
“Maafkan aku Dear” Mathew menarik Alexa untuk masuk kedalam dekapannya, dilabuhkannya kecupan di puncak kepala Alexa. Didekapnya tubuh mungil itu seraya mengusap punggungnya berusaha meredakan kesedihannya dengan mulut yang tak hentinya menggumamkan kata Maaf.
Alexa menarik dirinya dari dekapan Matthew. “Aku baik-baik saja Matt, tidak usah merisaukanku”. Alexa tersenyum lembut kearah Matthew seperti tidak terjadi apa-apa. Matthew menatap sendu wanitanya itu.
“Jadi, makan apa kita malam ini? Aku sudah sangat lapar.” Lanjut Alexa.
Kenapa cepat sekali sikapnya berubah? Batin Matthew.
“Aku sudah memesan Delivery tadi sayang, mungkin tak lama lagi makanan kita samp-“.
Ting Tong..
Belum selesai Matt menyelesaikan ucapannya, bunyi bel apartemen menyela nya. “Ah itu pasti petugas delivery datang, biar aku yang mengambilnya.” Matthew beranjak dari duduknya u pintu.
Tidak ada pembicaraan selama acara makan malam berlangsung, yang ada hanya suara dentingan sendok dan piring tang saling beradu satu sama lain.
Setelah sesi makan tadi keduanya duduk bersisian dibalkon apartemen, menikmati indahnya kota Paris dengan gemerlap lampu dari ketinggian unit Apartemen Alexa yang berada di lantai tiga puluh.
Keduanya sedang asik dengan kesibukannya masing-masing. Alexa dengan tabletnya dan juga sketsa design yang harus diselesaikan untuk bahan meetingnya esok hari. Sedangkan Matt sibuk berchat ria dengan ponselnya.
“Ah iya Matt,” suara Alexa memecah keheningan.
“Hemm,”
__ADS_1
“Apa kau mengenal Gilbert?” lanjutnya.
“Jelas aku mengenalnya Alexa, dia salah satu pegawaiku” Matt menjawabnya dengan santai tanpa mengalihkan pandangannya dari Ponselnya.
“Ya aku tahu dia pegawaimu. Maksudku apa dia juga sama sepertimu?” tanya Alexa penasaran.
“Maksudmu apa Gilbert sama tampannya dengan aku. Jelas berbeda sayang aku lebih tampan?” bukannya menjawab pertanyaan Alexa, Matthew malah menggodanya dengan pertanyaan lain yang membuat Alexa memutarkan bola matanya malas.
“Siapa yang mengatakan dirimu Tampan Tuan Alien?” Cetus Alexa.
Matthew dengan percaya dirinya membanggakan ketampanannya didepan Alexa. “Semua wanita yang memandangku pasti akan bilang jika aku ini tampan Dear. Apalagi Wanita yang saat ini duduk disebelahku.” Matthew mengedip-ngedipkan matanya menggoda Alexa dengan tersenyum.
“Jangan bermimpi Tuan Matthew. Dasar Alien Aneh!” jawab Alexa dengan Ketus.
“buktinya kau begitu terluka saat aku membahas perjodohanku dengan Liona, bukankah itu mengartikan kau sangat takut kehilangan Alien Aneh ini Nona Alexa?”
“Hei Nona Alexa Simpson, dengarkan aku...” Matthew menggapai jemari Alexa yang sedari tadi sibuk memilin satu sama lain. Diangkatnya dagu Alexa agar bisa bertatapan langsung dengannya. “Sekalipun mereka meminta perjodohan itu untuk dilaksanakan, jika aku tidak mau melakukannya semuanya tak akan terjadi sayang.” Lanjut Matthew menenangkan.
Seketika Alexa merasakan dadanya begitu lapang dan tidak semenyesakkan tadi. Ditatapnya Bola mata hitam Kelam yang ada dihadapannya kini dengan dalam, mencari kesungguhan dari sorot matanya.
“Dan Kali ini, aku mohon Percaya padaku!” matthew masih menyorot mata gadisnya itu dengan begitu dalam, “Aku akan selalu disisimu sekalipun itu mengorbankan nyawaku. Karna kamulah poros hidupku Alexa.” Lelaki itu menguatkan genggamannya pada jemari Alexa. Alexa pun menganggukkan kepalanya dan tersenyum lembut.
“Kenapa kau jadi menggemaskan seperti ini Tuan?” Tanya Alexa sembari mencubit kedua pipi Matthew gemas.
__ADS_1
“Karena selain tampan itu juga kelebihanku Dear”. Ucapan Matthew sontak mengundang Alexa untuk mengumpat dalam hati.
“Dasar Alien aneh!” Umpat Alexa dalam hati.
“jangan mengumpatku sayang.” Goda Matthew sambil mengacak rambut Alexa. Alexa pun terbahak melupakan hal jika lelaki yang sedang duduk bersamanya saat ini bisa mendengar suara hati orang lain.
“Matt, kau belum meenjawab pertanyaanku tentang Gilbert!” “apa dia Manusia atau bukan?” Alexa sungguh penasaran karna dari tadi Matthew mengabaikannya.
“Kenapa kau Penasaran sekali Dear?” tanya Matthew menyelidik. “Jangan bilang kau menyukainya?”. Pertanyaan Matthew membuat Alexa tersenyum.
“Apa kau cemburu Tuan Alien?”
“Jelas aku cemburu Sayang.” Ah menggemaskan sekali kamu Matt. Batin Alexa tersenyum.
“Aku hanya ingin tahu saja Matt, bukankah kau bilang jika bangsamu tidak menyukai manusia? Jadi apakah kemungkinan Gilbert Juga bukan Manusia?”
“Dia sama sepertimu Dear. Sekalipun bangsa kami tidak menyukai kalian, tapi disisi lain karna alasan kesetiaan, kenyamanan, dan juga Keselamatan, kami menjalin hubungan baik dengan Manusia. Salah satunya Gilbert dan keluarganya. Mereka sudah turun temurun bekerja pada leluhurku.”
Alexa mendengarkan dengan cermat penjelasan panjang Matt kali ini. Ada secercah harapan yang melambung tiba-tiba dihatinya.
“Berarti Aku juga bisa sepertinya kan?. Diterima baik oleh bangsamu?”. Tanya Alexa penuh harap.
Matthew tersenyum lembut seraya mengusap kepala wanita dihadapannya itu dengan sayang. “Iya Dear, akan kupastikan mereka menerimamu apapun caranya.” Alexa pun menghamburkan badannya untuk memeluk Matt, dan laki-laki itupun membalasnya dengan erat.
🎗️🎗️🎗️
__ADS_1