Alone

Alone
Episode 24


__ADS_3

 'seperti inilah kasih sayang yang selalu aku dambakan'*


*                                                                                              ~Rina~*


"kak, ayo cepetan, lama banget sih!" teriak rina dari luar rumah.


"iya sebentar, yang sabar dong, masih ngunci pintu nih" ucap ervin yang sedang mengunci pintu rumah. lalu setelah itu memasukkan kuncinya ke dalam saku celananya. ervin berjalan mendekati rina.


"ayo!" ucapnya sambil menuju mobil, dan menyalakan mesin, rina pun menyusul kakak nya tersebut ke dalam mobil.


"oh ya kak, kita mau kemana?" tanya rina sambil memakai sabuk pengaman, karena mereka sudah akan jalan.


"udah, ntar juga lo pasti tau rin!" jawab kakaknya sambil mulai menjalankan mobil nya.


"ok"


.


.


.

__ADS_1


perjalanan yang di tempuh oleh mereka berdua sudah cukup lama, mungkin sekitar satu jam lamanya. di dalam mobil sangat hening, tak ada yang di bahas di dalam sana. suasana nya mungkin sedikit canggung bagi rina. dan saat ini rina sudah mulai bosan.


"kak, kapan sih nyampek nya? bosen nih!" ucap rina memulai percakapan.


"udah nikmati perjalanannya aja, pasti seru kok, kalo kamu nikmati!"  ervin berkata sambil sedikit tersenyum.


"oh, ya kak, Rima kapan pulang?" tanya rina, ia khawatir dengan kondisi kembaran nya itu.


"Rima? hmm, mungkin satu minggu lagi, tapi dia udah baikan kok!" ucap ervin 'papa saama mama ngelarang keras rima buat keluar rumah sakit, sebelum kondisinya benar benar baik' ervin hanya mampu melanjutkan perkataannya dalam hati, karena ia tak ingin menyakiti perasaan rina.


"oh ya kak, kakak janji satu hal ya, sama rina?" ucap rina sambil tersenyum.


"janji apa?" tanya ervin penasaran.


"oke, gue janji sama lo rin, gue pasti bakal tepatin kok! nah sekarang giliran lo kasih tau gue janjinya apa?" sesekali ervin memandangi raut wajah rina.


"gue pengen kak ervin selalu ada di samping rina!" ucap rina yang terdengar samar karena dari tadi siutasinya sangat ramai.


"apa rin? lo tadi ngomong apa?" tanya ervin karena tadi ia tak mendengar apa yang dikatakan oleh rina.


" gue pengen hari ini kita senang- senang bareng!" ucap rina berbohong, ia tak mau kakaknya mengetahui omongan nya yang tadi. ia juga tak mau mengikat kakak nya untuk selalu berada di sisinya terus.

__ADS_1


"oh, kalo itu sudah tentu, masa cuma itu?" selidik ervin, ia merasa bahwa rina sedang berbohong.


"iya cuman gitu doang" jawab rina sambil sedikit tertawa, untuk menutupi kesedihan nya.


"oh ya kita sudah hampi sampai nih!" ucap ervin yang langsung membuat rina teriak histeris.


"SERIUS?!!"


"iya tuh lihat ke depan!" ervin menyuruh rina untuk melihat ke depan.


"waw! bagus banget!" ucap rina sangat senang.


setelah sampai, ervin segera mencari tempat parkiran mobil dan memarkirkan mobilnya. ia tersenyum saat melihat rina sangat senang. ia berharap agar senyuman yang rina pancarkan akan tetap selalu ada. ia tak ingin adik nya itu mengalami kesedihan lagi.


"rin mau main yang mana dulu?" tanya ervin yang melihat rina sudah tidak sabaran.


"hmmm, naik itu aja!" rina menunjuk roller coaster yang kelihatan sangat seru.


"yakin mau naik itu?" tanya ervin meyakinnkan rina sekali lagi.


"yaiyalah, yakin!" ucap rina meyakinkan kakanya tersebut.

__ADS_1


"yaudah lo tunggu di sini dulu, gue mau beli tiket dulu!" ervin pun pergi meninggalkan rina untuk membeli tiket.


"oke! cepetan ya! gue udah gak sabar, hehe" ucap rina sambil tertawa.


__ADS_2