
Ceklek
Seorang laki-laki masuk kesebuah unit apartemen dengan mengendap-endap. Sedangkan pemiliknya sedang asyik berselayar di dunia mimpi dengan televisi yang masih menyala. Lelaki itu menggelengkan kepalanya melihat wajah tenang namun menggemaskan yang sudah dirindukannya dari kemarin.
Sudah merupakan hal biasa bagi Matthew keluar masuk Apartemen Alexa, karena sudah pasti dia mengetahui kode masuknya. Hari sudah petang, tapi Alexa masih juga belum bangun dari tidurnya. Matthew sama sekali tidak membangunkannya, Alien tampan itu malah asik memandangi wajah tenang Alexa.
Astaga Alexa, bisa-bisanya kau masih terlelap sedangkan dalam ruangan ini ada orang lain. Matthew mengusap pelan pipi Alexa. Alexa yang merasa terusik menggeliat kecil dan perlahan membuka matanya, bahkan matanya mengerjap-ngerjap menyesuaikan cahaya. Setelah terbuka sempurna, tatapannya bertemu dengan wajah tampan yang saat ini sedang duduk melantai tepat dihadapannya dengan menopang wajah dengan sebelah tangannya.
“Matt” suara serak dan parau khas bangun tidurnya menyapa.
“Apa aku mengganggu tidurmu Dear?” Alexa tersenyum, sebenarnya rasa kantuk masih mendominasinya saat ini.
“Jam berapa ini Matt?” Alexa beranjak bangun untuk duduk bersandar menyandarkan punggungnya dengan mata yang belum sepenuhnya terbuka . “aku belum menyiapkan makan siang Matt, apa kau lapar?”
Matthew terkekeh mendengarnya. Sepertinya Alexa sudah tertidur cukup lama sampai tidak tahu waktu. makan siang? Bahkan sebentar lagi matahari sudah akan tenggelam. Matthew bangkit dan memposisikan dirinya duduk disebelah Alexa.
“Ini sudah jam lima lewat Alexa. Kau pasti sudah tidur terlalu lama” diusapnya kening Alexa yang mulai berkerut mendengar jawaban Matthew tadi. “Benarkah? Entahlah sepertinya aku memang tertidur cukup lama”. Alexa memperhatikan tampilan Matt saat ini yang terlihat begitu Fresh seperti orang yang baru saja mandi.
“apa kau sakit Dear?” Tangan Matt meraba pipi dan kening Alexa bergantian, tidak ada hawa panas terasa disana tapi wajah Alexa menyiratkan jika wanita itu sedang tidak baik-baik saja.
“Aku tidak apa-apa Matt, mungkin hanya kelelahan saja”. Alexa mengambil tangan Matthew yang berada dipipinya dan membawanya kedalam tangkupan kedua tangannya. “Aku tidak apa-apa sungguh, jangan terlalu mengkhawatirkanku.” Lanjutnya kemudian.
Matthew menatap kedua bola mata Alexa sangat dalam, seakan-akan ingin mencari tahu sesuatu. “Apa perutmu sakit? Ah, pasti kau belum makan jadi perutmu sakit.” Matthew bertanya sekaligus mengambil kesimpulannya sendiri. Alexa membola mendengarnya, bagaimana mungkin lelaki ini tahu jika perutnya sakit sedangkan dia tidak sedikitpun mengeluhkan sakit diperutnya.
__ADS_1
“Bagaimana mungkin kau ta-, ah iya kau mulai membaca pikiranku lagi Matt?” Alexa tiba-tiba teringat bahwa orang yang dihadapannya saat ini memang berbeda, tanpa membicarakan apa-apa Matthew sudah bisa membaca pikiran lawan bicaranya.
Matthew terkekeh dan mengelus kepala Alexa seraya beranjak berdiri. “Ayo makan aku sudah siapkan makanan enak untuk kita” ajaknya ke meja makan. Alexa pun menurut dan mengikuti langkah Matthew. Rupanya selama Alexa tertidur, laki-laki itu memesan beberapa menu makanan delivery dari sebuah restoran untuk dimakannya bersama Alexa.
**
Memandangi gemerlapnya Kota Paris diwaktu malam hari seperti ini, menjadi Rutinitas yang jarang terlewatkan oleh Alexa. Sejak awal memutuskan untuk menyewa apartemen ini, karena tak lain View yang ditawarkan membuat Alexa tergoda. Dan ternyata setelah pindah dan melihatnyas secara langsung Alexa benar-benar dimanjakan dengan Pemandangan Indah kota Paris setiap malamnya. Dan sejak saat itu, Balkon menjadi Spot Favouritenya di Apartemen ini.
“Matt, apa akhir bulan nanti kau sibuk?” tanyanya seraya memalingkan wajahnya kekiri. Saat ini keduanya sedang duduk bersisian di sofa yang ada di balkon. Matthew yang sebelumnya menjuntaikan kedua kakinya kebawah melipat kaki sebelah kanannya dan memutar badannya ke arah kanan agar sepenuhnya menghadap Alexa.
