Anak Motor

Anak Motor
Part 25


__ADS_3

Rani merasa dirinya sedang diperhatikan oleh banyak orang, apakah penampilannya atau karena Andra sedang memegang tangannya.


Andra tidak menghiraukannya malahan dia terus menggandeng tangan Rani hingga dimana Andra dan Rani telah sampai diruangan kebesaran Andra. Rani sangat takjub melihat nya.


" Ruangan yang sangat besar " Gumam Rani


Andra membimbing Rani berjalan ke kursi kebesarannya, dan mendudukkan Rani disana. Rani merasa heran mengapa Andra menyuruhnya duduk disitu.


" Kenapa aku harus duduk disini ?" Tanya Rani


" Karena nanti kamu akan menjadi istri tuan Andra Alexandra " Jawab Andra pede


" Pede banget " Kata Rani meledek.


" Tapi kamu mau kan " Balas Andra dengan senyum manisnya.


" Tadi kok banyak yang ngeliatin gw yah, apa gw jelek ?" Tanya Rani memutar cerita sewaktu dia masuk ke kantor milik Andra.


" Mungkin mereka baru ngeliat kamu " Kata Andra.


" Hemmmm, terus tadi gw liat cewek yang meluk loh itu ngeliatin gw kayak mau makan gw aja " Jelas Rani dengan muka kesalnya.


" Cemburu yah " Ledek Andra


" nggk sama sekali " Tegas Rani


" Ohhh terus waktu itu kenapa lari ?" Ledek Andra


" Tau ah " Ngambek Rani.


Andra senang melihat tingkah gemas dari Rani ingin rasanya dia mencubit habis pipi Rani, tapi Andra masih menyimpan perilakunya itu hingga dia bisa memiliki Rani seutuhnya.


Andra mengajak Rani berjalan jalan sekalian berkenalan dengan para karyawan dikantor Andra, agar apabila Rani berjalan jalan kekantor Andra tidak ada lagi yang melihat Rani seperti waktu pertama kali Rani datang.


" Ayoo kita keluar, aku mau kenalin sama karyawan disini " Kata Andra menarik tangan Rani untuk dia pegang.


" Buat apa ?" Tanya Rani sambil berjalan karena Andra sudah berjalan didepannya.


" Untuk ngenalin kamu agar semua tidak akan macam macam sama Rani Wirawan " Tegas Andra.


Rani tidak menjawab pertanyaan Andra, Rani hanya mengikuti langkah dari Andra, hingga dimana langkah Andra terhenti didepan ruangan sekretaris. Sambil memegang tangan Rani, Andra berjalan masuk ke dalam ruangan tersebut. Didalam ruangan terdapat seseorang yang lagi mengerjakan sesuatu yang tak lain adalah Chelsea sang sekretaris Andra.


Chelsea melihat Andra masuk keruangannya, awalnya Chelsea mengira Andra hanya sendiri kekeruangannya, Chelsea pun mulai berdiri dan tersenyum ke arah Andra, tetapi senyuman itu berubah saat Chelsea melihat Rani yang ikut di belakang Andra.


" Ini sekretaris aku, namanya Chelsea " Kata Andra memperkenalkan Rani dan Chelsea.


Setelah melihat jelas wajah Rani, sebab tadi waktu Rani memasuki kantor Andra, Rani menundukkan kepalanya dan Chelsea kurang jelas melihat wajah Rani.


" Bukankah dia gadis dirumah sakit ? " Batin Chelsea bertanya tanya.


Chelsea dan Rani pun bersalaman walaupun keduanya memang tidak berniat ingin salaman tetapi mereka berdua menutupi kekesalan masing masing didepan Andra.


Setelah dari ruangan Chelsea, Andra mengajak Rani kebawah ke karyawan lain. Andra memperkenalkan Rani kesemua karyawannya.


" Perkenalkan ini adalah kekasih sekaligus calon istri saya " Jelas Andra dan semua karyawan melongo tak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Andra ke pada karyawannya.


" Hee kepedean banget nih orang " Kata Rani berbisik ke telinga Andra dan dipandang oleh banyak karyawan.


