
Alexa semakin dibuat bingung karena saat ini, kedua sahabatnya hanya memandangnya dengan sesekali tersenyum. Sampai pertanyaan Alisha membuatnya lebih bingung lagi untuk menjelaskan apa.
“Jadi, apa kau tidak mau berbagi kebahagiaan dengan kami Alexa?”
“Cerita apa yang kalian maksud? Kalian ini aneh sekali.” Alexa yang masih belum mencerna kemana arah pembicaraan ini menjadi semakin bingung dan keheranan dengan pertanyaan Alisha.
Wanita yang saat ini duduk disebelahnya itu kini mengeluarkan Ponselnya dan mendorongnya kearah Alexa, membuat matanya membola melihat Fotonya yang sedang berpelukan dengan laki-laki yang hanya tampak bagian punggungnya saja sedangkan wajah Alexa terpampang nyata karena wajahnya tepat menghadap kamera.
“Ya Tuhan,kenapa aku bisa lupa pernah memajangnya di Story ku” Alexa mengusap kasar wajahnya dan tersenyum menatap kedua sahabatnya.
“Jadi, siapa laki-laki yang memelukmu ini Nona Simpson? Apa dia sama dengan yang mengantarmu hari ini?”
Dari mana Alisha tahu tentang Matt yang mengantarku sedangkan dia baru saja pulang dari luar kota. Alexa menatap tajam ke arah Clara, dan wanita itu malah asik menghabiskan makanannya.
“Baiklah, aku akan menceritakannya.” Jawab Alexa akhirnya, mqu mengelakpun rasanya tidak mungkin, karena bagaimanapun kedua Sahabatnya inilah tempatnya berkeluh kesah selama ini. “Dia Matthew, kekasihku.”
“ akhirnya aku senang mendengarnya” Alisha pun menghamburkan tubuhnya kearah Alexa dan memeluknya, begitupun dengan Clara. “Selamat untukmu Sayang”.
Beberapa menit berlalu dengan Alexa yang menceritakan awal mula dia bertemu dengan Matt, dan berlanjut sampai saat ini. Tentunya tanpa menyebutkan bahwa Matthew adalah Alien, karena dia tidak mau orang lain beranggapan buruk tentang kekasihnya yang bukan manusia itu. Biarlah Rahasia ini dia simpan sendiri sampai tiba waktunya nanti, pikirnya.
Setelah menghabiskan makan siang mereka dengan bercerita kesibukan masing-masing selama seminggu ini, mereka meninggalkan Restoran itu setelah sebelumnya Alisha membayar semua makanan mereka dibagian Kasir. Tampak aura kebahagiaan terpancar dari ketiganya saat berjalan berdampingan.
Alexa, Alisha dan Clara. Ketiganya dipertemukan saat masuk Universitas dan Jurusan yang sama. Diantara mereka bertiga hanya Alexa yang tak pernah memiliki kekasih, bahkan saat ini Clara sudah menikah dan Alisha sudab bertunangan. Jelas berita yang mengatakan Alexa dengan seorang Lelaki menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Clara dan Alisha. Karena dengan begitu mereka tidak akan takut Alexa kesepian lagi dan ada yang menjaganya kini.
❄️❄️❄️
Perusahaan Josh Co.
Matthew yang sedang asik berkutat dengan Laporan yang ada di komputer Lipatnya, menghentikan pekerjaannya sejenak dan mengalihkan pandangannya saat terdengar suara pintu didorong dari luar. Seorang Pria Baruh baya yang masih terlihat gagah tampak menghampirinya dan menjatuhkan tubuhnya di Sofa tamu yang ada diruangan itu. sedangkan Matt kembali sibuk dengan komputer lipat yang ada dimejanya.
__ADS_1
“Tumben sekali kau datang kesini Dad, apa ada sesuatu yang penting?” Tanyanya saat Pria paruh baya yang tak lain adalah Ayahnya yang bernama Albert Joseph itu menyandarkan bdannya kesandaran Sofa dan menyilangkan kaki satunya menumpu ke yang lainnya.
