ALKISAH : Doa Untuk Dunia [1001 Cerita Fantasi Indonesia]

ALKISAH : Doa Untuk Dunia [1001 Cerita Fantasi Indonesia]
KISAH/ Rahasia Duniawi II: Menuju Sisi Dunia Lain


__ADS_3

Ran merasa hampir terkena serangan jantung saat mendengarnya. Apa yang dikatakan Pak Sopir seharusnya mustahil, tapi Ran tahu kalau pak Sopir juga tidak memiliki alasan untuk membohonginya. Perjalanan melintasi waktu itu adalah dosa besar bagi Rakyat Dunia Lain, dan itu sama saja dengan melawan sang Pencipta.


Aneh, pikir Ran yang juga mulai berkeringat dingin. Benar-benar berita yang meresahkan. Padahal dia baru saja merasa sangat bersyukur karena bisa bertemu dengan pedagang ini, Rizky. Namun tetap saja dia juga tak bisa mengabaikan berita itu.


Meski begitu, ada satu hal lain yang mengamuk dalam pikiran Ran saat ini. Satu pemikiran yang membuatnya ketakutan setengah mati.


“Perang...“ Hanya satu kata dan itu mampu untuk menjelaskan semua rasa takut yang menggumpal dalam dirinya. Malahan bukan hanya dia saja yang terkejut saat mendengar kata itu keluar dari mulutnya sendiri, bahkan si Pak Sopir juga tampak tercengang saat mendengarnya.


Sungguh malam yang berat.


Baru beberapa menit yang lalu Ran berusaha untuk melupakan semua pertempuran yang pernah ia lewati di masa lalu, tapi sekarang di dunia manusia ini, di awal dari lembaran baru dalam kehidupannya, Ran harus menghadapi kenyataan kalau perang besar mungkin akan segera terjadi tak lama lagi.


“Ini tidak mungkin...“ Keringat dingin menetes dari dagu Ran dan jatuh ke tanah. “Dalam Hukum Dunia, tertulis dengan jelas bahwa kita, Rakyat Dunia Lain, para Crystalian, dilarang keras untuk melakukan segala tindakan yang berhubungan dengan perjalanan melintasi waktu. Tapi... kenapa?”


“I-itu semua tidak penting sekarang! Dunia ini membenci kita! Dunia ini membenci Tuhan! Itu sudah jadi rahasia umum.” Meski Pak Sopir memekik seperti orang kesetanan, namun pria itu juga tetap berusaha untuk terlihat tenang. “Intinya hampir semua orang sudah tahu tentang kabar ini, jadi tak ada alasan untuk menolak kebenarannya.”


“Astaga...“ Untuk kesekian kalinya, Ran kehabisan kata-kata. Perasaannya kembali bergejolak dan bercampur aduk.


Akan tetapi, waktu Ran mengangkat tangan kanannya dan meraba kepalanya, tiba-tiba saja, si Sopir tidak sengaja menangkap sesuatu yang luar biasa yang melekat di tangan kanan Ran. Sebuah tato berwarna merah, dengan bentuk yang sangat rumit. Tapi kalau dilihat secara sekilas, tato Ran bentuknya tampak seperti meteor yang sedang jatuh menimpa daratan.


Si Sopir tiba-tiba menyambar tangan tangan kanan Ran dengan sangat cepat.


“Apa-apaan ini... Kau... seorang Penimbun?” Sopir itu kembali bertanya. Matanya membuka semakin lebar. Entah kenapa pria itu lama-lama mulai terlihat seperti orang stres.


Saat Sopir itu menahan tangan kanan Ran, Rizky juga tak sengaja melihat tato itu, dan jelas saja kalau dia terkejut.


Akan tetapi Ran merasa agak jengkel dengan perlakuan pak Sopir itu. Dengan seenak jidatnya, dia mengatakan sesuatu yang tak seharusnya ia katakan di tempat seperti ini.


