
Andra tertidur disamping Rani, sedangkan Rani kini memperhatikan wajah dari Andra yang tampak polos saat sedang tidur. Saat Rani puas melihat wajah Andra kini dia memainkan ponselnya, biasa dia melihat video ngakak yang banyak di youtube, sesekali Rani tertawa pelan karena takut menganggu Andra.
Dan saat ada satu video ngakak yang berhasil membuat Rani tertawa sangat keras hingga membuat Andra terbangun, Rani menatap Andra yang terbangun dan meminta maaf karena telah membuatnya terbangun dari istirahatnya.
“ Maaf gw ribut yah “ Kata Rani yng sadar Andra terbangun karena ulahnya.
“ Enggak papa, emang kamu lagi ngapain “ Tanya Andra yang kini merubah posisi menghadap kea rah Rani.
“ Nih nonton video ngakak, mau liat “ Kata Rani dan dibalas anggukan oleh Andra.
Kini mereka menonton bersama dan sesekali mereka tertawa melihat video tersebut. Andra menatap Rani yang tertawa.
“ Aku tidak akan seseorang pun melukaimu lagi “ Batin Andra.
Saat Rani mulai bosan menonton kini Rani bertanya ke Andra masalah bahu nya yang terluka, Andra awalnya ragu untuk bercerita tetapi Rani bersikeras ingin mengetahui.
“ Itu bahu lo kenapa bisa luka gitu “ Tanya Rani
“ Cuman tergores aja “ Bohong Andra
“ Okeyy kalau lo boongin gw, gw nggk akan mau bicara sama lo “ Ancam Rani dan dibalas pasrah oleh Andra
“ Sebenarnya, tadi itu ada masalah dikantor, ada beberapa orang suruhan seseorang yang mau mengobrak abrik kantor dan ingin membunuhku, tetapi untung saja aku bisa selamat dan hanya terkena irisan pisau sedikit “ Jelas Andra
“ Whattt irisan pisau, jadi yang dibahu lo itu irisan pisau “ Kata Rani berteriak dan dibalas anggukan oleh Andra. “ Terus gimana mereka “ Tanya Rani.
“ Ada beberapa ditangani oleh polisi dan satu ditangani oleh aku sendiri “ Kata Andra
“ Emang lo diizinin sama polisi ?” Tanya Rani dan dibalas anggukan oleh Andra.
Mereka saling berbincang bincang hingga saat dimana perut dari Rani berbunyi karena sekarang sudah siang dan Rani hanya makan tadi pagi waktu bareng teman teman. Andra tertawa mendengar suara perut Rani, Rani malu sumpah.
“ Kamu lapar yah “ Kata Andra dan hanya dibalas cengingisan oleh Rani.
“ Tunggu aku pesan makan dulu, sekalian suruh dokter buat cek kesehatan kamu “ Kata Andra bangun menuju ke telefon pribadi.
Setelah itu Andra kembali ke tempat tidur tersebut dimana Rani masih menutupi wajahnya karena malu.
“ Nggk usah malu, biasa aja “ Kata Andra.
Rani melepaskan bantalnya dan tertawa cengingisan, Andra membalasnya dengan senyum. Kini hp Andra berdering dan tanda panggilan masuk dari David. Andra mengangkatnya.
__ADS_1
“ Ada apa ? “ Tanya Andra
“ Akhirnya orang tersebut ngaku, yang nyuruh mereka keluarga Adinata, karena ingin balas dendam ke lo akibat lo hentikan kerja sama lo dengan Adinata “ Jelas David
“ Ohhh ternyata mereka “ Kata Andra “ Baik gw akan mengikuti permainan mereka “ sambung Andra mematikan telfon.
“ Permainan apa “ Tanya Rani yang tidak mengerti topic pembicaraan dari Andra lewat telfon.
“ Cuman masalah kantor “ Kata Andra tersenyum .
Dokter dan suster yang membawakan mereka makanan akhirnya datang, Dokter melihat Andra dan Rani satu tempat tidur dibuat kaget, tetapi dia tidak bisa memberikan protes karena bisa bisa dia dipecat. Suster memberikan mereka makanan, Andra turun dari tempat tidur mengambil makanan tersebut. Sedangkan Rani kini diperiksa oleh dokter.
“ Nyonya sudah membaik, sekitar 2 hari lagi nyonya bisa pulang, dan jangan lupa obat dari nyonya dan tuan harus diminum “ Kata Dokter memperingati kepada Andra dan Rani karena
Dokter yang selama ini merawat Rani adalah Dokter pribadi Andra, Rani mengangguk dan Andra hanya menatap dingin.
