
Kini Andra telah berada didalam ruangan Rani, Andra menatap Rani yang lagi terbaring diatas tempat tidur rumah sakit.
" Kenapa kamu senekat ini ?" Batin Andra
Lalu pandangan Andra mengarah ke Alex, Alex yang sudah berdiri dibelakang Andra mulai merasakan hawa ketakutan dengan kemarahan Andra.
" Kalau terjadi apa apa dengan Rani saya akan memecat kamu " Ancam Andra dan Alex hanya tunduk fakut menatap Andra
Rani mulai mengerjapkan matanya dan perlahan membukanya, Rani melihat sekeliling dan tatapannya berhenti saat dia melihat Andra yang sedang berbicara dengan Alex dan mendengar pembicaraan antara Andra dan Alex.
" Bukan salah dia kok, " Ucap Rani terbata bata.
Andra yang mendengar suara Rani berbalik. Rani mulai duduk dibantu dengan Andra.
" Emang gw yang salah, gw takut lo ngedrop lagi karena berita Farhan " Ucap Rani
" Tapi...." Kata Andra ragu
" Gw minta maaf ke lo, Kalau lo mau marah, sama gw aja " Kata Rani tersenyum.
" Maaf nyonya " Kata Alex
" Ini bukan salah lo kok " Balas Rani ke Alex.
Andra tidak tau harus apa, disatu sisi dia sangat marah karena merasa dibohongi tetapi disisi lain dia tidak mau memarahi Rani karrna kekhawatiran Rani terhadap Andra yang membuatnya mengorbankan dirinya sendiri.
" Baiklah aku maafin tapi lain kali nggk ngulangin lagi " Kata Andra dan dibalas anggukan sekaligus senyuman oleh Rani.
" Gimana Farhan sudah ketemu ?" Tanya Rani
" Iyyah, dia sudah mati " Kata Andra keceplosan dan langsung menutup mulutnya.
" Apa mati, lo bunuh orang ?" Tanya Rani tak percaya
" Maaf tapi aku ngelakuin itu supaya keselamatan kamu aman " Jelas Andra
" Tapi gw nggk suka yah lo sebrutal dan sekejam itu, lo kira kalau ngebunuh orang bagus apa, gw tau dia salah tapi kan ada polisi yang tanganin Farhan " Kata Rani dengan nada keras karena Rani paling membenci laki laki yang pembunuh walaupun sikapnya seperti laki laki tetapi Rani punya batasan.
" Baru kali ini tuan dimarahi oleh seorang perempuan " Batin Alex yang menyaksikan Rani yang memarahi Andra.
" Maaf Ran, aku terbawa emosi " Kata Andra dan mencoba menenangkan Rani tetapi Rani tidak mau disentuh oleh Andra karena merasa sangat kecewa terhadap sikap Andra.
" Apa sih yang ngebuat lo sekejam itu?" Tanya Rani menatap Andra dalam dalam.
Andra pun memberikan kode ke Alex untuk meninggalkannya berdua dengan Rani. Alex yang mengerti dengan Andra pun keluar.
" Sebenarnya aku ngelakuin ini semua karena aku takut kehilangan orang orang yang aku sayang, termasuk kamu " Jelas Andra
" Tapi kan bisa kalau lo nggk ngebunuh dia " Kata Rani
" Maaf " tutur Andra dan langsung memeluk Rani untuk meredam emosi Rani.
" Aku sayang sama kamu " Bisik Andra ditelinga Rani.
Sedangkan dikantor polisi, keluarga Farhan sangat marah karena perilakuan Andra tethadap Farhan yang membunuh Farhan sekejam itu.
__ADS_1
" Pak mengapa Andra bisa membunuh anak saya sekejam begini ?" Tanya mama Farhan yang histeris melihat anaknya tewas.
" Saya tidak bisa berbuat apa apa, anda dan anak anda memang bersalah, anak anda hampir merenggut nyawa seorang gadis karena mengeroyoknya. " Jelas pak Polisi
" Saya akan membalaskan dendam anak saya " Batin papa Farhan.
****
Beberapa hari kemudian Rani sudah pulih dan berjalan lagi seperti biasanya, Rani kembali masuk kesekolah dan berkumpul bersama dengan teman temannya. Tampak hari itu Rani sedang berada dikantin dan duduk bersama dengan Arin, Mita dan Fina.
