
'untuk kesekian kalinya, aku mohon jangan tinggalkan aku sendiri'
~Rina~
hari ini teman-teman rina datang berkunjung lagi, dari yang awalnya bosan kini rina ceria sekali, tentunya karena kehadiran teman-temannya di sini.
"Rin, lo kapan boleh pulang?" tanya falia sambil mengambil hp yang tadi tergeletak di atas meja.
"kata abang gue sih, gue boleh pulang dua hari lagi! memang nya kenapa?" jawab rina sambil memakan bubur sarapan nya.
"WHAT?!! lo punya abang rin?" tanya killa sontak.
"iya tapi bukan kandung, dia abang sepupu gue, kenapa?" jawab rina sambil mengherankan pertanyaa killa.
"Oooh, oh ya btw keluarga lo mana? kok gak jenguk lo sih!" bella mengajukan pertanyaan yang pasti sangat sulit untuk rina jawab.
deg ~ perasaan rina tertohok,, entah apa yang harus ia jawab~
"keluarga gue, kemarin udah jenguk gue kok! tapi langsung pulang!" jawab rina tanpa berbohong, benarkan? kemarin kan ervin jenguk rina, dan ia adalah salah satu keluarga rina.
"loh keluarga lo kemarin jenguk lo?" tanya bella
"iya, sebelum kalian datang" jawab rina tanpa berbohong juga.
__ADS_1
"oh ya btw keluarga lo tinggal dimana sih?!" tanya falia penasaran
"iya keluarga lo tinggal dimana?" killa dan bella membenarkan pertanyaan killa dan ikut bertanya dengan pertanyaan yang sama.
"keluarga gue tinggal di tempat yang jauh" jawab rina berbohong, rina tak boleh membiarkan teman-temannya tahu bahwa keluarganya adalah direktur sekolah mereka. karena yang mereka tahu bahwa direktur sekolah hanya mempunyai 2 anak yang bersekolah di sana yaitu ervin dan rima, dan satunya sekolah di luar negeri.
"pantes aja lo sewa apartemen! ternyata rumah keluarga lo jauh!" teman-teman rina menganggukan kepala tanda bahwa mereka percaya pada omongan rina.
"oh ya kuy, cari makan yuk? lapar nih!" ucap killa yang langsung disetujui dengan semangat oleh teman-temannya.
"rin lo mau pesan apa?" tanya falia sebelum pergi keluar, sedangkan yang lainnya udah pada keluar.
"gue pesan terserah aja, pokoknya yang enak banget!" jawab rina yang sedang duduk di atas kasurnya.
"ok"
.
.
.
tiga puluh menit kemudian teman- teman rina kembali, mereka membawa makanan di tangannya, lebih tepatnya bella yang membawanya.
__ADS_1
"eh kuy, kok tadi gue sih yang bawa" protes bella pada killa dan falia.
"ya -iyalah kan lo yang tadi paling dekat dengan penjualnya, lagian penjualnya kan ngasih makanannya ke lo, otomatis kan lo yang harus bawa, ya nggak kill?" ucap falia sambil sedikit tertawa.
"iya -iya bener tuh!" killa membenarkan ucapan falia.
" oh ya, mana pesanan gue?!" tanya rina pada semua temannya.
"nih punya lo! kita semua sama" jawab killa sambil menyerahkan sebungkus nasi pecel pada rina.
"iyalah sama, gak ada yang lain lagi sih! haha" ucap falia sambil tercengir.
"yuk dah makan lapar gue!" bella langsung mengambil sebungkus nasi di kresek dan segera membukanya. teman teman yang lain pun mengikuti bella. mereka makan dengan lahap termasuk rina.
"huft, enak banget pecelnya! kayak gini dong kalo makan, bukan cuma bubur doang, bosen tau gue!" ucap rina yang sudah selesai makan.
"haha, iya ya! kan selama ini lo makannya hanya bubur doang, kasian nya " ucap falia sambil tertawa mengejek.
"huh, awas aja kalo lo masuk rumah sakit, pasti tersiksa banget! ntar kalo lo masuk runmah sakit, gue bakalan bawa makanan terenak, terus makan di depan lo!" rina tertawa mengejek juga.
__ADS_1