Alien In Love

Alien In Love
Bab 10


__ADS_3

Hari-haripun berlalu setelah jamuan makan malam Keluarga Joseph waktu itu. Tidak ada yang berubah dari kehidupan Alexa, dia tetap menjalankan aktivitasnya seperti biasa. Bangun di pagi hari berangkat bekerja dan sorenya pulang kembali ke Apartemennya.


Satu hal yang berubah hanyalah intensitas keposesivan Tuan Alien yang naik beberapa tingkat setelah acara itu. Hampir setiap waktu dari Pagi, siang dan Sore Matthew tak pernah sekalipun Absen mengirimkan chat ataupun bertukar suara dengan Alexa. Membuat gadis itu geleng-geleng kepala menanggapi sikap kekasihnya itu.


Seperti halnya siang ini, Alexa baru saja mulai menyuapkan suapan pertama dari menu makan siang, tapi belum sempat masuk sempurna ke mulutnya bunyi dering ponselnya membuatnya meletakkan kembali sendoknya ke atas piring.


“Ya Matt?” tanyanya setelah mengetahui siapa yang menghubunginya.


“.....”


“Iya aku tidak lupa.”


“.....”


“Oke, jangan lupa makan siangmu juga”


“.....”


“Bye..”


Alexa meletakkan kembali ponselnya ke atas meja dan mulai kembali menyuapkan makanannya ke dalam mulutnya. Ketika makanan itu sudah sampai mulutnya dan siap untuk dikunyah matanya mengerjap menatap bergantian kearah kedua sahabatnya yang malah bertopang dagu dan tersenyum jahil kearahnya.


Ketika Alisha dan Clara terlihat hendak membuka mulutnya untuk mengajukan pertanyaan, Alexa mengangkat tangan kanannya menghentikan mereka.


“Stop! Simpan pertanyaan kalian setelah makan siang berakhir!” perintahnya. Seketika bahu keduanya pun merosot bersamaan fan melanjutkan makan siangnya. Alexa paham apa yang akan ditanyakan keduanya, sebelum semuanya mulai bertanya jadi dia menghentikannya. Karena dia tahu jika sudah membicarakan hal tersebut butuh waktu yang tidak sedikit pastinya.


Setelah ketiganya menyelesaikan makan siangnya, obrolan punmengalir begitu saja.


“Apa itu tadi Mr. Handsome?” Tanya Alisha memulai percakapan. Alexa pun menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


“Melihat senyum yang tak pudar dari wajahmu aku yakin hubungan kalian semakin kuat? Benar begitu Alexa?” lagi-lagi Alexa menganggukkan kepalanya dan kali ini lengkap dengan senyum dan binar kegembiraan.


Ketiganya pun terlibat obrolan santai seputar hubungan mereka masing-masing dengan keluarga terkasih. Clara dengan keluarga kecilnya, Alisha dengan Tunangannya dan Alexa yang kini mempunyai kekasih tak lepas jadi bahan obrolan mereka menemani waktu istirahat mereka.


 


****


 


Ditempat berbeda,


 


Seorang wanita muda sedang duduk gelisah disebuah kafe tak jauh dari jantung kota. Tangannya sibuk memilin satu sama lain. Pandangannya tak lepas mengawasi pintu masuk kafe menunggu kedatangan seseorang.


Beberapa saat kemudian tampak seorang Wanita paruh baya dengan pakaian glamournya lengkap dengan tas branded keluaran terbaru berjalan masuk dan mengedarkan pandangannya ke sekeliling kafe. Setelah menemukan apa yang dicari wanita paruh baya itu melepas kacamatanya dan berjalan kearah tempat wanita muda tadi duduk.


“Apa kabar Tante?” wanita muda itu memulai percakapan.


“Seperti yang kau lihat sayang. Bagaimana kabarmu Lio?”


“Baik Tante, walaupun sebenarnya hatiku tak baik-baik saja”. Jawab Liona dengan manik mata yang menyendu menyiratkan kesedihan yang terlukis jelas dari pancarannya.


Maria menarik tangan Liona dan menggenggamnya berusaha memberi sedikit kekuatan, “Maafkan Tante Lio, semuanya diluar prediksi Tante”. Liona menganggukkan kepala dan berusaha tersenyum ke arah Maria.


“Lalu bagaimana makan malamnya tante? Apa berjalan lancar?”


“Ya begitulah Lio, mereka semua begitu menyambut kedatangan perempuan itu. Entah apa istimewanya manusia itu”. Tegas Maria dengan raut tak suka.

__ADS_1


“Tenang saja Tante, aku akan merebut kembali apa yang seharusnya menjadi milikku Tante”. Kata Liona menyeringai. Tatapannya begitu tajam menerawang kedepan. Sangat jelas tercetak ketidaksukaan dari pancaran matanya. Baginya Matthew hanyalah miliknya sekalipun pertunangan itu belum terlaksana.


 


**


Sore ini Alexa tidak dijemput oleh Matthew. Biasanya Lelaki posesiv itu tidak pernah absen sekalipun menjemput dan mengantarkannya. Tapi berhubung hari ini ada pertemuan penting di luar Kota Paris, jadi Matthew tidak dapat mengantar Alexa.


Jangan pernah berpikiran Alexa akan sedih karena Matt tidak bisa menjemputnya, yang ada betapa gembiranya Ia sore ini karena sudah sekian lama rasanya tidak menghabiskan waktu bersama kedua sahabatnya. Seperti sore ini, mereka bertiga sudah membuat rencana untuk menghabiskan waktu sore ini.


Setelah lelah mengelilingi Mall ketiganya memutuskan untuk makan malam di salah satu Restoran Yang ada disana. Dan diantara ketiganya hanya Alexa yang tidak tergiur untuk berbelanja, berbeda dengan Alisha dan Clara yang kedua tangannya sudah penuh dengan kalungan paperbag hasil buruan mereka di salah satu butik.


“Tumben sekali kau tidak tertarik berbelanja Alexa?” tanya Clara. Karena yang dia tahu, alexa adalah orang yang paling antusias urusan shopping. Tapi kali ini selain peralatan makeupnya yang habis tidak ada satupun yang dibelinya.


“Aku sedang tidak ingin Chubby”


“Apa Mr. Handsome melarangmu?” tambah Alisha,


“Tentu saja tidak, Matt sama sekali tidak pernah melarang apapun yang kulakukan Sha. Hanya saja aku sedang tidak ingin”. Jawab Alexa mengangkat bahunya.


Setelah makanan mereka sampai mereka pun menikmati makan malam mereka dengan khidmat sampai suara seseorang terdengar memanggil namanya.


“Alexa” Suara seorang pria yang tak asing diindera pendengarannya membuatnya memutar badan ke arah suara. Dalam hitungan detik Alexa sudah mengahmburkan dirinya ke pelukan Pria itu.


.....


 


**@**

__ADS_1


 


 


__ADS_2