" Ran semakin hari gw liat lo makin nempel aja noh sama Andra " Ejek Arin
" Hemm biasa aja " Kata Rani
" Lo udah pacaran yah" Ejek mita dengan nada mengejeknya.
" Nggk " singkat Rani.
" Lo kenapa sih beeb, kek bete gitu " Kata Fina karena memandang wajah Rani sangat bete.
" Gw lagi bete aja " Jelas Rani.
Teman teman Rani yang mengetahui bahwa mood Rani hari ini tidak begitu baik, mereka berencana ingin menghibur Rani dan mengaja Rani berjalan jalan disebuah mall.
" Ran sepulang sekolah lo sibuk nggk ?" Tanya Arin
" Nggk " Singkat Rani
" Kalau begitu kita jalan jalan ke mall yuk " Ajak Fina
Sekitar berapa jam pelajaran telah usai, Rani dan teman temannya kini berada diparkiran untuk mengambil kendaraan masing masing, Rani menaiki motor kesayangannya yang diberikan oleh Aldi teman Andra yang mengambil motor Rani saat kejadian itu.
10 menit perjalanan mereka telah sampai dimall ternama dikota x, Arin sangat bahagia tetapi beda dengan Rani yang masih memasang wajah biasa saja. Mereka masuk ke mall bersama sama dan berjalan kearah tempat permainan.
Arin dan Rani berjalan kearah pengambilan tiket agar mereka bisa bermain sepuasnya, antrian cukup panjang. Arin berada disamping Rani karena antrian memiliki empat tempat. Saat itu Arin sedang sibuk memainkan ponselnya, dibelakang Arin ada seorang pria yang ingin membuka tas Arin yang diselempangkan kesamping.
Rani yang melihat kejadian tersebut langsung menyingkirkan tangan pria itu.
" Lo mau ngapain " Tegas Rani dan semua orang berbalik dan menatap Rani.
Saat semua berbalik pria tersebut melarikan diri karena merasa dirinya sudah terancam akibat ulah Rani. Rani beralih tempat kebelakang Arin agar kejadian sebelumnya tidak terjadi.
Setelah membeli tiket Rani dan Arin menghampiri fina dan Mita yang sedang duduk diruang tunggu mereka berdua sudah tidak sabar ingin bermain.
Rani ingin bermain bola basket mini mainan kesukaannya dari kecil, sedangkan Mita dan Arin ingin Dance, dan Fina main tembak tembakan. Mereka bermain dengan sendiri sendiri hingga dimana ponsel Rani berbunyi.
Rani segera menghentikan aktivitasnya untuk menganbil ponselnya yang ada di tasnya. Saat setelah mengambilnya,, tertera panggilan dari mama Rani " Mama ". Rani segera mengangkatnya.
" Assalamualaikum Mah " Kata Rani saat panggilan tersambung dengan mama Rani
" Waalaikum salam sayang, kamu dimana, ada Andra nih dirumah " Kata mama Rani
" Dimall sama teman teman, hemm suruh dia pulang aja mah" Kata Rani masih bete ingin hertemu dengan Andra karena kejadian Andra membunuh Farhan.
" Tapi sayang, katanya sih Andra mau berpamitan sama kamu, Andra mau kekorea untuk menyelesaikan pekerjaannya disana " Jelas mama Rani
__ADS_1
" Apaaa ?" Kaget Rani
Setelah mendengar penuturan dari mama Rani, Rani segera berlari meninggalkan mall tersebut. Saat itu ketiga temannya heran melihat Rani berlarian mereka pun mengejar Rani. Arin yang berlari sangat kencang dapat bertemu dengan Rani.
" Ran lo kenapa?" Tanya Arin masih mengejar langkah lari Rani.
" Sorry gw harus cepet cepet pulang " Jelas Rani
Mereka telah sampai diparkiran, Rani melajukan motornya secepat mungkin agar dia bisa bertemu dengan Andra. Saat ingin berbelok tiba tiba terjadi kecelakaan yang tepat berada dihadapan Rani. Rani terkejut dan menghentikan motornya, dan sewaktu itu keadaanpun menjadi macet.
