
Mereka telah sampai kedalam ruangan Rani, Andra membantu Rani untuk naik ketempat tidurnya dan membantu nya duduk. Teman teman Rani merasa kagum terhadap Andra bisa membuat Rani patuh biasanya sih marah marah mulu.
Saat Rani dan teman temannya sibuk saling bertukar cerita melepas kerinduan, tiba tiba telfon Andra berdering dan terdapat panggilan dari Alex. Andra pun keluar dari ruangan Rani untuk mengangkat telfon.
“ Maaf tuan saya menganggu, tapi saya ingin memberitahukan bahwa dikantor sekarang sedang diserang oleh beberapa orang suruhan, mereka mengobrak abrik kantor tuan “ Kata Alex dibalik telfon.
“ Bagaimana keadaan karyawan ? “ Tanya Andra
“ Ada beberapa dari mereka dilantai bawah yang diikat tuan, saya melihat nya dari cctv tuan “ Kata Alex yang sekarang berada didalam ruangan cctv “ Mereka berteriak agar tuan keluar “ Sambung Alex
“ Baik saya akan kesana, dan kamu harus sembunyi karena saat saya menyerang kamu harus melepaskan karyawan yang diikat “ Kata Andra
“ Baik tuan “ balas Alex
Andra segera masuk kedalam ruangan lagi dan berpamitan kepada Rani.
“ Ran aku pamit dulu yh ada urusan mendadak, tolong kalian jaga Rani sampai aku kembali dan saat ada sesuatu yang terjadi segera telfon aku ( Sambil mengambil hp Rani untuk bertukar nomor ) “ Kata Andra dan diangguki oleh Rani.
Andra segera pergi dengan wajah yang memanas, dia segera menelfon teman temannya untuk menyelesaian masalah dikantornya, sebenarnya Andra bisa melakukannya sendiri, tetapi dia takut karena dikantor sangat banyak karyawan dan bisa mengancam keselamatan mereka. Setelah menefon teman temannya Andra kini sudah berada didalam mobil.
Disisi lain Rani khawatir mengapa Andra sangat terburu buru dan apakah sesuatu sedang terjadi ?
Kurang dari 20 menit Andra kini telah sampai duluan dikantor, didalam sudah ada beberapa karyawan yang diikat oleh para perusak, kira kira ada 20 orang. Tak lama kemudian teman teman Andra pun datang, Andra masuk dan mulai menyerang bersama teman temannya.
Mereka bertengkar sangat hebat, Alex yang tadi sembunyi karena diperintahkan oleh Andra sebelumnya karena apabila Andra dan teman temannya bertengkar, maka akan ada kesempatan buat Alex melepaskan karyawan yang lagi disiksa oleh para perusak.
Alex kini turun kebawah keluar dari persembunyiannya, Alex kini membantu melepaskan semua karyawan yang diikat karena para perusak sedang bertengkar bersama Andra dan teman temannya. Saat para perusak kewalahan, ada satu yang baru keluar dari ruangan sebelah kanan, dan membawa Chelsea yang rambutnya sudah berantakan, Chelsea menangis karena ketakutan dengan pisau yang sudah ada didepan lehernya.
Seseorang tersebut mengancam apabila Andra tidak mau menyerahkan diri dia akan membunuh Chelsea. Alex yang melihat Chelsea pun berlari untuk membantu Chelsea, dan saat itu Andra juga melihat Alex berlari kearah Chelsea. Andra menuju orang tersebut dan berpura pura menyerah agar Chelsea diselamatkan.
Chelsea kini dilepaskan dan berlari kea rah Alex yang juga berlari kea rah dia, kini Andra yang jadi sasarannya, teman teman Andra yang melihat Andra diperlakukan begitupun ingin menyerang tetapi diberi kode oleh Andra, apabila saat dia menyikuk perut dari orang tersebut beberapa dari temannya langsung menyerang.
Teman teman dari Andra pun paham, kini Andra menyikuk seseorang tersebut dan pisau yang tadi diletakkan didepan leher Andra kini teriris di bahu kanan Andra, saat Andra ingin melempar pisau tersebut. Dan luka nya pun cukup parah hingga membuat darah mengalir sangat banyak. Teman teman Andra yang tadi menyerang pun bisa membuat nya kalah.
__ADS_1
Alex yang sebelumnya telah menelfon polisi setelah menelfon Andra pun datang. Mereka telah membawa beberapa orang yang telah kalah dilawan oleh Andra dan teman temnanya sebelumnya.
“ Tuan apakah orang ini juga saya akan bawa kekantor polisi “ Tanya polisi ke Andra dan menunjuk kea rah seseorang yang telah mengiris Andra.
“ Tidak usah ini menjadi urusan saya, kalian bawa saja mereka “ Kata Andra menunjuk beberapa orang perusak yang lain. Dan dbalas anggukan oleh polisi.
Beda dengan seseorang yang membuat Andra teriris dia akan dibawa ke basecamp Andra dan membuatnya tersiksa disana dan mengakui siapa yang telah menyuruh untuk mengobrak abrik kantor Andra.
“ Kalian bawa mereka ke basecamp siksa dia, dan paksa dia agar mengakui siapa yang telah menyuruhnya “ Kata Andra tegas.
