
Di Mansion Keluarga Joshep.
Di sebuah kamar yang begitu luas dengan interior yang Mewah disetiap sisinya, sepasang suami istri terlibat pembicaraan serius yang berujung perdebatan diantara mereka.
“Apa kata tetua-tetua disana tentang kita nanti?” ucap sang istri.
“Aku yang akan menanggung itu semua. Sedangkan kamu, tolong bersikaplah yang sopan dihadapan Matthew dan Kekasihnya.” Pinta sang suami.
“Bagaimana dengan Liona? Bukankah sebentar lagi mereka akan bertunangan?” Tanya sang Istri kembali.
“Aku yang akan mengurusnya. Kau tenang saja”
“Tapi bagaimana jika.....”
“Cukup Maria! Aku sudah tegaskan kepadamu berkali-kali. Hidup anakku biar menjadi pilihannya sendiri. Jangan memaksanya!” tegasnya lantang.
Albert menatap tegas ke arah Maria, emosinya begitu tersulut dengan perdebatan masalah Matthew dan kekasihnya. Baginya Matthew berhak menentukan jalan hidupnya, tanpa pengekangan.
Sudah cukup Ia yang menderita dengan kehidupan asmaranya dengan seorang Manusia karena tidak mampu memperjuangkannya dan lebih memihak bangsanya sendiri. Dan Kali ini Albert tidak mau Anak laki-lakinya itu bernasib sama dengannya.
Maria juga menatap tegas ke arah Albert. Tidak ada ketakutan sama sekali dimatanya bersitatap dengan suaminya yang dia tahu sedang sangat marah saat ini. Dia tetap bersikeras menentang hubungan Matthew dan Manusia yang bernama Alexa itu.
Ayah dan anak sama saja. Sama-sama bodohnya mau saja dibutakan cinta dari seorang manusia yang tidak jelas. Umpat Maria dalam hati.
“Jangan pernah mengumpatku Maria!” ketus Albert.
__ADS_1
Maria lupa jika suaminya bisa mendengar suara hati orang lain, matanya mengerjap beberapa kali sebelum kembali menetralkan wajahnya. Albert pun keluar dari ruangan itu sebelum kemarahannya makin menjadi.
Sedangkan diluar ruangan, masih di Mansion Joshep. tepatnya diruangan keluarga dua orang gadis berwajah serupa tampak akur menonton acara TV kesayangan mereka sambil sesekali menyuapkan cemilan yang sudah disediakan maidnya diatas meja.
“Maggie, menurutmu apa kekasih Kak Matt lebih cantik daripada si Betty Boop itu?” tanya yang satunya
“Ya, Paling tidak Kak Matt tidak salah memilih Betty Boop itu kan?”
“Hahaha, ya kau benar Maggie. Paling tidak mataku tidak sakit melihat pemandangan yang kurang menarik dari si Betty Boop itu”.
“Tapi Maissy, apa kau yakin Mommy mau menerima kekasih Kak Matt? Bukankah Dia begitu membenci manusia?” Tanya Maggie.
Maissy mendorong kepala kembarannya itu dengan telunjuknya “Maggie kau ini bodoh atau apa? Sejak kapan Kak Math butuh persetujuan Mommy?!. Apa kau lupa Kak Math itu bukan anak Mommy?”
Maggie pun hanya tertawa merutuki kebodohannya. “Iya ya kak Matt kan hanya anak Daddy bukan anak Mommy. Huft!” Maggie menghembuskan nafasnya kasar sebelum melanjutkan ucapannya, “coba saja kalau kita yang seperti itu, sudah pasti Mommy akan membuang kita atau lebih parahnya membunuh kita karena berhubungan dengan manusia”. Dan Maissy pun mengiyakan ucapan kembarannya itu dengan anggukan kepala.