" Biarin " Kata Andra ngebalas ucapan Rani dengan bisikan

__ADS_1


" Haa sejak kapan tuan mempunyai kekasih? Tanya seorang karyawan kekaryawan lain.


" Hemm perasaan tuan nggk pernah deh dekat sama seorang perempuan " Kata karyawan respsionis yang terlihat alay dengan lipstik yang merah dan rona pipi yang pink.


" Aduhhh , Tuan aku sakit hati ngeliat kamu dengan perempuan lain, kenapa tuan sejahat itu " Gumam seorang karyawan lain yang memang sangat menyukai Andra sambil memukul temannya yang berada disampingnya.


Setelah mengenalkan Rani kepada semua karyawannya, Andra mengajak Rani keluar untuk menuju rumah utama milik Andra, setelah dari rumah utama, barulah Andra akan pergi kebandara untuk ke korea.


Diperjalanan Rani masih senyum senyum sendiri karena Andra menganggapnya sebagai seorang kekasih walaupun mereka tidak berpacaran dan satu lagi saat Andra mengatakan bahwa Rani adalah calon istrinya.


Didepan Andra, Rani seolah tak menerimanya tetapi sebenarnya Rani sangat keriangan mendengar itu dari mulut Andra sendiri.


" Loh napa ngaku ngaku cowook gw, padahal kan kita nggk pacaran ?" Kata Rani


Saat mendengar perkataan Rani, Andra berbalik kearah Rani dan menatap wajah Rani dengan sangat hangat, Rani merinding melihat tatapan Andra.


" Loh kenapa natap gw kayak gitu, awas yah lo macam macam gw silat baru tau rasa lo " ancam Rani.


" Ngkk ngapa ngapain " Kata Andra dan mengembalikan wajahnya kedepan.


Sekitar 15 menit mereka memasuki wilayah perumahan elite yang didalamnya hanya orang orang teratas yang bisa ditinggal diperumahan itu. Setiap perjalanan masuk keperumahan mata Rani berbinar binar melihat rumah rumah besar yang mereka lewat. Andra yang melihat Rani kagum hanya tersenyum.


" Rumah rumah itu tidak sebesar rumah utama " Batin Andra


Saat dimana mobil berhenti dihalaman rumah besar bak istana bercat keemasan dan entah luasnya berapa yang penting mah luas banget, bertingkat tiga dan beberapa tanaman bunga yang sanngat indah tumbuh teratur didepan rumah tersebut.


" Ini rumah lo?" Tanya Rani


" Iyyah " Kata Andra mulai turun dari mobil.


" Ehh lo boong yah, ayo pulang aja nanti yang punya rumah marah marah lo " kata Rani takut apabila Andra mempermainkannya.


Andra segera membukakan pintu Rani agar Rani keluar, Rani sedikit gugup untuk melihat kenyataannya bahwa rumah besar itu memang adalah milik Andra Alexandra.


" Ayo turun " Kata Andra mempersilahkan Rani untuk turun dengan cara menganbil tangan Rani untuk dia genggam.


" Awas aja loh bohong " Ancam Rani.


Mereka berdua pun berjalan masuk kedalam daerah rumah. Rani semakin takjub dengan suasana rumah tersebut dimana suasana sejuk karena tanaman yang tumbuh segar dan perumahan yang aman dan damai.


Andra memegang tangan Rani untuk mengajaknya masuk kedalam rumah. Pak Ijo mulai membuka kunci pintu rumah tersebut, karena Andra mempercayakannya ke pak Ijo. Saat pintu terbuka terlihatlah isi dari rumah tersebut dan beberapa pelayan yang menyambut kedatangan mereka.


Pelayan pelayan tersebut adalah pelayan yang selama ini menjaga rumah utama dan sekaligus membersihkannya selama orangtua Andra tidak tinggal diindonesia, pelayan pelayan itu bisa datang melalui pintu belakang, dan pintu depan untuk para pemilik rumah ataupun tamu tamu terhormat.