Kini teman teman Andra membawa orang tersebut dan Chelsea langsung berlari kea rah Andra karena melihat darah yang tidak berhenti dari bahu Andra, Chelsea berniat ingin membantu Andra tetapi Andra menolaknya.
“ Tuan bahu Anda terluka “ Kata Chelsea mencoba melihat luka tersebut. “ Ayo kita kerumah sakit tuan, agar bisa mendapatkan penangan yang cepat “ Ajak Chelsea
“ Tidak perlu saya bisa sendiri “ Kata Andra dan pergi meninggalkan kantornya menuju kerumah sakit untuk mengobati lukanya tersebut.
Sebelum kerumah sakit Andra mampir kerumahnya dan menyuruh sopir pribadinya untuk mengambil pakaiannya, karena tidak mungkin Andra memakai pakaiannya yang sekarang karena banyak sisa darah dari lukanya, dan Andra tidak mau membuat Rani khawatir.
Andra tidak turun dari mobilnya dia hanya
Dokter menyarankan “tuan Andra tidak melakukan kegiatan yang berat karena bisa membuat bahu anda tersebut sakit, tidak boleh kena pukulan walaupun itu pukulan yang kecil, dan satu lagi tuan, bahu tuan tidak boleh terkena air dahulu “ sambil memberi Andra obat anti sakit.
Setelah pemeriksaan Andra menuju kamar mandi rumah sakit tersebut untuk mengganti pakaiannya. Butuh waktu mengganti pakaian karena Andra mulai merasakan sakit karena belum meminum obatnya. Saat telah mengganti pakaiannya baju kaos yang berlengan panjang hitam. Andra sengaja memakai baju seperti itu agar menutupi lukanya yang sedang diperban.
Andra kini berjalan kea rah ruangan Rani.
Didalamnya Rani sedang beristirahat begitujuga dengan teman teman Rani yang ketiduran disofa biasa Andra tidur. Andra berjalan kearah Rani dan mengusap kening Rani dengan sangat lembut.
Setelah itu Andra mengambil segelas air putih yang sebenarnya khusus buat pasien tetapi Andra bisa memintanya nanti.Andra meminum obat yang diberikan oleh dokter. Mita yang terbangun melihat Andra pun ingin berpamitan karena Andra sudah kembali.
“ Gw dan teman teman gw balik dulu yh, thanks lo udah jagaian Rani “ Kata mita yang kini berdiri menghadap ke Andra yang sedang meminum sesuatu sehingga Andra tersedak.
“ Iyyah makasih yh kalian juga mau nemenin Rani disini “ Kata Andra tersenyum balik kemita.
__ADS_1
Mita kini membangunkan teman temannya untuk mereka pulang. Setelah mereka bangun satu persatu dari mereka pun berpamitan. Andra kini duduk di sofa tersebut, Andra mulai menelfon David menanyakan suatu informasi yang didapatkan dari orang misterius tersebut.
“ David, gimana keadaan disana, apa dia sudah mengaku “ Tanya Andra ke David
“ Belum ndra, orang ini sangat keras kepala “ Kata David dibalik telfon
“ Siksa aja terus, buat dia merasakan mati perlahan “ Kata Andra dengan sangat tegas saat David mengatakan baik Andra mematikan telfonnya.
Andra kini berbaring untuk beristirahat, Andra sangat kesulitan untuk berbaring karena bahu kanannya yang terasa sakit apabila terkena sesuatu yang keras. Rani yang telah bangun dari istirahatnya melihat Andra yang sangat gelisah sekaligus kesakitan sambil memegang bahu kanannya. Rani pun membuka bicara.
“ Lo kenapa “ Tanya Rani
Andra kaget “ Nggk pp “kata Andra
“ Lo boongin gw, sini lu “ Perintah Rani dan entah mengapa Andra nurut dan mendekat kearah Rani.
“ Ini bahu lo kenapa lo pegang pegang “ Kata Rani yang memukul bahu kanan Andra dan yang benar saja Andra meringis kesakitan karena pukulan tersebut. Rani pun khawatir dan meminta maaf.
“ Bahu lo kenapa jujur nggk “ Kata Rani mulai merasa bersalah.
Andra yang tidak tega berbohong pun akhirnya jujur ke Rani.
“ Cuman luka dikit kok “ kata Andra
“ Terus kalau dikit kenapa tadi kesakitan terus pas lo baring disofa ?” Tanya Rani dan membuat Andra semakin tidak bisa berbohong.
“ Sebenarnya sih kata dokter nggk boleh kena sesuatu yang keras dan pukulan pukulan “ Kata Andra dan semakin membuat Rani semakin bersalah
“ Maaf yah gw nggk sengaja “ Kata Rani dengan wajah bersalahnya.
“ Iyyah nggk papa, aku balik istirahat dulu yh “ Kata Andra yang hendak menuju kesofa kembali.
“ Sebagai permohonan maaf gw, lo bisa kok tidur ditempat tidur gw lagipula luas, dan asal lo nggk macem macem “ Kata Rani ragu tetapi dia juga tidak tega Andra merasa kesakitan dan kasur tersebut bisa muat tiga orang kalau badannya hanya seukuran Rani.
__ADS_1
Andra menghentikan langkahnya dan tersenyum mendengar perkataan Rani, dia segera kembali menuju ke tempat tidur Rani, Rani memberikan guling ditengah sebagai tanda pembatas antara Andra dan Rani. Andra kini telah berbaring disamping Rani.