
* 'aku harap kesenangan ini dapat bertahan lama'*
**Rina**
"rin, ayo cepat kesini, tiket nya udah aku beli nih" teriak ervin yang berada di dekat roller coaster.
"iya, kak bentar, gue ke sana ya!" jawab rina sambil berjalan menuju tempat kakanya berada.
saat rina sampai di sana, ia kaget melihat antrian yang begitu panjang. lalu ia pun berbisik pada ervin.
"kak antriannya panjang banget ya?" bisik rina pada ervin.
"yaiyalah, sekarang kan hari libur, pasti rame banget" jawab ervin sambil berbisik juga.
tak lama kemudian, saat giliran mereka berdua tiba, rina sangat senang hingga rasa nya ingin melompat. karena ini adalah pertama kalinya ia naik wahana ini apalagi bersama dengan kakak nya.
"yuk naik!" ajak ervin
"ok" jawab rina menerima ajakan ervin.
lalu setelah mereka naik aba aba yang di berikan oleh petugas bahwa wahana ini akan mulai berjalan. saat roller coaster mulai berjalan, rina mulai mendengar beberapa orang yang berteriak, sedangkan rina berusaha tetap tenang dan menikmati wahana ini
__ADS_1
lalu pada saat roller coaster berada di puncak tertinggi dan titik paling ekstrim, rina tak bisa mempertahankan sikap tenangnya, ia pun mulai berteriak, sesekali ia melihat ke arah kakak nya, ia melihat kakak nya tetap tenang meskipun berada di puncak tertinggi dan titik paling ekstrim.
"kak. kok lo bisa tetap tenang sih? padahal tadi nakutin banget, eh tapi seru juga sih!" tanya rina setelah mereka berdua turun dari wahana roller coaster
"gak tuh, perasaan biasa aja, gak nakutin! mungkin lo aja yang lebih penakut dari gue!" jawab ervin sambil mengejek rina.
"oh ya, sekarang kita mau kemana lagi?" tanya ervin.
"hmm, mungkin itu!" rina menunjuk wahana rumah hantu.
"yakin lo mau ke situ?"
"yakinlah!"
"ih apaan sih kakak tuh sama aja kayak nath--" rina tak mau menyelesaikan ucapannya, ia tak mau mengingat sesuatu yang berkaitan dengan nathan.
"kayak sapa?!" tanya ervin penasaran, apalagi melihat perubahan raut wajah rina. ia terlihat sedih.
"gak kok, gak mirip sapa-sapa! oh ya ayo cepetan beli tiket nya terus kita masuk!" rina mendorong kakak nya ke arah tempat pembelian tiket. lalu saat mereka sudah mendapatkan tiket akhirnya mereka masuk, tentunya setelah mengantri.
awal mereka masuk hanya tempat seram yang mereka berdua lihat, masih belum terlihat hantunya. tetapi rina sudah sangat ketakutan ia selalu memegang tangan kakak nya tanpa pernah melepaskan nya.
__ADS_1
"katanya lo gak takut, tapi dari tadi nempel sama gue terus!" ejek ervin yang melihat rina sangat ketakutan.
"ih, sapa yang bilang gue takut! gue pegang lo kak, supaya kita gak berpisah! di tempat kayak gini yang biasanya banyak orang terpisah!" rina menyangkal ejekan kakak nya.
"kalo takut bilang aja!" ervin masih terus saja mengejek rina.
lalu saat mereka berdua asik berbincang, sang bintang utama dari rumah hantu pun muncul. rina sangat kaget sekaligus kaget. ia berteriak terus menerus tanpa henti.
"kak, itu lihat hantunyaaaaa"
"waaaahhhhhh"
"kak, gue takuuuttttttt"
"lihat tuh haannnntuuunyaaaa"
lalu setelah perjalanan panjang mereka menelusuri rumah hantu, akhirnya mereka pun segera keluar. penampilan rina terlihat acak- acakan. ervin yang melihat penampilan rina pun membantu membetulkan penampilannya.
di tempat itu mereka menaiki wahana yang seru, hingga tak terasa waktu yang tadinya pagi kini sudah mulai sore. ye mereka berdua sangat bersenang -senang hingga tak kenal waktu.
"rin, pergi makan yuk?!" ajak ervin pada rina, yang langsung di beri anggukan oleh rina.
__ADS_1
"mau makan dimana?" tanya rina.
"udah cari aja dulu!" jawab ervin sambil menggandeng rina menuju parkiran mobil dan bersiap untuk keluar dari tempat ini.