Alien In Love

Alien In Love
Bab 1


__ADS_3

Kring.. Kring.. kring


Kring.. Kring.. Kring..


Dering telepon dimeja mengejutkan lamunan Alexa. Segera dihapusnya airmata yang sempat meleleh dari wajahnya.


“Halo..”


“Alexa, tolong bawakan Draft Design untuk Project Josh Company ke Ruangan Saya segera!”


“Baik Tuan.”


Setelah meletakkan gagang telepon kembali di tempatnya, Alexa pun bergegas keluar Ruangan menuju Ruangan Owner Brilliant Magazines.


 


Sesampainya didepan Ruangan Sang Owner, Alexa disambut dengan ramah oleh seorang Wanita berkacamata.


“Silahkan Masuk Alexa, Tuan Peter dan tamunya sudah menunggumu.” Tangannya dia gerakkan ke arah pintu seraya mempersilahkan Alexa untuk langsung masuk kedalam. Alexa pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya. “Terima kasih Rebecca”.


Alexa pun berjalan kearah meja Kebesaran Tuan Peter yang terletak ditengah ruangan tersebut. Di dalam sana sudah ada Dua Orang Laki-laki berpakaian Formal duduk di Sofa Tamu yang berada di ruangan itu.


“Permisi Tuan, ini draft yang Tuan minta.” Alexa menyodorkan beberapa lembar berkas yang sudah disiapkannya kehadapan Sang Bos.

__ADS_1


“Terima kasih Alexa” Tuan Peter membalasnya dengan ramah.


“Tolong tetap disini Alexa, Saya ingin mengenalkanmu dengan Perwakilan Josh Company”. Pinta Tuan Peter selanjutnya.


 


Dua orang laki-laki yang sedari tadi tak putus memandangi Alexa, perlahan menyunggingkan senyumnya saat bersitatap dengan Alexa. Dahi Alexa pun berkerut dibuatnya.


Kenapa mereka memandangiku seperti itu, apa penampilanku terlihat aneh? batin Alexa bermonolog. Tapi sepertinya nama dan wajahnya tidak asing.. lanjutnya kembali.


“Gilbert, Darriel, Perkenalkan ini Alexa, salah satu team Design Terbaik yang Om Punya.”


“Senang berkenalan denganmu Alexa.” Darriel menatap lembut Alexa yang menurutnya mempesona. Lain halnya dengan Gilbert yang memandang Alexa dengan datar.


Alexa pun merasa risih mendapatkan tatapan seperti itu dari orang yang baru saja dikenalnya. “Ah Iya. Bisa tolong lepaskan tanganku Tuan?” tanya Alexa, karena Darriel menjabat tangannya cukup lama.


“Kau ini tidak pernah berubah Darriel.” Balas Tuan Peter. “Selalu saja gombal jika dihadapan wanita cantik.” Lanjutnya.


 “Apa bisa kita mulai Om?” tanya Gilbert kemudian.


“ah iya baiklah. Om sampai lupa. Alexa akan membantu menjelaskan materi designnya, Silahkan Alexa”.


Alexa mulai menjelaskan satu demi satu draft Design tersebut dengan lugas dan cekatan. Penjelasan Alexa yang luar biasa meyakinkan, mengundang decakan kagum dari Darriel. Bahkan tanpa dia sadari senyuman tak hentinya luntur dari wajahnya.

__ADS_1


"Sempurna sekali. Bukan hanya wajahnya yang cantik, tapi penjelasannya pun cukup memuaskan." Batin Darriel.


 


Gilbert yang sedari tadi mengawasi interaksi sang Don Juan yang tampak tak biasa mulai menyikut Darriel dan berbisik, “Jangan terlalu berlebihan, kau akan menyesal nanti” Gilbert memperingati, tapi memang dasar Darriel apapun tidak akan bisa menghentikan kegilaannya jika sudah terpesona dengan seorang wanita.


Beberapa menit berlalu, pertemuan itupun berakhir. Alexa menghembuskan nafas lega karena sudah selesai menjelaskan materinya dengan baik, dan juga karena bisa terlepas dari tatapan Darriel yang menurutnya tidak biasa. Bukan dia tidak memahami arti dari tatapan Dariel, tapi dia hanya tidak ingin berpikiran negatif untuk orang yang baru saja ditemuinya.


Beberapa menit kemudian, Gilbert dan Darriel pun berpamitan untuk kembali ke Perusahaannya. Mereka pun bergantian berjabatan tangan dengan Tuan Peter dan Alexa. Alexa yang ruangannya terletak di lantai satu pun beriringan dengan kedua laki-laki tersebut menggunakan lift untuk turun ke lantai bawah.


“apa kau tidak mengenaliku nona Alexa?” tanya Gilbert memecah kecanggungan didalam lemari besi itu. Sedangkan Darriel saat ini sibuk bertukar suara dengan seseorang di seberang sana sehingga tidak terlalu mendengar percakapan Alexa dan Gilbert.


“Wajahmu memang tidak asing Tuan, tapi aku sungguh tidak mengingatnya.” Jawab Alexa sambil menelisik wajah Gilbert. Dahinya masih berkerut berusaha menggali ingatannya tentang Gilbert.


“Aku yang menjemput Tuan Matthew di apartemenmu beberapa bulan yang lalu Nona.” Gilbert mengingatkan.


 


Sekelebat ingatan tentang malam itu perlahan muncul di benak Alexa. “Ah iya, aku baru mengingatnya. Ternyata benar itu Kau Tuan?. Aku juga berpikiran untuk menanyakan hal ini kepadamu tadi.” Alexa tertawa kecil menanggapinya.


“Pantas saja Tuan Matt Rela mengorbankan hidupnya untuk Anda Nona, Ternyata Anda Orang yang menyenangkan.” Gilbert tersenyum menatap Alexa kagum.


"Anda terlalu berlebihan Tuan" Jawab Alexa merendah. "Tapi tunggu, apa maksudmu dengan mengorbankan diri Tuan?” lanjutnya setelah mencerna dengan baik kata-kata Gilbert sebelumnya.

__ADS_1


“Ah tidak Nona. Lupakan perkataanku. Semoga hari anda menyenangkan. Sampai berjumpa lagi Nona Alexa.” karna merasa telah salah berbicara, Gilbert pun akhirnya segera Pamit dan berlalu dari hadapan Alexa setelah membungkukkan badannya memberi hormat.


“Matt mengorbankan dirinya? Apa sebenarnya yang dimaksud Tuan Gilbert tadi?” batin Alexa.


__ADS_2