Sang Ayah masih sibuk mengamati sekeliling ruangan yang digunakan oleh anaknya kini. Dahulu ruangan ini adalah ruangan dirinya bekerja pada saat masih memimpin di Perusahaan Josh Co. Dikarenakan usia yang sudah beranjak senja dan keinginan untuk Pensiun dari Perusahaannya maka dia mulai memberikan tanggungjawabnya kepada Matthew, karena hanya Matthewlah anak lelaki yang dia punya yang bisa mnggantikannya kelak.
“Apa ada larangan seorang Ayah yang ingin mengunjungi anaknya?.” Jawabnya sedikit menahan kekesalan dari pertanyaan Matthew yang terkesan tidak menyukai kedatangannya kali ini.
“Bukan begitu Dad. Tapi bukankah hari ini kau ada jadwal bermain Golf Dad?” tanya Matthew kembali. Karena tak biasanya Daddynya ini akan menginggalkan hobby yang sudah digelutinya dari masa dia muda dulu.
“Tidak. Untuk hari ini jadwalku adalah dirimu nak.”
“jadi ada apa Dad? Kau membuatku semakin penasaran”
“apa kau sedang sibuk Matt?”
Matt beranjak dari kursinya kemudian menghampiri untuk duduk disofa single yang berhadapan langsung dengan sang ayah.
“Ada apa Dad?”
Hening, tidak ada jawaban dari Albert tapi matanya menelisik jauh kedalam mata anaknya seakan-akan sedang menerawang isi pikiran Matthew.
“Apa aku masih perlu menjelaskannya Dad?. Aku rasa kau lebih tahu apa yang kau pertanyakan.” Matt mengangkat sedikit sudut bibirnya menampilkan smirk kecil.
Sang ayah tergelak mendengar jawaban putranya, “kau ini lucu sekali Matt. Jelas Daddy tahu semuanya. Tapi yang kumaksud kenapa kau tak membawanya kepadaku sebelum para leluhurmu mengetahuinya Nak?”
“Untuk apa aku membawanya jika pada akhirnya Daddy juga tidak bisa menerimanya? Bukankah Daddy sama saja dengan Ibu Ratu dan Lainnya?” jawab Matt sarkasme.
Albert terdiam mendengar ucapan putranya. Dalam hati dia membenarkan untuk apa mengenalkannya sedangkan yang orang lain tahu seorang Albert begitu membenci manusia.
Tapi tidak seperti itu kenyataannya, tidak semua Manusia dibenci olehnya. Buktinya Putranya yang saat ini duduk dihadapannya terlahir dari rahim seorang Manusia yang sukses merebut hatinya puluhan tahun yang lalu. Pikirannya berputar kembali ke masa itu, saat dirinya bertemu dengan wanita yang merupakan Ibu dari Putranya.
Ya, 31 tahun yang lalu Matthew Alexander terlahir dari rahim seorang manusia yang bernama Anna. Pada saat itu banyak penemuan-penemuan para ilmuwan setempat tentang keberadaan Alien Di Bumi ini. Dan karena penemuan itu pula lah banyak Alien yang dimusnahkan karena takut dianggap meresahkan ketentraman hidup manusia di Bumi. Padahal sebenarnya Bangsa Alien sendiri sudah beratus tahun yang lalu hidup berdampingan dengan manusia. Hanya saja tanpa menjelaskan jati diri mereka sebenarnya.
Oleh karena itu sampai saat ini tidak ada yang mengetahui perbedaan antara Alien dan manusia jika bukan mereka sendiri yang menceritakan jati dirinya. Karena dari penampilan dan cara mereka berpakaian, berperilaku bahkan hidup sebagaimana manusia pada umumnya.
