
Andra masuk kedalam ruangan dan melihat Rani dpakaikan selang infus dan dihidungnya diberikan alat pernafasan. Alex menemani Andra masuk kedalam ruangan Rani. Andra melihat wajah Rani dan sekilas mengingat kejadian disekolah yang mengakibatkan Rani drop begini.
Andra menyuruh Alex untuk menjaga Rani karena Andra belum puas dengan apa yang tadi dibalaskan kepada cowok itu dia hsrus mebalas perbuatan cowok tersebut.
" Alex tolong jaga Rani disini, saya mau kembali kesekolah Rani untuk mrmbalas dendam " Kata Andra dan sontak membuat Alex ketakautan karena Alex tau Andra akan melakukan segala cara apabila dia sedang marah dan itu dia lakukan tanpa setengah setengah.
Andra kini sudah berada disekolah Rani dia berjalan dengan aura kemarahannya menuju keruangan kepala sekolah. Dan tentu saja didalamnya sudah ada Aliyah cewek yang ngebentak Andra tadi dilapangan dan cowok brengsek yang memukul Rani adlaah Farhan dan saat itu sudah ada beberapa polisi didalamnya
" Saya datang diwaktu yang tepat " Kata Andra menendang pintu ruangan kepala sekolah tersebut.
" Itu dia pah orangnya " Kata Aliyah menujuk Andra yang sudah ebrdiri diambang pintu
Dan polisi itu kaget melihat siapa yang datang mereka tahu dia adalah seorang pemilik perusahaan dan susah ditaklukan dia adalah ornag yang sangat jujur dan mereka tau bahwa Andra adalah anak dari Alexandra
" Tangkap mereka pak " Kata Papa Aliyah memerintahkan polisi untuk menangkap Andra tetapi polisi itu tak berpindah posisi dan hanya melihat Andra.
Andra kini maju menuju ke kepala sekolah tersebut dan langsung menendang kepala sekolah tersebut dengan sangat kencang hingga membuatnya jatuh. Andra memerintahkan polisi tersebut menangkap ketiga orang tersebut.
__ADS_1
" Pak saya minta kalian tangkap mereka " Kata Andra dan langsung di lakukan oleh polisi tersebut.
" Pak kenapa ngelakukan ini syaa nyuruh bapak kesini untuk menangkap dia bukan saya " Kata Aliyah menunjuk Andra.
" Kalian tidak tau dia siapa haa, dia adalah anak dari keluarga Alexandra " kata pak polisi yang memegang aliyah yang terus ingin melepaskan genggaman polisi tersebut.
" Apaaa " Kata Papa Aliyah kaget.
" Dan saya memecat Anda menjadi kepala sekolah disini dan satu lagi keluarga kalian akan hancur malam ini " kata Andra " Bawa mereka semua " Perintah Andra.
Kini Andra kembali ke Rumah sakit untuk melihat keadaan Rani dan nyatanya Rani belum sadar dari pingsannya. Andra menyuruh Alex untuk ke kantor polisi mengurus ketiga orang tersebut termasuk papa Aliyah yang tidak becus menjadi kepala sekolah.
Alex kini berangkat menuju kekantor polisi, sedangkan Andra duduk disamping Rani memegang tangan Rani dan mengelusnya pelan hingga mencium punggung tangan Rani.
" Maafkan aku " Kata Andra sambil berkaca kaca hingga tak sadar air matanya turun karena tidak tega melihat gadis kesayangannya yang jutek terbaring lemah.
Tiba tiba saat tetesan air mata dari Andra jatuh dipunggung tangan Rani membuat Rani sadar dari pingsannya. Rani menggerak gerakkan tangannya yang membuat Andra sedikit lega dan berteriak memanggil dokter agar memeriksa kondisi Rani.
__ADS_1
Rani mulai membuka matanya perlahan dan melihat sekeliling.
" Aku dimana ? " Tanya Rani
" Kamu dirumah sakit " Jawab Andra melihat Rani dengan penuh bahagia.
" Kok bisa yah perasaan tadi aku bertengkar deh sama farhan " Kata Rani yang hanya mengingat kejadian disekolah.
" Udah nggk usah dipikirin yang jelas mereka bertiga sudah masuk penjara " Penjelasan Andra sontak membuat Rani kaget.
" Apa bertiga " Kata Rani yang kini ingin duduk diatas kasur pasien dibantu oleh Andra
" Si Farhan yang kamu maksud, terus anak gadis dan kepala sekolah " Kata Andra
" Whatttt " Kata Rani kaget
" Hemmm sudah sudah mending kamu sarapan " Kata Andra mengambil bubur yang ada diatas meja dekat Rani.
__ADS_1
" ehh terus kenapa lo bisa bawa gw kesini " Kata Rani lagi
" yah bisa lah " Kata Andra menyuapi Rani yang bicara dan langsung memasukkan makanannya kemulut Rani.