
* "untuk teman-teman yang kusayangi, tolong tetaplah bersamaku" *
serli yang muncul tiba-tiba pun ikut membaur dengan yang lain, mereka semua berkumpul dan bercerita satu sama lain, membuat suasana yang meriah, diikuti dengan suara bising tawa mereka.
"eh, serius lo udah jadian sama kak anton?" tanya rina antusias pada falia.
falia hanya mengangguk, pipinya tersipu malu.
"eh kok gue gak tau?" rina memasang wajah cemberut.
"iyalah, lo kan sekarang ada di rumah sakit, gimana yang mau tau!" jawab bella mengejek.
"ihhh, kok gitu, kalian kan bisa hubungi aku!"
"yaelah cuman gitu doang masa harus ganggu, orang yang lagi sakit!" timpal killa.
"ya-iyalah, walaupun gue di rumah sakit pokoknya gue harus dapat kabar terupdate terus, gue gak mau gara gara gue masuk rumah sakit, terus cuman gue doang yang ketinggalan berita"
"iya-iya bosqyu, pasti-pasti. oh ya btw lo sama kak ervin ada hubungan apa ya?" selidik bella.
'oh ya, ****** gue mereka kan gak tau kalok kak ervin itu kakak kandung gue, duh gima nih ceritanya'-batin rina
"gue sama kak ervin itu..." belum selesaui bicara, omongan rina langsung di potong oleh falia.
"jangan-jangan lo selingkuhin nathan lagi, wuih dapat berita bagus nih, haha" falia tertawa.
__ADS_1
"ihh, jangan gitu dong, kasian tau nathan diduain" killa bersekongkol dengan falia untuk mengejek rina.
"kalian ini, jangan gitu dong, kasihan tau rina, dia itu teman kalian juga, jangan mengejek seperti itu!" bella berkata tegas pada falia dan killa.
"hahaha, ihh apan sih gak seru, bella gak bisa diajak kompromi, ya kan kill?" ucap falia sambil melakukan tos ala sahabat pada killa.
"iya bella gak seru! kita itu kan cuma mau bercandaiin rina"
"apa kalian bilang, huh nasib baik lo dan lo itu sahabat gue, kalok enggak gak tau lagi deh gue mau berbuat apa sama kalian berdua" rina berkata dengan wajah setengah serius dan setengah tertawa.
"ampun-ampun buk nyai, tolong maafkan kami yang telah berbuat salah padamu, tapi bo'ong, hahaha" killa tak ada henti-hentinya bercandain rina.
"ihhh, awas aja lo kill, ntar gue..." rina tak menyelesaikan omongannya karena tiba-tiba ada suara hp yang berdering, tak menunggu waktu lama rina langsung mengangkat telepon tersebut tanpa melihat siapa yang kini tengah menelpon.
'eh iya halo"
"apa?!"
"maaf aku gak bisa"
"aku masih mau tetap disini!"
"iya, dadah"
panggilan telepon telah ditutup, menyisakan banyak tanda tanya pada wajah teman-teman nya.
__ADS_1
"siapa rin?!" tanya falia
"oh itu nenek gue yang di london"
"wuihh, lo punya nenek di london?"
"eh, iya, emangnya kenapa?" tanya rina.
"keren lo rin, berarti lo pernah ya ke london?" tanya killa, bella, falia serempak.
"gak gue gak pernah" jawab rina.
"mau ikut bagaimana, setiap gue mau ikut pasti gak dibolehin sama keluarga" ucap rina dalam hati.
tak terasa waktu yang mereka habiskan untuk berbincang cukup lama, kini akhirnya mereka bertiga harus meninggalkan rina.
"eh rin kita-kita pada mau pulang nih, gws ya, gak seru tau kalok gak ada lo, ya kan?"ucap falia sambil bertanya pada teman-temannya yang lain.
"iya gak seru tau kalok gak ada lo" killa membenarkan ucapan falia.
"iya gak seru banget, mager gue kalok gak ada lo, gws ya biar kita semua bisa kumpul-kumpul lagi!"
"iya-iya, gue pasti cepet sembuh, kan ada sahabat-sahabat yang doain gue cepet sembuh, hehe"
"ihh rinaaa" falia memeluk rina, kemudian dilanjutkan dengan bella dan killa. lalu setelahnya mereka keluar dari ruangan rina dan pulang.
__ADS_1
"huft, untung saja mereka lupa tentang yang kak ervin, kalok mereka masih nanya gue gak tau lagi deh harus jawab apa! eh ternyata sepi juga ya kalok gak ada mereka, males gue disini" ucap rina dalam hati, dengan perasaan sedikit sedih.