan Alexa menyayangi Natalie karena merasa mempunyai Kakak Perempuan yang bisa berbagi cerita sesama wanita, tidak seperti Harley yang terkadang sangat jahil kepadanya.
Tak terasa waktu sudah sangat larut, biasanya Alexa sudah bergelung didalam selimutnya. Tapi kali ini, ada yang berbeda. Tak sedikitpun rasa kantuk menghampirinya, mungkin karena terlalu bahagianya dengan kehadiran sang Kakak malam ini. Bahkan Ruang Apartemen yang biasanya hening pun cukup ramai hanya dengan suara gelak tawa dua kakak beradik tersebut.
Oh.. betapa indahnya sebuah keluarga.
...
TBc.
__ADS_1