Anna adalah salah satu ilmuwan pada saat itu, bersama beberapa orang diantaranya pasangan suami istri Arthur Simpson dan Jeane Simpson yang merupakan sahabat dekat Anna. Dan pada saat penelitian itulah Albert yang saat itu menjadi salah satu objek penelitian bersama beberapa Alien lainnya bertemu dengan Anna menyukai wanita itu. Sama halnya dengan Albert, Anna pun merasakan hal yang sama sekalipun dia tahu jelas jika Albert adalah seorang Alien. Tapi perbedaan itu tak sedikitpun menghalangi mereka untuk berhubungan bahkan sampai menikah. Hanya saja hubungan mereka tidak berlangsung lama, karena Anna meninggal setelah melahirkan Matthew.
__ADS_1
Tampaknya Pria Paruh baya itu terlalu larut dalam memory kenangan Puluhan tahun silam itu. Tanpa dia sadari matanya berembun dan berkaca-kaca. Bahkan Panggilan yang berkali-kali dari Matt pun tidak dihiraukannya. Matt yang keheranan dengan sikap sang Ayah saat ini mendekat untuk menepuk bahu sang Ayah yang sejak tadi melamun.
“DAD!” Suara pekikan Matt berhasil mengembalikan pikiran Ayahnya dari lamunannya.
“Kenapa Kau teriak Matt! Anak kurang ajar!” Hardiknya. Namun Matt hanya terkekeh kecil menanggapinya.
“Kenapa Daddy melamun? Apa yang sedang Daddy pikirkan? Sedari tadi aku memanggil tapi tak sedikitpun Daddy hiraukan.”
Lelaki itu menatap kembali kedalam mata putranya, hubungan yang terjalin antara putranya dengan seorang wanita yang bernama Alexa itu begitu mirip dengan kisahnya dengan Anna. Kau memang anakku Matt, mana mungkin aku melarangmu sedangkan ibumu pun sama sepertinya, batinnya berbisik. Tanpa sadar dia menarik kedua sudut bibirnya keatas.
“Bawa dia menemuiku Matt, aku ingin tahu siapa wanita yang sudah berani membuat Putraku berkhianat pada bangsanya.” Tidak ada kemarahan dalam ucapan Pria Tua itu, tapi Matt yang salah tanggap atas ucapan Albert mengetatkan rahangnya.
“Aku tidak akan membawanya jika Daddy hanya berniat menyakitinya!”
“Hahaha, kenapa kau jadi emosi seperti ini? Apa kau takut Daddy akan memakannya?” ledek Albert.
“Karena aku tahu apa yang akan Daddy lakukan”
“Katakan, apa yang kau pikirkan akan Daddy Lakukan Matt?” Albert menilisik kembali ke mata Putranya, ada ketakutan didalam sana. Takut jika ayahnya akan menghancurkan hubungannya dengan Alexa.
“Kau selalu saja berpikiran buruk tentangku Matt. Apa kau ingin Ibumu membenciku dari Atas sana?” lanjutnya kemudian.
“Bukankah Daddy membenci Manusia?” tanya Matt, kini matanya yang menelisik kedalam mata Albert mencari kebohongan disana. Tapi yang terlihat hanya kejujuran didalam sana.
“Hanya sebagiannya saja Matt.” Albert hanya tersenyum menanggapi Putranya. “Kau belum mengenal jauh Daddymu ini Nak.” Lelaki yang masih tampan diusianya yang sudah tak lagi muda itu berdiri dari duduknya dan menepuk bahu sang Putra. “Ajak gadis itu Lusa nanti makan malam di Mansion Matt, aku yakin kedua adikmu akan menyukainya.” Albert pun berlalu meninggalkan ruangan putranya.
Matthew yang masih mencerna ucapan Daddy nya itu tergeming, saat dia sudah mengerti kemana arah perkataan Daddynya senyum terukir indah di diwajahnya.
Aku begitu menyayangimu Dad.
***
__ADS_1