ALVIANA {GADIS PENUH LUKA}

ALVIANA {GADIS PENUH LUKA}
BAB 2


__ADS_3

ALVIANA


#Part_02 [Kedatangan seseorang]


“Tak perlu berekspektasi terlalu tinggi. Pernah merasakan sakit? Itulah yang akan kamu rasakan jika melupakan realita dan terlalu sering berangan-angan.”


- Alviana Zealand Narendra


•••


Pagi ini, SMA Bakti Jaya dihebohkan dengan kabar kedatangan siswa baru yang digadang-gadang akan menjadi most wanted di sekolah mereka itu. Tentunya dengan Zevandra sebagai saingan.


Sedari pagi Alviana sudah terlihat lesu akibat belum makan semalaman. Gadis itu terus memegang perutnya yang terasa kosong akibat tak terisi sedikitpun. Hanya sepotong Pizza yang ia makan semalam dan itu tak berhasil membuatnya kenyang.


“Al, katanya bakal ada siswa baru. Bener gak, sih?” tanya Celline sambil melihat beberapa siswi yang tampak antusias menunggu siswa baru yang mereka bicarakan itu.


“Ga—” ucapan Alviana terpotong saat Alviona terlebih dahulu menjawab pertanyaan dari sahabat mereka itu.


“I don’t know,” sarkas Alviona.


Celline hanya mengangguk. Gadis itu kembali meminum jus Apple kesukaannya sambil menatap Alviana tak suka.


“Lo kenapa lemes banget, sih?! Gak enak banget diliat! Ngerusak pemandangan!” cibirnya sambil melipat kedua tangannya didepan dada.


“Iya, ish! Jadi gak nafsu makan gue!” Steysie ikut menimpali. Gadis itu langsung membuang spaghetti miliknya ke tong sampah.


Alviona menyembunyikan senyumnya. Gadis itu merasa puas saat semua orang mencaci saudara kembarnya itu. Berpura-pura polos dan licik dibelakang. Itulah Alviona. Bahkan Alviona sering menjelekkan Alviana tanpa sepengetahuan saudaranya itu.


“Kalian gak boleh gitu!” kesal Alona. “Kak via sakit, ya? Yaudah ke UKS aja. Daripada makin parah,” lanjutnya.


Alviana menggeleng. “Gak papa,” balasnya sambil tersenyum tipis.

__ADS_1


Tentunya senyum itu palsu. Alviana menyembunyikan sakitnya saat kedua sahabatnya mencibirnya, bahkan menghinanya. Alviana tak mungkin melawan, pasti keduanya akan langsung menghajar bahkan menyebarkan rumor palsu tentang dirinya. Ini fakta, bukan sekedar dugaan Alviana semata!


Suara riuh menggema. Keempatnya segera menoleh kearah sumber suara. Di koridor, sudah ada banyak siswa yang berteriak heboh karena kedatangan murid baru yang mereka tunggu-tunggu.


Seluruh penghuni kantin juga telah berhamburan keluar dengan alasan ingin melihat siapa sebenarnya murid baru itu. Alviona, Steysie, Celline, bahkan Alviana juga ikut keluar karena merasa kepo dengan sosok murid tampan tersebut.


Alviona membulatkan matanya sempurna saat melihat siapa murid baru itu. Pikirannya langsung flashback ke masa-masa dulu. Lelaki yang sama yang dulu pernah ia kenal. Alviona bahkan menutup mulutnya tak percaya akan apa yang disuguhkan didepan matanya sendiri.


Alviana mengerutkan keningnya. “Alzean?” ujarnya.


Semua siswa terdiam. Kini, pandangan mereka beralih pada Alviana.


“Alzean? Kok Lo bisa tau?”


“Alzean? Namanya keren, orangnya juga keren. Paket komplit, ea!”


“Namanya aja ganteng apalagi orangnya.”


Lelaki yang diduga bernama Alzean itu menatap Alviana datar. Kakinya mulai melangkah pelan menghampiri gadis itu. Sorot matanya tajam dengan bola mata menatap Alviana intens.


“Yeah! Gue Alzean.” lelaki itu membalas sambil menaikan satu alisnya.


Semua siswa membuka mulut mereka tak percaya. Sangat tampan! Apalagi dengan alis terangkat, kadar ketampanan Alzean semakin bertambah.


“Gila, damagenya!” Steysie berbisik.


Alviona masih diam tak berkedip. Pikirannya kalut dalam kejadian beberapa tahun lalu. Dimana Alzean masih cupu dengan kaca mata dan rambut disisir menyamping. Sedangkan sekarang, kaca mata tak lagi bertengger di hidung Alzean. Sekarang, Seorang Alzean Alexander terlihat begitu tampan dan sempurna.


“Ada apa ini?! Kenapa ribut-ribut, hah? Gak denger kalian bel masuk udah bunyi?!”


Suara bariton itu mengalihkan atensi semua orang. Sontak seluruh siswa langsung berlari ke kelas masing-masing karena kepala sekolah sudah bertindak. Lelaki dengan tubuh gagah dan wajah garang itu langsung berjalan kearah Alzean.

__ADS_1


“Benar kamu murid baru disini?” tanya Pak Bagas sambil melipat kedua tangannya didepan dada.


Alzean mengangguk.


“Silahkan keruangan saya!” lanjutnya. Lagi-lagi Alzean hanya mengangguk.


Pak Bagas melirik kiri kanan. “Kalian berempat ngapain? Masuk kelas!” bentaknya yang berhasil membuat keempat gadis itu langsung berlari ke kelas.


Alviana menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang sejenak. Netranya menatap Alzean lekat hingga tanpa disadari lelaki itu juga mulai melihatnya.


Alviana membuang wajahnya. Gadis itu menggeleng cepat. “Gak, via! Lo udah gak punya perasaan sama dia!” ujarnya mencoba menyakinkan dirinya sendiri.


Alzean memasukan kedua tangannya ke saku celana. Matanya masih setia menatap kepergian Alviana. Wajah datar tanpa ekspresi itu tanpa disadari berhasil mengundang lirikan Alviona.


“Lo beneran Alzean yang dulu, gak, sih?” monolognya.


Next?


.


.


.


      SEDIKIT INFO;


SUMPAH suka terbalik pas baca ulang huwaaa nangis 😅🤧


NAMA ANTAGONIS (ALVIONA)


DAN PROTAGONIS ITU(ALVIANA).

__ADS_1


AUTHOR KADANG SALAH TULIS NAMA TERBALIK😅.


OKEY.


__ADS_2