Alien In Love

Alien In Love
Bab 12


__ADS_3

Pagi hari, Alexa yang sedang sibuk menyiapkan sarapan didapur minimalisnya dikejutkan dengan suara teriakan dari arah kamar tamu.


“Alexaaa!” Harley tak henti-henti memanggil namanya yang masih sibuk berkutat dengan masakannya. “Sebentar” teriak alexa tak kalah kencang. Mau tak mau dia terpaksa mematikan kompor dan segera menghampiri sang Kakak.


“Ada apa? Mengapa kau berteriak-teriak?” Tanya Alexa penasaran.


“Kenapa banyak sekali baju laki-laki di kamar ini? Apa kau tinggal bersama seseorang?” Harley sudah berdiri didepan lemari dalam kamar itu dengan mengangkat beberapa pakaian laki-laki ditangannya.


Alexa bingung mau menjawab apa, ia terdiam sementara otaknya sibuk memikirkan alasan yang tepat agar Harley tidak salah paham. “Oh itu baju tunangan Alisha Kak, beberapa hari yang lalu mereka sempat menginap dan menitipkan disini”.


Alexa pikir Harley akan percaya dengan kebohongan yang sedang diucapkannya, tapi ternyata tak semudah itu mengelabui seorang Harley Simpson. Kakaknya yang memang terkenal kritis melawan argumen-argumen lawannya di Meja hijau sekalipun tak melepaskan tatapannya dari manik mata Alexa. Ya, sepertinya Alexa lupa Profesi sang Kakak yang sanggup menguliti lawannya hanya dengan membaca gerak-gerik mencurigakan.


“Apa kau tidak sedang berbohong?” Alisnya masih naik sebelah memperhatikan adiknya yang berdiri didepan kamar. Tatapannya seolah membunuh Alexa dan membuat pertahananan Alexa runtuh.


Alexa tersenyum simpul ke arah Harley, dia tahu Harley tak bermaksud marah ataupun mendikte hidupnya. Harley adalah seorang Kakak yang menginginkan kebahagiaan untuk adiknya. Alexa paham betul ada kekhawatiran berlebih dari sikap Harley saat ini.


“Apa jika aku jujur kau tidak akan marah padaku Harley?” Alexa mencoba mendekat dan duduk diatas ranjang tepat disebelah harley berdiri saat ini. Harley menghembuskan nafasnya, “Sudah kuduga adik kecilku ini pasti berbohong”. Harley memasukkan kembali baju-baju yang tadi dipegangnya kedalam lemari kemudian menghempaskan tubuhnya duduk disebelah Alexa.


“Itu semua punya kekasihku Harley, namanya Matt” jawab alexa mencoba menjelaskan. “Ini kamarnya jika dia sedang bermalam disini” lanjutnya lagi. Dahi Harley berkerut dan mencoba mencerna ucapan sang adik, saat Harley terlihat ingin bicara Alexa kembali melanjutkan ucapannya. “Tapi tenang saja, kami tidak melakukan hal yang kelewat batas. Kau harus percaya itu Harley, Matt bukan Pria yang seperti itu”.


Seperti tahu apa yang sedang dipikirkan oleh Kakaknya Alexa mencoba menjelaskannnya lebih dulu sebelum Harley menyanggahnya. Alexa menjelaskan secara detail siapa itu Matt, kapan mereka berkenalan, semuanya  Rahasia Matthew yang bukan berasal dari Planet Bumi ini.


“Baiklah Alexa, aku tidak akan mengekangmu dengan siapa kau berhubungan. Aku tidak bermaksud mendikte hidupmu walaupun sebenarnya aku punya hak untuk itu.” “Kau sudah cukup dewasa untuk mengambil langkahmu sendiri, kau sudah cukup mengerti mana yang baik dan yang buruk bagimu. Tapi satu yang harus kau ingat, seorang kakak tidak menginginkan adiknya terluka, tak akan pernah Alexa”.


Alexa terharu mendengar perkataan Harley, tiba-tiba saja matanya mengembun dan dalam persekian detik dirinya menghambur ke pelukan sang kakak.


“Aku tahu kau menyayangiku Harley. Aku tidak mungkin mengecewakanmu”. Harleypun membalas dekapan sang adik dan mengusap punggung adik kecilnya itu. “Ya aku sangat menyayangimu Alexa, Sangat!” ada penekanan diakhir kalimatnya.