Mobil yang dikendarai Alexa dan Matthew sudah memasuki Gerbang Mansion Keluarga Joshep. Terlihat sekali aura Kecemasan yang berlebihan pada gadis itu. Tangannya sibuk bertautan satu sama lain diatas pangkuannya. Sesekali wajahnya tampak berkeringat padahal AC dalam mobil itu tidaklah panas bahkan Matthew sudah mengaturnya ke suhu yang lebih rendah sebelumnya.
Setelah mobil berhenti dengan sempurna, keduanya keluar dari mobil dan berjalan bersisian. Matthew menautkan jarinya kesela-sela jemari Alexa dan menggenggamnya erat seakan memberikan kekuatan.
“Jangan takut. Ada aku disampingmu.” Tangannya mengelus sebentar puncak kepala Alexa. Alexa pun hanya tersenyum dan mengangguk.
__ADS_1
Kediaman keluarga Joseph memang terlihat sangat mewah. Dari bagian depan saja kemewahan sudah terlihat dari gaya bangunan model Eropa dengan beberapa Pilar besar seperti Istana. Ditengah-tengah halaman ada air mancur besar yang jatuh ke kolam yang berisi ikan-ikan Koi yang jumlahnya cukup banyak.
Matthew masih setia menggenggam erat tangan sang Kekasih sampai tiba di depan pintu sudah ada seorang Maid yang menyambut.
“Selamat Datang Tuan Muda, silahkan Tuan Albert dan keluarga sudah menunggu Anda.” Ucap Maid dengan membungkukkan badannya.
“Terimakasih Beatrix.” Jawab Matt dengan tersenyum. Matthew pun berlalu dengan Alexa ke bagian dalam Mansion itu, tepatnya menuju ruang keluarga. Karena dari arah luar terdengar suara orang yang sedang bercengkrama dari arah Ruang Keluarga. Sesekali terdengar suara tawa ringan terdengar dari dalam sana.
“Selamat Malam semuanya,” sapa Mathew mendekat ke arah sofa tempat mereka duduk. Sudah ada Sepasang Suami Istri dan dua anak gadis kembar yang menunggu kedatangan mereka.
Dua anak Gadis itu langsung melompat dari duduknya dan berlarian menghampiri Matthew untuk memeluknya. Maggie & Maissy langsung berhamburan ke pelukan Kakak tercinta mereka tanpa menghiraukan tangan Alexa yang masih belum terlepas dari genggaman Matthew.
“Kak Matt,, kangen” Ucapnya bersamaan. Matthew terkekeh melihat sikap kedua adik kembarnya ini. Keduanya bergelayutan manja dipundak Matthew masing-masing.
“kalian ini sudah besar, mengapa masih saja seperti anak kecil?” Jawab Matthew akhirnya. Keduanya hanya tertawa dengan cengiran yang membuat gigi kelinci keduanya terlihat menggemaskan.
“Hai Dad, Maria bagaimana kabarmu?” tanya Matthew menyapa kedua Suami Istri dan merangkulnya bergantian.
“Siapa perempuan Cantik ini kak?” tanya Maissy mengerlingkan matanya ke arah Alexa.
“Ah iya, aku sampai lupa mengenalkannya. Perkenalkan ini Alexa Simpson. Dia kekasihku.” Jelas Matthew dengan penuh suka cita. “Alexa perkenalkan inilah keluargaku, ini Daddy, Maria dan dua anak centil ini Maggie dan Maissy.”
Alexa tersenyum dan menjabat satu persatu yang ada disana. Semuanya menyambut Alexa dengan hangat, kecuali Wanita paruh baya yang diketahui sebagai Ibu tiri Matthew. Wanita itu memang tersenyum menyalami Alexa, tapi alexa tau jika senyuman itu tidak tulus dan menyiratkan banyak makna. Berdeda dengan ketiga orang lainnya yang begitu tulus. Tapi Alexa tak mau berpikiran buruk, dan memilih untuk mengabaikannya.
***
__ADS_1