“Kenapa? Tumben sekali kau bertanya Dear?”
“Benarkah?” Alexa menganggukkan cepat kepalanya seraya tersenyum. “Baiklah, jika memang begitu sesibuk apapun aku nanti, akan kukosongkan jadwalku khusus untukmu Dear”. Jawabnya lagi dengan tersenyum.
Alexa yang sangat gembira mendengar kekasihnya tak menolak ajakannya pun reflek bertepuk tangan, seperti anak kecil yang baru saja diberikan permen oleh ayahnya.
“Kalo begitu aku akan menghubungi Harley untuk memberitahunya agar dia bisa meluangkan waktunya akhir bualn nanti.” Baru saja Alexa bangkit dari duduknya untuk masuk kedalam mengambil ponselnya, tangan Matthew menarik kembali tangan Alexa sehingga duduk kembali ke tempatnya tadi.
“Ada apa?” tanyanya bingung.
__ADS_1
“Siapa Harley? Kenapa kau terlihat bahagia sekali?” Alexa tersenyum dan menangkupkan pipi Matthew dengan kedua tangannya. “Apa kau sedang cemburu Tuan Alien?”. Matthew menepis tangan Alexa dan memalingkan wajahnya ke arah sebaliknya. Alexa terbahak melihat sikap Matthew yang benar-benar menunjukkan sikap cemburunya.
Bukan sekali dua kali Matthew bersikap seperti itu. Bahkan pernah suatu ketika keduanya sedang berada di taman Apartemen beberapa waktu lalu, hanya karena membantu remaja laki-laki yang terjatuh dari sepedanya saja Matthew sempat mendiamkannya beberapa saat. Ah lucu sekali Alien satu ini.
Alexa bangkit dan mendudukkan dirinya di atas pangkuan Matthew. Matthew terkejut dan hampir saja membuat tubuh Alexa terjatuh kalau saja Alexa tidak cepat-cepat menahan kedua tangannya ke bahu Matthew.
“Aaaaa.. kenapa kau mendorongku Matt!” teriaknya shock karena mengira Matthew sengaja mendorongnya.
“Maaf Sayang aku tidak bermaksud” tangannya melingkar ke pinggang Alexa. “Kenapa kau tiba-tiba duduk di pangkuanku Alexa? Apa kau berniat menggodaku hemm?” matanya berkedip-kedip menggoda Alexa. “Ti-tidak, siapa yang ingin menggodamu?” sinyal peringatan seperti berdering kencang di kepalanya, Alexa mencoba menjauh dari Matthew dan melepaskan diri dari lelaki ini, tapi tangan yang melingkar dipinggangnya semakin kuat dan semakin mendorong tubuhnya untuk lebih merapat lagi ke tubuh Matthew.
Ah bodohnya aku, kenapa aku sampai lupa kalau lelaki ini juga bisa menjadi macan lapar. Batin Alexa menyesal.
Tiba-tiba Matthew terbahak kencang membuat Alexa kebingungan. “Kenapa kau tertawa?” tanya Alexa semakin kebingungan.
“Macan lapar ini sedang memikirkan cara bagaimana memakanmu Dear” jawabnya menyeringai. Alexa yang tak mengerti maksud dari ucapan Matt mencerna lambat perkataan tersebut, tapi setelah dia paham kemana arahnya, dia berusaha lebih keras lagi untuk melepaskan diri dari lingkaran tangan Matt.
“Dan aku akan mulai memakanmu dari sini dan sini,” Alexa terpekik geli saat Matt mulai menggelitiki perut rampingnya dan keduanyapun tak henti-hentinya bergelak tawa sampai Alexa memohon agar Matt menghentikannya karena dia sudah tak kuat lagi menahan geli. Setelah tenang akhirnya Matthew mendudukkan kembali Alexa bersisian dengannya masih dengan tangan yang merangkul mesra bahunya.
“Harley itu kakakku Matt, aku ingin kita mengunjunginya akhir bulan nanti. Karena aku rindu keluargaku Matt” penjelasan Alexa membuat Matthew menganggukkan kepalanya dan mengecup singkat puncak kepala. Terdengar banyak kerinduan yang terucap dari nada bicara wanita yang saat ini masih menyandarkan kepala di dadanya.
Dan cerita tentang keluarga Alexa pun mengalir begitu saja. Terlihat binar kebahagiaan yang terpancar dari mata gadisnya saat menceritakan indahnya sebuah keluarga Simpson. Dan dari cerita Alexa juga dia tahu jika orang yang berpelukan dengannya dalam gambar yang dikirimkan orang iseng tersebut adalah Harley, satu-satunya kakak laki-laki Alexa.
Sepertinya ada yang mencoba mengusik kehidupanku. Batinnya.
__ADS_1
*TBC