Alien In Love

Alien In Love
Bab 7


__ADS_3

Tak lama mobilpun berhenti dipelataran parkir sebuah Butik. Matthew keluar lebih dulu dan membukakan pintu untuk Alexa seperti biasanya. Keduanya pun berjalan memasuki Butik itu.


“Matt, untuk apa kita kesini?” tanya Alexa penasaran.


“Mencari gaun yang cantik untukmu Dear.”


“Untuk Apa?”


Belum lagi Matthew menjawab pertanyaannya, nampak Seorang perempuan yang merupakan karyawan butik menyambut kedatangan mereka, “Selamat Datang Tuan Matthew, Nona Anye sudah menunggu Anda. Mari ikuti Saya,” Matthew hanya mengangguk, tersenyum dan menarik tangan Alexa yang nampak bingung.


Didalam sana sudah ada seorang Wanita cantik yang nampak anggun memakai Dress Terusan berwarna putih dengan motif bunga-bunga sedang duduk menunggu.


Saat mendengar langkah kaki mendekat, wanita itu berdiri dan tersenyum kearah dua orang yang menghampirinya. “Hai Matt, apa kabar?” tanya wanita itu. “Seperti yang kau lihat, Anye” Jawabnya seraya menggerakkan ekor matanya kearah Alexa.


“ah ya, sudah pasti kau bahagia kan? Untuk apa aku menanyakan hal yang sudah kutahu jawabannya.” Anye memutar bola matanya malas. Netranya menangkap Alexa yang saat ini berdiri di samping Matthew yang nampak bingung mengamati kedua orang yang sedari tadi sibuk bertegur sapa tanpa menghiraukannya.


“Kau Pasti Alexa kan?” tanyanya dengan menjulurkan tangannya kedepan untuk berjabat tangan. “Perkenalkan Aku Anye, Sahabat Matthew sekaligus pemilik Butik ini.” Jelasnya kemudian.


Alexa menganggukkan kepalanya dan tersenyum menyambut uluran tangan itu dengan hangat. “Hai Anye, senang berkenalan denganmu.”


Cepat sekali kedua wanita itu beradaptasi, buktinya belum ada satu jam mereka berkenalan tapi mereka terlihat akrab satu sama lain. Bahkan tak jarang mereka mentertawakan banyak hal entah apa, seperti saat ini.

__ADS_1


 Matthew yang sedari tadi merasa terasingkan tiba-tiba berdeham. “Ekhem..” Suara Matthew mengalihkan Atensi kedua wanita itu sampai keduanya menolehkan kepala kearah Matthew.


“Sepertinya matahari sebentar lagi terbenam Anye.” Sindir Matthew.


“Astaga Matt. Kau ini sama sekali tidak berubah. Semoga saja Alexa sabar menghadapimu.” Alexa terkekeh mendengar ucapan Anye. Kemudian Anye berdiri dan mengulurkan tangannya mengajak Alexa. “Mari Alexa, akan kutunjukkan gaun tercantik di butik ini.” Alexa pun bangkit dan mengekori langkah Anye.


Setelah selesai mencoba beberapa gaun dan dress yang dipilihkan oleh Anye dan tentunya disetujui oleh Matthew, akhirnya mereka pun meninggalkan Butik dengan beberapa Paper Bag yang berisi Gaun yang tadi sudah dicoba Alexa lengkap dengan Aksesoris lainnya.


 


Setelah memasuki mobil, Alexa yang sudah tak bisa lagi membendung rasa ingin tahunya bertanya kepada Matthew perihal Gaun-gaun tadi. Karena tak seperti biasanya Matthew mengajaknya ke Butik seperti ini, apalagi tanpa ada alasan yang jelas.


“Matt, sebenarnya ini semua untuk apa?” tanya Alexa penasaran. Matthew hanya tersenyum menanggapi pertanyaan Alexa. Lama Alexa menatap wajah Tampan dibalik kemudi itu, tapi tak jua ada satu jawabanpun keluar dari mulutnya. Alexa pun berdecak dan bergumam tak jelas. Ck..kenapa dia diam saja sih. Dasar menyebalkan! Pandangannya kini berpaling kearah luar jendela.


Rasa hangat menjalar saat tangan kekar itu menggenggam erat satu tangannya. Ada begitu banyak perasaan yang hadir saat ini yang tak bisa diungkapkan oleh Alexa. Perasaan itu begitu campur aduk, meliputi Cinta, Rasa sayang bahkan ada perasaan takut kehilangan. Alexa pun membalas genggaman Itu dengan menumpukkan satu tangannya yang lain di atas tangan Matt yang masih menggenggam erat itu.


“Setelah sampai akan kuceritakan semuanya Dear,” Jawab Matthew akhirnya. Alexa pun mengangguk.


Tak berapa lama Mobil pun berhenti di basement Apartemen Grand Eiffel. Alexa keluar lebih dulu baru kemudian Matthew menyusul setelah mengambil beberapa Paperbag dari kursi belakang penumpang. Keduanya beriringan menuju Lift. Matthew menautkan jemarinya ke sela jemari Alexa. Sedang tangan yang satunya ia gunakan untuk mengalungkan Paperbag tadi.


Hanya dengan begandengan tangan seperti itu saja sikap keduanya mampu membuat iri beberapa pasang mata yang melihatnya. Yang satu tampan yang satunya cantik. Serasi bukan?.

__ADS_1


 


**


Matthew memandang punggung wanita yang sedang sibuk mencuci piring kotor bekas makan mereka berdua. Wajahnya tersenyum menyiratkan kebahagiaan yang tak terkira.


Sekelebat bayangan tentang Alexa yang setiap hari akan menunggunya pulang bekerja, bermain bersama dengan anak-anak mereka kelak terlintas di pikirannya. Bahkan ia tak sadar jika sedari tadi Alexa sudah berada dihadapannya.


“Kenapa melamun?” tanya Alexa dengan tersenyum. Matt membalasnya dan menarik tangan Alexa untuk mendekat.


“Kemarilah, ada yang ingin kubicarakan” pintanya dengan menepuk sebelah kirinya yang kosong.


“Lusa aku akan menjemputmu untuk makan malam dengan keluargaku.” Jelasnya langsung ke intinya. Alexa membola mendengarkan ucapan matthew. Apakah ini mimpi? Gumamnya dalam hati, tapi entah mengapa Matthew malah mendengarnya.


“Ini bukan mimpi Sayang, Daddy mengundangmu untuk makan malam Lusa nanti.” Jawabnya seakan tahu isi hati Alexa.


“Daddy sendiri yang mengatakannya kepadaku tadi siang.” Lanjutnya lagi.


“Apa itu alasannya kau mengajakku berbelanja hari ini?” matthew menganggukkan kepalanya dan tersenyum. “Aku hanya ingin wanitaku terlihat lebih cantik dari biasanya.”


“Apa kau yakin mereka benar-benar menerimaku Matt?” tanya Alexa masih enggan meyakini. Matthew menggerakkan tangannya ke pipi Alexa kemudian mengelusnya. “Aku tak perduli dengan yang lain. Asalkan Daddy sudah merestui kita aku tak butuh yang lainnya.” Jawabnya mantap. Kali ini ditanggapi anggukan oleh Alexa.

__ADS_1


 


🥨🥨🥨


__ADS_2