
Andra pun menghajar fero begitu pula dengan fero menghajar balik Andra dan pertengkaran kedua geng tersebut pun akhirnya dimulai semua nya menghajar.
Andra yang memang sudah mahir dalam berkelahi pun bisa menjatuhkan Fero dan menghajar habis anggota anggotanya.
" Sekali lagi lo nyari masalah sama anggota gw, gw nggk segan segan bunuh loh semua " Ancam Andra dan pergi meninggalkan markas dari geng korp beserta gengnya.
Andra dan kawan kawannya pulang kerumah masing masing. Tak butuh waktu lama Andra sudah sampai didepan rumah yang sangat besar banyak tanaman bunga disamping rumahnya. Andra segera masuk kerumah mengucapkan salam .
" Assalamualaikum " Kata Andra sambil berjalan masuk
" Waalaikum salam, tuan sudah sampai, kenapa wajah tuan bisa babak belur begitu tua " Tanya seorang perempuan paruh baya yaitu pembantu Andra yang bernama Bibi Ami
" Nggk papa kok bi, saya duluan yh mau istirahat " jawab Andra dan berjalan menuju kamarnya.
Sejak usia Andra sudah 17 tahun dia sudah sendiri dirumah karena orangtuanya tinggal di london sebab ayahnya memiliki perusahaan yang sangat besar disana, tetapi Andra tidak mau pergi ke london sebab itulah dia tinggal sendiri disini.
Didalam kamar Andra melempar jas nya yang kotor habis berkelahi dan langsung melempar badannya ke atas kasur karena kecapean habis berantem.
__ADS_1
Saat Andra ingin memejamkan matanya dia tiba tiba mengingat wajah perempuan yang hampir dia tabrak, dia kebayang bayang wajah nya yang sangat imut, mata yang bulat.
" Cantik juga " Kata Andra ngomong sendiri
Entah Andra yang sangat anti perempuan itu bisa membayangkan wajah dari Rani Anastasya wirawan.
Keesokan hari ini adalah hari minggu kebiasaan Rani kumpul bareng teman teman cewek di kafe ada Ifa, Arin, Maya, dan Fina. Mereka duduk sambil tertawa tawa. Rani menceritakan tentang pertemuannya dengan cowok songong menurut dia.
" Gays masa kemarin gw ketemu sama cowok songong yang hampir nabrak gw " Kata Rani disela sela ketawa teman temannya.
" Haa cowoknya itu kek gimana " Tanya maya
" Kayak dia " Spontan Rani nunjuk Andra
" Wahhh gantengnya " Puji semua teman teman Rani.
" Astagaa, " Kata Rani sambil nepuk jidatnya.
__ADS_1
Andra yang sadar ditunjuk oleh Rani pun berbalik dan menatap Rani dengan sangat dekat.
" Maksud kamu aku yh " Tanya Andra yang menatap kedua mata Rani dengan sangat dalam
" Ehh lo apa apaan sih, gw hajar lo yah " Tegas Rani dan mendorong keras Andra agar menjauh dari nya, dan salah satu kawan dari Andra ingin maju memarahi Rani tetapi di tahan oleh Andra.
" Jangan pernah kalian pukul dia " Kata Andra dan membuat semua temannya heran karena baru kali ini Andra membela cewek.
" Maksud lo ndra " Tanya salah satu temannya yang bernama Aldi
" Nggk pp, ayo kita pergi " Andra dan kawan kawannya meninggalkan Rani dkk.
Sedangkan Rani masih kesal dengan sikap Andra ke dia, karena baru kali ini ada yang berani mendekati nya walaupun itu hanya menatap sih, karena Rani itu juga anti cowok haahha sama
" Ehh Rani yang benar aja, luh bilang dia cowok songong, lo nggk buta kan dia tuh ganteng banget " Kata Arin smabil tersenyum membayangkan wajah tampan Andra.
" Apa lo blng dia tampan, kalau gw bandingin sih tampanan sopir gw kali " Balas Rani dan langsung pergi dari kafe tersebut meninggalkan teman temannya.
__ADS_1
" Ehh Ran lo mau kemana " Tanya Fina
" Mo plng, gw duluan " Terik Ranj dan langsung pergi .