ALVIANA {GADIS PENUH LUKA}

ALVIANA {GADIS PENUH LUKA}
bab 9


__ADS_3

#Part_09 [Pembelaan]


โ€” ๐‘จ ๐’‘๐’“๐’Š๐’๐’„๐’†๐’”๐’” ๐’˜๐’Š๐’•๐’‰ ๐’‚ ๐’ƒ๐’“๐’๐’Œ๐’†๐’ ๐’„๐’“๐’๐’˜๐’


โ€œDuka tak selamanya ada dan kebahagiaan tak selamanya bertahan. Semua seimbang. Tetapi, kebanyakan orang egois dan hanya menginginkan kebahagiaan dalam hidup mereka tanpa tahu bahwa duka juga menunggu waktu yang tepat untuk datang.โ€


- Alviana Zealand Narendra


โ€ขโ€ขโ€ข


โ€œBu!โ€ Haruna mengangkat tangannya. โ€œYang sebenernya nyontek bukan Alviana, tapi ... Alviona!โ€ tuturnya.


Bu Dewi mengerutkan keningnya bingung. โ€œMaksud kamu? Jelas-jelas disini kertas Alviona yang ada dibawah! Sudah tentu Alviana yang menyontek, bukan Alviona!โ€


Alviona kembali tersenyum licik saat mendengar pembelaan Bu Dewi. Gadis itu memang sengaja mengumpul jawaban ulangannya terlebih dahulu agar dirinya tak dituduh menyontek.


Gadis keturunan Jepang itu memutar kedua bola matanya malas. โ€œIbu gak boleh pilih kasih! Saya liat sendiri Alviona langsung ngambil kertas ulangan Alviana dan salin semua jawabannya!โ€ Haru masih kekeh pada pengakuannya.


โ€œSaya gak bisa percaya sebelum ada bukti! Saya menginginkan Bukti agar semuanya bisa lebih jelas!โ€


โ€œPasti gak ada buktinya lah, Bu! Orang Haruna cuma ngarang! Udah pasti Alana yang nyontek sama saya! Gak mungkin juga saya nyontek sama orang bodoh kek dia!โ€ Alviona memberi pembelaan terhadap dirinya sendiri.


Haruna menatap Alviona tajam. โ€œSaya udah rekam semuanya! Dan bukan cuma Alviona. Banyak lagi siswa yang melakukan kecurangan dengan cara menyontek!โ€ paparnya.

__ADS_1


Alviona membulatkan matanya sempurna. Bodoh sekali dirinya tak menyadari bahwa Haruna sudah merekamnya. Padahal Haruna tepat berada di belakangnya. Tak hanya Alviona, bahkan hampir seluruh siswa terkejut mendengar penuturan gadis putih itu. Apalagi yang merasa telah melakukan kecurangan.


Haruna segera berdiri dari bangkunya dan memperlihatkan Video itu pada Bu Dewi.


Terlihat kemarahan dari wajah Guru Killer itu setelah melihat Video rekaman Haruna. Wanita itu langsung menggebrak meja kuat dan menatap satu persatu siswanya.


โ€œBerani sekali kalian menyontek di belakang saya! Disini, hanya Alviana, Haruna, Regal, Keral, dan Lenara yang berlaku jujur. Dan yang lainnya ....โ€ Bu Dewi langsung melempar kertas milik seluruh siswa. kecuali kertas milik kelima siswa tadi.


โ€œNilai Biologi kalian semua Nol! Saya gak suka sifat seperti ini! Kalian pikir kalian udah hebat sampe mau berlaku curang?! Mulai sekarang, saya akan lebih ketat dalam menjaga kalian! Apa yang bisa di harapkan dari murid-murid seperti kalian ini?!โ€


โ€œDan kalian semua akan saya hukum hormat di tiang bendera sampai jam pulang! Kecuali lima siswa tadi. Ulangan mereka akan tetap saya terima dan mereka tidak akan mendapatkan hukuman dari saya! Selebihnya, jangan harap saya kasih kebebasan!โ€


Bu Dewi melirik Alviona tajam. โ€œDan kamu ... Hukuman kamu akan lebih berat karena berani menyontek dan menutupi kesalahan kamu. Sama saja kamu seperti memfitnah Alviana yang jelas-jelas adalah korban dari kecurangan kamu! Dan sebagai hukumannya, kamu harus mencuci toilet sekolah selama seminggu penuh!โ€


โ€œTapiโ€”โ€


โ€œBaiklah, pelajaran hari ini selesai! Jangan lupa laksanakan hukuman kalian! Setelah selesai menjalankan hukuman baru kalian boleh pulang ke rumah masing-masing! Paham?!โ€


โ€œPaham, Bu.โ€ Seluruh siswa berucap kompak.


โ€œBagus!โ€ Guru killer itu segera mengambil tasnya dan berjalan keluar kelas.


โ€œCk! Ngeselin Lo!โ€

__ADS_1


โ€œGini nih kalo murid caper di depan Guru!โ€


โ€œKejam banget sih Lo sama kita!โ€


โ€œGue gak nyangka kalau Wakil Ketua kelas kita Bisa selicik ini!โ€


โ€œHaruna ... Gue harap Lo puas dengan apa yang udah Lo lakuin hari ini!โ€


โ€œTunggu pembalasan gue!โ€


Haruna memutar kedua bola matanya malas. โ€œKalau gak mau dihukum ya gak usah nyontek. Gitu aja kok susah! Keliatan banget b*gonya!โ€ balasnya pedas.


โ€ขโ€ขโ€ข


Alviana duduk dan mulai mengambil tempat disamping Haruna. โ€œThank you. Karena Lo gue gak jadi dimarahin Bu Dewi,โ€ tuturnya.


โ€œGak papa. Gue emang sengaja sih pengen ngasih pelajaran ke mereka semua karena udah hina Lo di Resto kemaren. Dan setelah liat Lo di Resto itu, gue jadi sadar kalau Lo emang bener-bener orang hebat yang bisa Nerima semua hinaan mereka tanpa ada rasa dendam sedikitpun. Lo emang istimewa, viana!โ€


โ€œGue gak istimewa. Gue cuma orang biasa yang bisa lawan kemarahan gue sendiri. Gue bisa aja marah sama mereka. Tapi ... Dengan marah ke mereka gue gak bakal dapet apa-apa dan mereka mungkin bakal makin ngelunjak.โ€


Haruna menatap Alviana sendu. โ€œLo emang istimewa, viana! Gak ada yang bisa pungkiri itu. Dan Lo ... Lo bener-bener baik karena udah ...โ€ Haruna menjeda ucapannya dan mendongak menahan air matanya.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2