Kini dokter dan suster keluar dari ruangan Rani, Rani mulai bertanya kepada Andra obat yang dimaksud oleh dokter.
“ Lo dikasih obat ?” Tanya Rani dan dibalas anggukan oleh Andra
“ Obat Apa ?” Tanya Rani lagi
“ Sudah minum “ TanyaRani dan dibalas anggukan oleh Andra
Andra membawakan makanan ke Rani dan duduk dikursi dekat disamping tempat tidur Rani. Andra harus bolak balik ke meja dimana makanan mereka disimpan, karena Andra hanya bisa melakukannya dengan tangan. Rani awalnya tidak tega tetapi apa boleh buat dia belum pulih sepenuhnya.
Saat mereka telah selesai makan dan membereskannya, Andra menuju sofa dan membuka laptopnya dia ingin memberi pelajaran terhadap keluarga Adinata yang bermain main dengannya. Sedangkan disisi lain Rani sibuk bermain hp. Saat mereka berdua sibuk dengan urusan masing masing, kedua orangtua Rani datang membawa pakaian buat Rani dan makanan.
“ Haii sayang apa kabar “ Kata mama Rani sambil berjalan masuk ke tempat Rani
Rani dan Andra yang melihat kedatangan kedua orangtua Rani menghentikan aktivitas masing masing, Andra menyambut orangtua Rani dengan senyum Ramah dan itu juga dibalas senyum oleh kedua orangtua Rani.
“ Haii mah pah, aku udah mendingan kok kata dokter dua hari kedepan sudah boleh pulang “ Kata Rani
“ Selamat datang tuan Adiwijaya “ Sambut hangat oleh Andra
“ Terimakasih tuan Andra, saya sangat berterimakasih anda telah repot menjaga putri kami “ Kata Papa Rani
“ Tidak apa apa “ Kata Andra
“ Aku sangat bersyukur memiliki putri yang mempunyai hati yang baik dan bisa meluluhkan hati dari seorang Andra Alexandra “ Batin papa Rani.
__ADS_1
“ Sebaiknya lo pulang aja istirahat, sekalian buat pemulihan bahu lo “ Kata Rani “ Disini ada
orangtua gw kok “ Sambung Rani..
“ Tapi ? “ Kata Andra ragu.
“ Nggk papa tuan anda bisa datang kapan saja “ Sambung mama Rani.
“ Baiklah saya akan pulang… permisi “ Kata Andra berpamitan.
Andra segera pergi meninggalkan rumah sakit dengan membawa laptopnya. Sebelum Andra menuju keparkiran dia menelfon Alex untuk mencari bodigat hari ini juga.
“ Halo Alex saya minta kamu cari bodigat hari ini juga buat ngejaga Rani dirumah sakit sekitar 6 orang “ Kata Andra
“ Baik tuan “ Balas Alex dibalik telfon
Andra kini melanjutkan perjalanannya, sedangkan disisi lain Alex sibuk mencari bodigat seperti yang Andra minta. Sekitar beberapa jam akhirnya Alex menemukan beberapa bodigat tersebut dan memerintahkan mereka untuk berjaga dirumah sakit dimana Rani dirawat. Ada tiga orang yang berjaga didepan pintu ruangan Rani dan ada tiga didepan rumah sakit.
Para bodigat segera melaksanakan tugas, disisi lain papa Rani ingin keluar untuk membeli sebuah obat karena obat Rani hampir. Papa Rani kaget saat dia membuka pintu kamar Rani, papa Rani melihat ada tiga orang berdiri tegap berbadan kekar sedang berjaga diluar.
“ Kalian siapa ?” Tanya papa Rani
“ Kami adalah suruh tuan Andra untuk menjaga Nyonya Rani dan kamar ini “ Kata salah satu bodigat
“ Sejak kapan “ Tanya papa Rani.
“ Baru beberapa menit yang lalu, “ Kata salah satu bodigat “ Anda mau kemana ?” Tanya bodigat tersebut.
“ Saya mau membeli obat untuk anak saya “ Kata papa Rani
“ Biar saya saja “ Kata salah satu bodigat yang berdiri disamping papa Rani.
Papa Rani kembali berbalik kekamar dan membuat Rani dan mamanya heran.
“ Papa kok balik, obatnya mana ?” Tanya mama Rani
“ Bodigat tuan Andra yang beli “ Kata papa Rani
“ Bodigat?” Tanya Rani
“ Iyyah katanya mereka adalah suruhan dari Andra untuk menjaga kita “ Jelas papa Rani.
__ADS_1