
CHAPTER 1
Perkenalkan nama aku Alina Avrillia Claudia panggil aja aku Claudia, aku anak ke 4 dari pasangan Andreas Alexander dan Alena Alexander, kenapa nama ku nggak pake marga Alexander? Karena orang tua ku nggak mau marga namanya nya di pakai oleh pembunuh seperti diriku, AKU BUKAN PEMBUNUH PA, MA
Percuma aku menjelaskan nya mereka juga tidak akan ada yang percaya, aku di asingkan dari keluarga ku sendiri karena apa? Karena mereka takut aku bakal ngebunuh kakak ku lagi, ITU SEBUAH KECELAKAAN BUKAN PEMBUNUHAN
Sekarang aku berada dikamar ku sambil mendengarkan lagu lagu yang membuat otak ku tenang meski itu hanya sebentar, saat aku lagi menulis sesuatu di buku diary ku tiba tiba Papa menggedor gedor pintu kamar aku
Tok Tok Tok
“HEI ANAK SIALAN BUKA PINTU NYA” teriak Papa ku dari luar kamar ku
Didalam hatiku aku begitu sakit saat mendengar Papa dan Mama bilang begitu sama aku, Salah aku apa Tuhan aku hanya korban Tuhan bukan pembunuh
Perlahan aku berjalan menuju pintu kamar ku
“KALAU KAU TIDAK MEMBUKA PINTU NYA SAYA AKAN MENDOBRAK NYA” teriak Papa lagi
__ADS_1
Ceklek
Saat pintu terbuka Papa langsung menendang aku layak nya bola kaki, Papa tidak ada rasa belas kasihan sama sekali terhadap aku, saat ini Papa lagi melampiaskan emosi nya dengan cara menendang,memukul,dan lain lain nya
“Pa hiks hiks sakit Pa hiks” ucap ku
“GARA GARA KAU PERUSAHAAN SAYA MENGALAMI KEBANGKRUTAN” teriak Papa
“Ampun Pa hiks hiks” ucap ku
“Apa? Ampun? SETELAH APA YANG KAU LAKUKAN TERHADAP ANAK KU, KAU BILANG AMPUN, JIKA BUKAN KARENA NENEK MU AKU TIDAK AKAN MENGURUS MU LAGI LEBIH BAIK AKU MEMBUANG MU SAJA KARENA AKU TIDAK AKAN MAU MENGURUS ANAK PEMBUNUH SEPERTI MU” teriak Papa terus memukul ku
Aku merasa tubuh ku sudah tidak berdaya tapi aku tetap terlihat kuat di hadapan orang tua ku, Mama memberikan rotan itu kepada Papa dan Papa pun langsung memukul rotan itu di seluruh tubuh ku, saat aku hendak terduduk karena tidak kuat menahan tubuh Mama tiba tiba menarik rambut panjang ku dan membenturkan kepala ku di dinding
“Sudah Mas, seperti nya dia sudah lelah kita siksa ayo kita keluar” ucap Mama sambil menarik tangan Papa keluar dari kamar ku
Aku menangis meratapi hidupku, aku berharap suatu hari Tuhan mengambil nyawa ku karena aku sudah tidak sanggup lagi berada di dunia yang penuh dengan drama ini
__ADS_1
Tiba tiba aku merasa ada sepasang tangan yang memeluk ku, aku tau itu kakak ku namanya Rangga Saputra Alexander, dia adalah kakak paling baik sedunia, dia selalu mengerti aku, dia pernah mencoba membela ku tapi yah sepertinya orang tua ku tidak percaya
"Menangislah sekuatnya dek" ucap Kak Rangga
Hiks hiks hiks
"Kakak selalu ada untuk mu" ucap Rangga sambil menggendongku menuju tempat tidur ku dan mengganti pakaian ku yang basah akibat Papa
"Makasih kak" ucap ku sambil tersenyum ke kak Rangga
"Maafin kakak ya nggak bisa bela kamu sayang" ucap kak Rangga
"Iya kak, lebih baik kakak keluar nanti ketahuan Papa sama Mama lagi" ucap ku menyuruh kak Rangga keluar
"Kakak keluar ya" ucap Rangga sambil mencium kening ku
Aku sangat bersyukur di saat keadaan ku seperti ini masih ada kak Rangga yang menemani ku
__ADS_1
“AKU HANYA INGIN BAHAGIA SEKALI SAJA BERSAMA KALIAN BUKAN ORANG LAIN"