“Apa yang salah dengan itu?” Ran menarik tangannya dengan kasar dari cengkeraman pak Sopir, lalu menatap tajam pria itu. Mata oranye Ran agak berpendar, karena dia menggunakan sedikit kekuatannya. Toh, Pak Sopir yang mulai duluan, lihat saja matanya yang juga memancarkan cahaya kebiruan.


Wajar jika Ran marah karena Sopir itu menyinggung soal tato yang ada di tangan Ran, karena kekuatan itu adalah aib bagi mereka yang memilikinya.


Ran sebenarnya tak menyangka kalau pria yang tadinya ramah, ternyata bisa menampakkan perangai seperti ini hanya dalam sekejap mata. Mungkin dulu dia telah menghilangkan sifat buruknya itu, tapi sayangnya kabar tentang ramuan masa lalu itu pasti telah berhasil memancing jati diri si Sopir untuk kembali ke permukaan.


“Wah! Sudah berapa orang yang kau bunuh untuk mewujudkan tato itu?”


Tanya seseorang yang tiba-tiba muncul di samping Ran.


Kehadiran tamu yang tak diundang itu sukses membuat Ran dan si Sopir tersentak kaget. Orang itu bertubuh agak gemuk, dan tinggi badannya pun standar. Mungkin dia masih berumur sembilan belas atau dua puluh tahunan, tapi wajahnya membuatnya terlihat seperti anak remaja. Namun, tentu saja itu bukan alasan kenapa Ran dan si Sopir terkejut setengah mati.

__ADS_1


Meski samar-samar, Ran bisa merasakan aura mengerikan yang terpancar dari pemuda ini. Kekuatan yang sangat mengintimidasi dan amat menekan. Jika diumpamakan, mungkin kehadiran pemuda ini sama seperti badai atau gempa.


“Pengawas Dunia...?” Sopir itu memandang pemuda itu dengan tatapan tak percaya. Namun ia segera menundukkan kepalanya sebagai tanda hormat.


“Apa!?” Ran tersentak lagi. Dia memandang heran sopir itu, tapi, dia akhirnya memaksa lehernya untuk bergerak dan melirik wajah pemuda itu. “Sang Kyne?” Pemuda yang tampangnya sangat biasa itu, tak lain dan tak bukan, adalah salah satu dari dua belas cucu sang Pencipta. Makhluk dengan kekuatan yang tak bisa diterima oleh akal manapun, yang dikatakan mampu menghancurkan sebuah planet hanya dengan satu jari.


Satu jari.


“Mas, saya pesan green tea hangat satu, ya.” Kata pemuda itu pada Rizky.


“Oh, siap, Vin.” Jawab pemuda itu ramah. Tapi, dia tetap saja masih terlihat heran.


“A-apa yang membawa anda ke sini?” Tanya Sopir itu dengan sopan.


“Ya, tato ini menarik perhatianku. Orang-orang yang memilikinya disebut sebagai Penimbun kan?” Ujar pemuda itu. “Temanku juga memiliki tato seperti itu. Dia juga seorang Penimbun.” Pemuda itu tersenyum dan memandang si Sopir dan Ran bergantian. “Jadi, berapa orang yang sudah kau bunuh? Seribu? Puluhan ribu? Ratusan ribu? Jutaan? Atau milyaran?”


“A-ah... aku juga nggak tahu pasti. sih.” Jawab Ran gugup. “Ah! Saya baru ingat. Tiga hari yang lalu, saya akhirnya mengetahui sesuatu waktu di Kristal Agung.”


“Hmm? Apa itu?”


“Ju-jumlah orang yang telah saya bunuh.” Ungkap Ran sambil menelan ludah. Sebenarnya dia sangat marah karena pertanyaan pemuda ini, tapi dia tak bisa melakukan apapun. Benar-benar tak bisa. “Jumlah nyawa yang telah saya renggut, kurang lebih... tiga ratus ribu.”