__ADS_1


 


**


 


Setelah drama dikamar tamu beberapa waktu yang lalu, saat ini keduanya tengah menikmati sarapannya. Hari ini weekend jadi Alexa tidak berangkat bekerja. Sedangkan Harley, Bapak beranak satu itu sudah sangat rapi dengan pakaiannya yang sama seperti kemarin. Ya, harley menolak menggunakan pakaian yang ada dilemari kamarnya walaupun Alexa sudah memaksanya.


“Apa kau mau langsung pergi setelah ini?”


“Iya, Natalie pasti kelelahan menjaga Keponakanmu, anak itu luar biasa aktif”.


“Ah aku jadi tak sabar ingin bertemu dengannya” Mata Alexa berbinar mendengar cerita Harley tentang Ronald anaknya yang menggemaskan. Terakhir Alexa bertemu dengan keluarga Harley setahun yang lalu saat dirinya berkunjung ke kota Lyon. Saat itu usia Ronald baru beberapa bulan.


“Ya kau memang harus melihatnya Lexa. Anakku sangat menggemaskan. Apa kau tidak rindu pulang ke Lyon Lexa?”


“Ajaklah kekasihmu untuk bertandang kerumah Alexa, paling tidak aku bisa mengenal dengan siapa adikku berhubungan”. Pinta Harley. Alexa pun menganggukkan kepalanya.


 


🛸🛸🛸


 


Ditempat berbeda,


 

__ADS_1


Matthew yang baru saja menyelesaikan meetingnya dengan klien diKota Lyon, merogoh kantong Jas nya saat merasakan benda itu bergetar menandakan masuknya sebuah pesan.


Sebuah gambar terkirim dari nomor yang tidak dikenalnya. Seketika rahangnya menegang melihat pemandangan Alexa yang sedang berpelukan dengan seorang Pria yang tak terlihat wajahnya itu. Alexa terlihat begitu nyaman dipelukan Lelaki tersebut.


Siapa lelaki ini, batinnya.


Sepersekian detik berikutnya matthew berusaha merubah kembali raut wajahnya, dia tidak mau berspekulasi negatif dengan apa yang baru saja dilihatnya. Bisa saja orang yang mengirimkannya memang bermaksud buruk terhadap dirinya dan sang pujaan hati. Terlebih lagi caption yang tertulis pada foto tersebut menandakan pengirimnya sangat tidak menyukai Alexa. Matthew mencoba mengabaikan pesan tersebut, mungkin setelah sampai di Paris nanti dia akan mencari tahu kebenaran foto tersebut dan menanyakan langsung ke Alexa semuanya.


Suasana Kota Lyon Pagi ini sudah terlihat sedikit sibuk. Kota yang terletak di pinggiran utara  sungai Rhone ini memang terkenal sebagai kota perdagangan, pariwisata, hiburan dan perindustrian yang besar. Jadi tak heran walaupun jam baru menunjukkan pukul Sepuluh pagi tapi kota ini sudah sangat sibuk.


Matthew begitu menikmati perjalanannya kali ini dengan berjalan kaki. Pertemuan Klien kali ini dia tidak memakai kendaraan pribadi melainkan dengan Kereta Cepat untuk menghemat waktu. Karena biasanya perjalanan dari Paris ke Lyon membutuhkan waktu sekitar empat sampai lima jam sedangkan dengan Kereta cepat hanya membutuhkan waktu sekitar dua jam.


Dan disaat sedang asyik menikmati perjalanannya, netranya tak sengaja melihat kereta roda balita yang berjalan turun tanpa ada orang yang mendorongnya. Sedangkan seorang perempuan yang sepertinya Ibu sang balita berteriak histeris dan berlari dari arah yang cukup jauh dari kereta itu meluncur.


Semua orang yang melihat ikut panik tak terkecuali Matthew yang jaraknya memang tidak terlalu jauh dari kereta itu meluncur. Namun saat Matthew mencoba untuk mendekat ke arah kereta dorong tersebut, sebuah Truk tiba-tiba muncul menuju kereta Balita tersebut.


Teriakan histeris dari orang-orang sekitar pun tambah membuat tegang suasana sekitar. Bersamaan itu ...


TIIIINNNNN.... TIIINNNNNN....


CIITTTT...


 


**


TBC

__ADS_1


 


__ADS_2