Rani turun dari motornya dan ingin membantu seorang pria yang tertabrak itu karena kejadiannya pria itu menyebrang ke arah kanan dari arah berlawanan dan tiba tiba ada mobil kanvas melaju dengan kencang untuk belok kekiri , saat motor pria tersebut telah sampai dibelokan, mobil kanvas langsung melambung Rani dan tidak melihat motor pria tersebut berbelok.
Tabrakan beruntung pun terjadi, korban tersebut terjatuh dari motornya saat ditabrak oleh mobil kanvassan tak sadarkan diri. Rani berlari kearah korban tersebut, dan berniat ingin menolongnya. Korban pria itu mengeluarkan banyak darah karena tabrakan yang begitu keras. Tanpa melepas helm Rani membantu korban tersebut agar duduk dipinggir dan dibantu oleh masyarakat yang turun ikut membantu.
Darah yang mengalir dari lengan sang korban menempel dibaju Rani, tetapi Rani tidak menghiraukannya, yang ada dibenak Rani hanya ingin membantu korban tersebut. Salah seorang warga membantu mencarikan mobil agar korban tersebut segera dibawa kerumah sakit.
Sekitar beberapa menit ada mobil yang berhasil ditahan dan mau mengantar korban ke rumah sakit. Warga membantu mengangkat korban sedangkan Rani menuju ke motornya untuk melanjutkan perjalanan.
Tak butuh waktu lama Rani telah sampai didepan rumahnya, Rani melihat Andra yang ingin memasuki mobilnya. Rani berteriak saat Andra mendengar suara teriakan Rani, Andra berbalik. Kini Rani telah memarkirkan motornya dibelakang Andra, Andra kembali menutup pintu mobil yang tadi dia buka.
" Andra " Teriak Rani
Rani menghampiri Andra begitupula dengan Andra menghampiri Rani. Andra merasa kaget karena melihat bercak darah dibaju Rani yang sangat banyak. Didalam pikiran Andra bahwa Rani habis mengalami kecelakaan. Saat mereka telah berhadapan Andra menyanyakan darah terswbut ke Rani.
" Kamu kenapa?" Tanya Andra
" Nggk papa " singkat Rani menatap mata Indah Andra
" Kenapa kamu bisa berdarah ?" Tanya Andra
" Darah ?" Heran Rani dan mencoba melihat pakaiannya saat Rani tunduk dan melihat abajunya yang kini tidak berwarna putih tetapi merah.
" Ohhh tadi itu gw bantu orang yang kecelakaan " Jelas Rani
" Tapi kamu nggk papa ?" Tanya Andra dan dibalas gelengan oleh Rani
" Kamu mau kemana, ? " Tanya Rani karena ingin memperjelas perkataan mamanya
" Malam ini aku ingin pergi kekorea untuk menyelesaikan urusan perusahaan disana " Kata Andra.
" Lama ?" Tanya Rani
" Sekitar 7 sampai 8 hari " Sambung Andra
" Terus gw disini siapa yang ngejagain ?" Tanya Rani
" Teman teman aku, ayo aku ajak kamu jalan jalan kekantor " Ajak Andra agar Rani tidak terlalu memikirkan kepergian Andra.
" Tapi gw harus bersih bersih dulu " Jelas Rani dan dibalas anggukan oleh Andra.
Pukul 16 : 00 mereka telah sampai dikantor milik Andra Alexandra, Rani yang berpakaian agak rapi walaupun rambutnya masih di ikat satu. Saat mereka masuk kedalam kantor, semua mata karyawan tertuju ke arah Rani, termasuk Chelsea yang sedang meminum kopi bersama dengan temannya. Karena saat ini tangan Rani dipegang oleh Andra sepeeti tidak ingin dilepaskan.
" Dia siapa ?" Salah satu karyawan respsionis yang menatap Rani dan tangannya digenggam oleh Andra.
" Mungkin kekasih tuan " Jelas Karyawan satu
__ADS_1
Ketika mendengar salah satu karyawan. Mata Chelsea seperti merah padam karena melihat tingka Andra ke Rani, Chelsea sangat marah karena beberapa lama dia menggoda Andra tetapi tidak pernah berhasil malahan cewek yang tidak ada sempurnanya yaitu Rani yang berhasil merebut Andra