Mata Ran membuka lebar saat mendengar pertanyaan yang tak terduga itu. Tapi, dia tetap harus menjawabnya. Walaupun jawabannya mungkin akan terdengar keterlaluan. “Kalau dengan ini... Mungkin aku bahkan bisa melenyapkan seluruh Indonesia dari peta saat ini juga.”


Ran bisa mendengar suara nafas Pak Sopir yang tertahan.


Tiba-tiba saja, di saat yang bersamaan, terjadi sebuah kecelakaan dahsyat tepat di jalan raya di belakang mereka.


Sebuah mobil truk kuning menabrak mobil angkutan umum, hingga membuat puing-puingnya berhamburan ke mana-mana. Tapi anehnya, tak ada satupun yang terlempar ke tempat Ran. Bahkan mobil taksi Pak Sopir juga tak terkena dampak apapun, padahal mobil itu terparkir tepat di pinggir jalan, dan hanya berjarak beberapa meter saja dari tempat di mana kedua kendaraan itu saling bertubrukkan.


Namun, Ran dan si Sopir menyadari sesuatu. Pemuda itu melakukan sesuatu tepat sebelum kecelakaan itu terjadi. Ia menjentikkan jarinya, dan menciptakan suatu penghalang magis dan penghalang fisik waktu itu, itulah sebabnya mereka masih aman-aman saja di situ.


“Dia menggunakan mantra penguatan tak terbatas, Omnia, hanya untuk menyempurnakan Protago dan Magia. Astaga... Ini terlalu berlebihan...” Jelas Pak Sopir terheran-heran.


Ran menengadah memandang sesuatu di langit-langit. Ada cahaya biru dan hijau yang timbul setiap beberapa detik, kemudian garis cahaya itu bergerak turun dengan perlahan, seperti riak pada air, dan kemudian melebar membentuk semacam kubah lalu lenyap saat menyentuh tanah.


Memang pelindung itu tampak seperti pelindung biasa pada umumnya, tapi Ran yakin, kalau serangan nuklir sekalipun bahkan tidak akan bisa menggoresnya.


Kala itu, semua orang yang ada di sekitar sana langsung meninggalkan semua kesibukkan mereka. Mereka bergegas menghampiri tempat kecelakaan itu, dan berusaha menolong para korban.

__ADS_1


“Eh... Kenapa kalian diam saja?” Tanya Rizky yang masih menyiapkan pesanan Ran.


Ya, tentu saja pemuda itu keheranan, karena di depannya saat ini ada tiga orang yang sama sekali tidak melakukan apapun, padahal jelas-jelas sedang terjadi kecelakaan tepat di depan mata mereka. Ran, si Sopir, maupun si pemuda gemuk hanya diam di situ dan terlihat biasa-biasa saja, seakan tak peduli.


“Hmm... Memangnya kau mau kami melakukan apa? Kecelakaan ini adalah ulah kalian sendiri, jadi kami nggak punya hak untuk melakukan apapun.” Pemuda gemuk itu berbisik amat pelan, tapi Ran bisa mendengarnya dengan jelas. “Ngomong-ngomong, kau ini Ran Akrapael kan?” Tanyanya tiba-tiba.


“Ah... I-iya?” Jawab Ran yang kala itu tak sengaja bertukar pandang dengan Rizky. Pemuda itu menaikkan sebelah alisnya, lalu tersenyum kecil. Tapi Ran memalingkan pandangannya, dan entah kenapa dia merasa bersalah.


“Ikutlah denganku. Karena aku ingin mencegah peperangan.” Ungkap pemuda itu tiba-tiba. “Aku tahu ini berat buatmu, dan aku juga tahu kalau kau baru tiba hari ini, tapi ini adalah satu-satunya cara kalau kau memang ingin hidup normal di dunia ini.”


“H-Hah!? Aku?” Pekik Ran panik.


