Alone

Alone
Episode 13


__ADS_3

@@@


Malam ini  rina sedang merenung di kamarnya.  Tatapannya kosong dan kelam, seolah tersimpan banyak luka da kekecewaan di dalamnya.


Malam ini  rina memikirkan bagaimana caranya bertahan hidup dengan sisa tabungan yang mungkin hanya cukup untuk satu bulan itu saja.


Entahlah  rina cukup lelah dengan semua ini, ia merindukan kehangatan dan kehadiran keluarga dalam hidupnya.  Apakah tuhan akan berbaik hati dan memberikan nya hidup tenang, walau hanya 3 menit?  rina harap seperti itu.


rina memang bukan tipe anak yang suka menghambur-hamburkan uang, tap ayolah, dia perempuan yang kebutuhan hidupnya cukup banyak, belum lagi untuk biaya sekolah.


rina belum menceritakan apa-apa pada sahabatnya.  rina mengambil telepon genggamnya dan mulai mencari nomor seseorang untuk di hubungi.


‘ ya halo asaalamualaikun, ada apa  rin?” sapa seseorang di seberang sana.


‘waalaikumsalam ser, lo ada dimana?’ ternyata orang yang dihubungi oleh  rina adalah falia.


‘otw rumah killa nih, soalnya mau ke mall, btw kenapa telpon’


‘gue Cuma nanya, om lu punya cafe kan disekitaran apart gue?’


‘iya ada, kenapa?’tanya falia cukup heran dengan pertanyaan  rina.


‘ada lowongan gak? Kali aja gue bisa kerja di sana’


‘HA?! LO SERIUS  RIN?’


‘yaelah berisik amat, jadi ada gak?’


‘em kurang tau sih,tapi ntar coba gue tanya, kalo ada gue bilangin ke lo’


‘nah oke sip, yaudah makasih ya, maaf udah ganggu have fun lu disana, asaalamualaikum’


‘iya sip, waalaikumsalam’


Dan klik. Sambungan terputus.  rina tersenyum nanar, berharap keputusannya tidak salah kali ini.


Saat ini  rina merasa cukup tenang, setelah sambungan terputus  rina menyimpan ponselnya dan mulai tertidur.


@@@

__ADS_1


Siang ini  rina pulang sendiri dengan mobilnya, nathan sudah menawarkan  rina agar pulang bareng


dengannya kerena jalan mereka searah, tapi karena tadi pagi  rina membawa mobilnya sendiri, jadilah ia menolak dengan alasan bahwa ia membawa mobil sendiri tadi pagi.


Kepalanya asyik mengangguk-angguk ketika lagu fire—bts mengalun indah di mobilnya. Mungkin ketika sebagian orang yang belajar lebih senang mendengar lagu klasik, tapi  rina berbeda, baginya lagu-lagu hip hop adalah lagu yang paling enak didengar saat belajar.


Matanya asyik melihat kiri kanan, dan pandangannya jatuh ketika melihat kerumunan orang yang cukup


ramai. Karena penasaran  rina menghentikan mobilnya, dan turun untuk melihat apa yang terjadi.


‘ oh ternyata kecelakaan’ –batin  rina.


Ia berjalan mendekat untuk melihat sang korban, dan betapa terkejutnya ketika ia mengetahui siapa


korban dan kecelakaan tersebut. Itu dia,benar, itu kakaknya,  rina menerobos kerumunan untuk melihat keadaan


kakaknya.


“kak?, kakak gak papa?” ucap  rina lirih.


“dia pingsan mbak, kita harus bagaimana?”ucap salah seorang warga di kerumunan tersebut.


“mbak?”


“eh, i-iya mas, tolong bantu bawa ke mobil saya aja”


“oh iya mbak, mari saya bantu”


rina mengendarai mobilnya dengan cemas, matanya tak bisa lepas dari kakak nya, rina berdo’a semoga ervin benar-benar baik-baik saja. Tiba di apartemen  rina meminta bantuan satpam apartemennya.


Dengan sedikit kesulitan akhirnya  rina dapat membaringkan tubuh ervin di sofa, setelah mengucapkan terima kasih pada satpam yang menolongnya,  rina bergegas mengambil kotak p3k dan kompres dingin untuk mengurangi lebam di tubuh ervin.


rina duduk di lantai dan mulai membersihkan luka ervin dengan kain kasa yang dibubuhi alkohol, dengan telaten  rina mengobati dan menutup luka ervin yang berada di keningnya. Lalu  rina beralih


pada beberapa lebam yang berada di tangan nya dan kaki nya.  rina mencoba mengoles obat merah pada lukanya. Lalu  rina menatap wajah kaka nya yang damai, tangannya menelusuri wajah kakak tampannya tersebut, dan gerakan tangannya berhenti di rambut ervin, dengan penuh kasih sayang  rina mengusap rambut ervin lembut.


“udah lama banget gue gak gini sama lo kak, gue kangen banget, dulu lo yang selalu bela gue, tapi


sekarang lo jauh ya kak? Jauh banget, sampek rasanya kita kayak orang gak kenal, sakit kak, sakit”  rina perlahan

__ADS_1


mengeluarkan uneg-uneg nya.


“disini kak” jeda  rina seraya menunjukkan dadanya dengan jari telunjuk nya “ disini rasa nya sesek ngeliat kalian bahagia tanpa gue, liat kalian seneng saat gue menderita”  rina kembali memberi jda pada ucapannya—mungkin menghentikan ucapannya, tangannya kini sibuk menghapus air yang menetes dari mata indahnya,  rina tertawa kecil lalu menggeleng, ia bangkit dan menuju kamarnya untuk mengganti pakaian.


Selesai berganti pakaian  rina pergi untuk membeli beberapa kebutuhan di apartemennya.


@@@


16.45


Ervin tersadar dari pingsannya. Ia mengedarkan pandangannya. Seingatnya ia hampir tertabrak mobil


tadi. Matanya tidak sengaja menangkap sebuah bubur, obat, dan note yang berada dalam nampan. Ervin meraih nampan tersebut, dan membaca sebuah note yang berada dekat mangkuk bubur.


***   Dear***


kak Ervin


Dimakan, get well soon. Lo boleh pergi kalo


udah baikan. Oiya motor lo ada dibengkel, jadi kalo mau pulang naik taksi aja.


- rina


Mata ervin memerah, ah betapa rindunya ia pada adik kecilnya itu. Bahkan setelah apa yang ia lakukan rina masih berbaik hati padanya. Ervin mulai memakan bubur dengan perlahan, dan setelah makan bubur ia meminum obatnya.


Ervin kembali meletakkan nampan tersebut diatas meja. Ia bangkit, dan dengan sedikit tertatih ervin mulai berjalan keluar dari apartemen  rina. Sebelumnya ervin telah meminta temannya


untuk menjemputnya.


Ia menghela nafas sekali lagi, dan pergi meninggalkan apartemen  rina.


**                                                                       >>>> **


 


 rina tiba di apartemennya pukul enam lewat. Ia melepas sepatunya dan menaruhnya di rak. Pandangannya diedarkan ke arah sofa tempat kakaknya berbaring sebelum ia pergi. ia menghela nafas lega karena


kakaknya sudah pergi, walau sedikit terbesit rasa kecewa dari dalam hatinya.

__ADS_1


Tak mau terlalu lama bersedih,  rina berjalan gontai ke kamarnya. Entahlah ia merasa sedikit pening di kepalanya, sebelum tidur ia membaca do’a terlebih dahulu dan dalam sekejap ia tertidur.


__ADS_2