
Andra yang melihat kepergian Rani pun ingin menyusul Rani dan ingin berpamitan kepada teman temannya beralasan kalau ada urusan mendadak
" gw duluan yh, ada urusan mendadak soalx " Kata Andra melihat tmn tmnnya sudah duduk
" Lahh kita baru nyampe, lo malah pergi aja " Sahut Fahri dan dibalas senyuman oleh Andra
Andra pun langsung cabut dari kafe tersebut menyusul Rani yang belum hilang dari pandangannya. Rani memakai motor gedenya dan Andra memakai motor gedenya. Andra terus mengikuti Rani sedangkan Rani tidak mengetahui bahwa Andra sedang mengikutinya.
Dipertengahan jalan Rani melihat beberapa orang mencoba mencopet wanita paruh baya diparkiran kantor yang ditutupi pagar tinggi. Rani yang tidak bisa tega pun langsung memberhentikan motornya dan berlari tanpa melepaskan helmnya, Rani melompati pagar tinggi tersebut dengan lincah, Andra yang melihatnya kaget betapa tomboynya gadis itu yang tidak dia ketahui namanya.
Rani melawan lima orang pencopet dengan lincah tetapi kekuatan para pencopet itu sangat kuat sehingga Rani kewalahan, Andra yang melihat itu langsung menolong Rani yang hampir dipukul oleh salah satu pencopet tersebut. Mereka berdua melawan pencopet tersebut dengan sangat lincah dan membuat para pencopet itu kalah dan melarikan diri.
Rani yang tidak mengetaui kalau Andralah yang telah membantunya karena Andra juga tidak melepaskan helmnya, Setelah pertengkaran selesai Rani dan Andra melepaskan helm masing masing, Rani membuka helmnya dan membiarkan rambut panjangnya terurai dan membuat Andra yang melihatnya terpana akan kecantikan cewek tomboy yang satu ini, Rani berniat ingin mengucapkan terimakasih karena telah membantunya menolong orang tetapi setelah melihat siapa yang membantunya membuatnya mengingat kejadian waktu dikafe yang membuatnya jengkel.
" Thanks, lo " kata Rani sambil melepaskan helmnya begitu pula Andra
__ADS_1
" Iyahh " Jawab Andra yang saat ini sudah membuka helmnya
" Lohhhh " Kata Rani sambil nunjuk ke arah wajah Andra dan Andra hanya tersenyum melihat tingkah Rani.
Tiba tiba wanita paruh baya yang hampir dicopet tadi muncul dan berterimakasih kepada Rani dan Andra telah menolongnya.
" Terimakasih nak, mungkin kalau kalian tidak ada ibu tidak tau harus bagaimana " kata wanita itu
" Iyya bu, ibu nggk papakan nggk ada yang luka, " Tanya Rani khawatir kepada wanita itu
" Enggk pp nak, sekali lagi trimakasih ibu permisi " Kata wanita itu dan pergi meninggalkan Andra dan Rani
" Loh keren juga yh silatnya " Kata Andra dan dibalas tatapan jutek dari Rani dan Rani langsung pergi dari hadapan Andra.
" Dasar cewek jutek "Batin Andra sambil tersenyum melihat kepergian Rani.
__ADS_1
Andra segera pulang kerumah, karena niat tadi untuk mengajak kenalan Rani tidak jadi karena buat dia sangat susah mendekati cewek jutek kayak Rani.
Sedangkan Rani kini sudah berada dalam kamarnya, dia memikirkan Andra cowok songong yang selalu buat dia kesal.
" Awas aja yh, kalau dia berani macam macam lagi gw habisin dia " Gerutu Rani dalam hati.
Waktunya sudah Dhuhur Rani bersiap siap maengambil air Wudhu dan menunaikan sholat dhuhur karena Rani memang anak yang rajin dalam beribadah walau dibalik itu ada sikap tomboy yang sangat lekat kedia.
Selesai sholat Rani menuju kebawah untuk menonton tv dan menemui mamanya dan papanya yang lagi asik berduaan didepan tv.
" Ciee yang lagi pacaran " Sindir Rani kepada mama papahnya yang lagi bermesraan depan tv
" Ehh sayang, kapan kamu ada disini " Tanya papa Rani
" Baru kok pah " Jawab Rani tersenyum dan menghambur ke tengah tengah antara mama dan papahnya.
__ADS_1
" Kan sekarang ada aku ditengah jadi nggk boleh bermesraan lagi yah " Kata Rani sambil tertawa cengengesan mengerjai kedua orangtuanya.
Dibalik sikap Rani yang tomboy ada sikap yang sangay manja apabila dihadapan orangtuanya.