“Kan tadi aku sudah bilang, kalau aku tertarik dengan tatomu itu.” Pemuda gemuk itu menyunggingkan senyuman tipis.


“Tapi ini kekuatan terlarang! Aku aja nggak mau menggunakannya!” Ran berusaha menekankan.


“Berarti kau ingin berperang lagi dong?”


Pernyataan pemuda gemuk itu seketika membuat Ran terdiam. Saat ini dia benar-benar dihadapkan dengan dua pilihan yang sama buruknya. Atau mungkin tidak? Hanya saja Ran tidak tahu cara menimbangnya, karena dua pilihan itu sama-sama tidak adil untuknya. Tapi tentu saja, peperangan adalah yang terburuk. Bahkan lebih buruk dibanding malapetaka.


“Tidak ada kekuatan yang buruk. Yang buruk itu adalah tujuanmu dalam menggunakan kekuatan itu. Dan saat ini, aku mengajakmu untuk membawa kembali ketenangan. Ingat, ya, ketenangan, bukan kedamaian, karena kedamaian itu nggak nyata. Jadi, ikutlah denganku. Aku akan membawamu ke tempat di mana kau bisa mengumpulkan jiwa sampai tak terhingga. Aku akan membawamu ke Lautan Kenangan.”


Ran sampai pada titik dimana ia tak tahu harus menjawab apa lagi. Otaknya kandas karena terlalu lelah. Ya, Ran benar-benar harus istirahat sekarang, mengingat dia sudah terjaga selama tiga hari berturut-turut.


“Eh... Lautan Kenangan? Itu hebat. Sangat hebat malah. Tapi... boleh nggak aku istirahat dulu hari ini? Aku ngantuk banget soalnya.”


***


Sarah berkeringat dingin, dan kepala gadis berhijab putih itu terasa penuh dan seakan ingin meledak. Pasalnya, dia baru saja mendengarkan percakapan yang amat menyeramkan antar seorang sopir taksi, seorang pemuda gemuk, dan seorang pemuda bermata oranye yang tampangnya seperti artis, yang mana mereka membahas tentang, dunia lain.


Mereka membicarakan tentang dunia lain. Bukan dunia hantu atau sesuatu seperti itu, tapi benar-benar tentang dunia lain. Dunia yang penuh dengan sihir, kekuatan, dan monster atau semacamnya.


Waktu itu Sarah duduk tepat di belakang si pemuda bermata oranye, punggung mereka bahkan hanya berjarak beberapa senti saja. Tapi situasinya benar-benar menegangkan karena orang-orang ini memiliki kekuatan dan mereka mungkin sadar kalau Sarah sedang menguping. Gadis itu duduk di situ dalam diam sambil minum minuman yang ia pesan tadi. Telinganya ia pasang baik-baik.


Mungkin ini semacam takdir, karena beberapa menit lalu, Sarah merasa sangat haus tanpa alasan yang jelas, dan anehnya dia juga tiba-tiba sangat ingin minum minuman ini, jadi dia akhirnya pergi meninggalkan kostnya, dan membawa perlengkapan lengkapnya yang selalu ia pakai setiap kali ia bepergian, lalu datang kesini dengan naik motor, dan berakhir dalam situasi ini.


“Ya, ini jelas takdir, lah.” Gadis itu berbisik pelan sekali, sampai telinganya sendiri pun tak menangkapnya. Sarah memasang wajah cemas yang teramat sangat, tapi meski begitu, dia tetaplah cantik seperti yang seharusnya.


Namun, jujur sejujur-jujurnya, rasa panik dan cemas sudah membanjiri benak sarah hingga ke ujung tanduk, karena kenyataannya, percakapan itu, dan keberadaan ketiga orang itu, adalah bukti kalau mata Sarah sebenarnya tidak pernah rusak.

__ADS_1


Ya, sejak dulu, dia memang bisa melihat dunia lain itu.


__ADS_2