" Wooooo " Kata Rani terkagum kagum


" Selamat datang kembali tuan Andra dan nyonya " Kata salah seorang pelayan yang bernama jamilah


" Hallo " Kata Rani menyapa pelayan tersebut bak teman saja sambil melambaikan tangannya.


Pelayan tersebut hanya tersenyum melihat tingkah Rani, begitupun Andra hanya menggelengkan kepalanya.


" Ini siapa banyak amat " Bisik Rani ke Andra


" Pelayan " Singkat Andra


Kini langkah mereka lanjutkan ke ruang tamu, Andra duduk dan menyuruh salah satu pelayan untuk menemani Rani berkeliling dirumah tersebut.


" Bi tolong anda temani Rani berkeliling " Kata Andra ke pada bi Jamilah.

__ADS_1


" Baik tuan " Kata bi Jamilah.


Kini Rani dan bi Jamilah berjalan jalan, Rani merangkul tangan bi Jamilah karena umur bi Jamilah sekitar 26 tahun dan masih awet muda, Rani tidak menganggapnya sebagai seorang pelayan tetapi sebagai seorang teman.


" Nyonya " Kata bi Jamilah merasa malu saat Rani merangkulnya.


" Bibi namanya siapa ?" Tanya Rani sambil berjalan.


" Jamilah nonya" kata bi Jamilah.


" Bibi cantik deh " puji Rani dan membuat bi Jamilah semakin malu.


" Nyonya " Kata bi Jamilah tersipu malu.


Rani sekarang berada ditaman belakang dan terdapat kolam berenang yang sangat luas, semakin Rani terkagum.


" wahhhhh cantiknya " Kata Rani


" Nyonya disini biasa tempat tuan bersantai saat tuan merasa ada waktu luang " jelas bi Jamilah


" Hemm gitu " kata Rani


" Bi sini deh, saya mau ngomong " Ajak Rani ke bi Jamilah untuk mengajaknya duduk dikursi samping kolam berenang.


" Ada apa nonya ?" Tanya bi Jamilah yang berjalan kearah Rani dan berdiri di samping Rani.


" bi ayo duduk , saya nggk suruh anda berdiri yah" Kata Rani menepuk nepuk kursi dan bi jamilah pasrah untuk duduk disamping Rani.


" Bi, Andra tuh orangnya gimana yah ?" Tanya Rani


" Tuan Andra adalah pria yang sangat baik nyonya " Kata bi Jamilah bohong karena takut nanti Andra akan memecatnya.


" Bibi jangan bohong yah, saya nggk bakal ngomong kesiapa siapa kok bi, tenang saja " Kata Rani memberikan kepercayaan kepada bi Jamilah.


" Tapi non " Kata bi Jamilah Ragu ragu


" Nggk akan bi, janji " Kata Rani mengangkat jari telunjuk dan jari tengahnya tanda janji.


Sambil menarik nafas panjang panjang bi Jamilah mulai bercerita.


" Sebenarnya tuan adalah pria yang sangat dingin dan " kata bi Jamilah belum melanjutkannya, bi Jamilah memastikan tidak ada orang selain Rani dan dia, bi jamilah menatap sekeliling untuk memastikannya " Kejam " Sambung bi Jamilah.


" Bibi kok takur ngomong " Kata Rani melihat tingak bi Jamilah yang takut.


" Saya takut dipecat non " Kata bi Jamilah.


" Nggk akan bi " Kata Rani agar bi Jamilah tidak takut lagi


" Terus orangtua Andra dimana bi ?" Tanya Rani


" Orangtua tuan berada diluar negeri karena tuan Alexandra lebih memilih menetap disana, karena perusahaannya lebih besar perkembangannya daripada disini " Jelas bi Jamilah.


" Ohhh gitu " Kata Rani.


Sedangkan disisi lain, Andra yang merasakan bahwa Rani dan bi Jamilah sudha beberapa menit yang lalu tak kunjung kembali.


" Bi tolong cari posisi Rani dan bi Jamilah " Perintah Andra kepada salah satu pelayan yang baru mengantarkan Andra minuman. Pelayan tersebut bernama bi Santi.


" Baik tuan " kata bi Santi.

__ADS_1


__ADS_2