
Teriakan histeris dari orang-orang sekitar pun tambah membuat tegang suasana sekitar. Bersamaan itu ...
TIIIINNNNN.... TIIINNNNNN....
CIITTTT...
Sepersekian detik sebelum Truk itu menyentuh kereta bayi tersebut, Matthew menjulurkan tangannya kedepan.
BLAM! Seketika suasana membeku dan waktu berhenti sesaat. Matthew berlari kearah kereta bayi itu berada dan membawanya naik keatas trotoar pinggir jalan. Dan dalam hitungan detik selanjutnya waktu kembali berjalan seperti sebelumnya, tegang.
CIITTTTT..
Bunyi suara rem mobil truk yang dipaksa berdecit diaspal. Teriakan orang-orang kembali bergema. Sopir yang mengendarai truk tersebut tampak pucat dan tergopoh keluar dari pintunya. Wajahnya tampak pias karena dia merasa sudah menabrak seorang balita.
“Ya Tuhan apa yang sudah kulakukan”ucapnya dengan jantung yang berdetak sangat cepat. Dan ketika melongokkan wajahnya kearah depan Truk dia menghela nafasnya merasakan kelegaan luar biasa. Kereta dorong itu sudah berada dipinggir jalan dan tidak tertabrak olehnya. “Syukurlah Tuhan, aku pikir aku sudah menabraknya” mengucap syukur seraya mengusap wajahnya. “Apa anak itu baik-baik saja Tuan?” lanjutnya bertanya ke arah Matthew yang kemudian menganggukkan kepalanya.
Matthew menunduk memandang wajah imut nan menggemaskan bayi laki-laki itu dengan tersenyum. “Hai tampan, apa kau baik-baik saja?” mata bulat dengan kornea mata berwarna keabu-abuan itu mengerjap beberapa kali semakin membuatnya terlihat menggemaskan.
“RONNIIIE” Seorang wanita Muda tampak berteriak kencang dan beelarian kearah Matthew. Semua orang pun tampak mengelilingi tempatnya saat ini untuk memastikan keadaan sang bayi.
Wanita muda itu langsung menggendong Bayi laki-laki tersebut dan mendekapnya erat dengan deraian air mata yang masih tak berhenti dari pusatnya. “Maafkan Mommy sayang, Mommy lalai menjagamu” bahkan dia tak berhenti mengecup seluruh wajah anaknya dengan tangan yang masih gemetar.
Beberapa saat kemudian Netra nya menangkap Matthew yang masih berdiri memperhatikannya. “Tuan, terimakasih sudah menolong Putraku. Aku tak tahu apa yang terjadi jika tidak ada Anda Tuan, hiks hiks”. Dengan wajah yang bersimbah airmata dan isakan-isakan kecil wanita muda itu mengatupkan kedua tangannya ke arah Matthew.
__ADS_1
“Tidak apa-apa Nyonya, Saya senang bisa membantu anda” jawabnya dengan tersenyum. “Lain kali berhati-hatilah” Ibu muda itu pun menganggukkan kepalanya. Setelah sedikit tenang, Ibu Muda itu kembali meletakkan anaknya kedalam kereta dorong.
“Ah iya, perkenalkan Saya Natalie Tuan dan ini Ronald anak saya. lagi terima kasih atas pertolongan Anda” Ibu muda itu menjulurkan tangannya kearah Matthew. Matthew pun menjabat tangan Natalie dan menyebutkan namanya.
Satu persatu orang yang berkerumun disekelilingnya pun membubarkan diri. Begitupun dengan supir Truk yang hampir saja menabrak bayi laki-laki itu. Tinggal Matthew dan sepasang Ibu dan anak itu.
“Tuan Matthew, sebagai ucapan terima kasihku, Maukah kau minum Kopi sebentar mungkin?” Ajak Natalie.
“Maaf Nyonya, bukan saya menolak, tapi saya harus bergegas ke Stasiun Lyon Part Dieu untuk pulang ke Paris”.
“Anda tinggal Di Paris?” Matthew menganggukkan kepalanya. “Adik iparku juga tinggal di Paris sudah beberapa tahun ini, bahkan saat ini Suamiku sedang berkunjung kesana” Matanya berbibar beberbicara.
“Oh ya? Dimana dia tinggal?”
Drrtt..Drrttt..Drrtt... Dering telepon Matthew menginterupsi ucapan Natalie. “Maaf saya angkat telepon sebentar” Ibu Muda itu terlihat menganggukkan kepalanya, dan Matthew pun mengambil jarak dari tempatnya berdiri sedikit untuk mengangkat telepon.
“Maaf Nyonya, sepertinya aku harus bergegas. Sampai jumpa lagi” ucapnya setelah berjabat tangan dengan Natalie. “Baiklah, sekali lagi terima kasih banyak atas bantuanmu Tuan Matthew.”
“Sampai jumpa lagi Boy” Ucap Lelaki itu seraya mengelus kepala bocah kecil itu.
***
__ADS_1
Apartemen Grand Eiffel,
“Apa perlu kubuatkan bekal untuk perjalananmu Harley?” tanya Alexa sambil berjalan ke pintu mengantar Sang Kakak yang hendak pergi. Harley menatap adiknya sambil tersenyum kecil, “Tidak perlu Lexa, aku akan mampir ke Restoran jika perutku lapar” tangannya terulur mengelus lembut kepala Alexa.
“Baiklah kalau begitu, aku tidak menanggung kau kelaparan dijalan” Harley terkekeh melihatnya.
“Aku pergi Alexa, jaga dirimu baik-baik” Harley meraih tubuh Alexa untuk didekapnya, kecupan hangatpun tak lupa dia sematkan di puncak kepala adiknya. Didalam dekapan Harley, Alexa menganggukkan kepalanya. “Berjanjilah kau akan sering menghubungiku Kak!” Harley mengurai pelukannya dan memberi senyum sambil mengangguk.
“Hati-hati dijalan Harley!” teriak Alexa saat punggung Harley mulai berbelok masuk kedalam Lift.
Alexa merasa kesepian lagi saat ini, semalam ada kehangatan sang Kakak yang kembali dirasakannya setelah setahun berjauhan. Ada yang hilang pagi ini, hidupnya kembali lagi sepi.
Alexa menghela nafasnya dan mendaratkan tubuhnya di sofa. ‘sepertinya aku butuh refreshing, rasanya sudah lama sekali tidak liburan, gumamnya sendirian. Dan lama kelamaan dirinyapun terlelap dengan posisi duduk bersandar.
***
__ADS_1