Anak Motor

Anak Motor
Part 18


__ADS_3

Sekitar 15 menit perjalanan akhirnya David sudah sampai didepan rumah sakit. David dan teman temannya mengangkat Andra menuju keruang UGD. Saat itu mereka semua panic karena wajah Andra yang sangat pucat dan melemas, Aldi, David dan yang lainnya berdoa demi keselamatan temannya itu.


Kurang lebih 10 menit pemeriksaan akhirnya selesai, dokter keluar dari ruangan dan mengatakan bahwa kondisi Andra saat ini sedang kritis karena kehabisan darah. David kaget mendengar perkataan dokter, dia segera menelfon Alex untuk pergi kerumah sakit karena Alex bersama polisi membawa Adinata kekantor polisi.


“ Keadaan tuan Andra sekarang dalam masa kritis, dia telah kehabisan cukup banyak darah, dan darah dari tuan Andra yaitu O negative “ Kata Dokter.


Tidak berapa lama Alex datang dia mulai berjalan memasuki rumah sakit, saat itu bodigat yang ditugaskan untuk berjaga dirumah sakit melihat Alex dan mereka bertanya apakah yang dilakukan oleh Alex dirumah sakit itu, mereka tidak tau wajah Andra hanya tau nama saja, tetapi yang mereka tau hanya wajah dari Alex bos kedua mereka. Salah satu dari mereka menghampiri Alex yang berjalan masuk ke rumah sakit.


“ Maaf tuan apa ada masalah ? “ Kata bodigat sebut saja namanya, Fahmi.


“ Iyyah tuan besar lagi kritis, dia sedang kehabisan darah “ Penjelasan Alex “ Saya permisi dulu “ Sambung Alex


Bodigat fahmi yang mendengar penjelasan dari Alex pun langsung memberitahukan kepada bodigat yang berjaga didepan pintu kamar Rani, saat setelah menyampaikannya bodigat itupun memberi tahukan kepada Rani.


Dan saat itu Rani sedang memikirkan sesuatu entah itu apa yang tidak bisa membuatnya tertidur dan orangtuanya lagi beristirahat karena waktu sudah malam.


“ Maaf menganggu nyonya, saya mau menyampaikan bahwa tuan besar sedang dalam kritis “ Penyampaian dari bodigat sebut saja namanya Anto.


“ Maksud kamu siapa ?” Tanya Rani yang langsung duduk.


“ Tuan Andra nyonya “ Kata Anto


“ Sekarang dia dimana ? “ Tanya Rani


“ Mungkin ada diruang UGD nyonya “ Kata Anto


Rani langsung bangkit dari kasurnya melepas


infuse nya tidak menghiraukan sakitnya dia berlari terus diikuti oleh dua orang bodigat yang satu tetapi tinggal didepan kamar Rani. Rani berlari hingga dia tepat berada didepan pintu UGD. Dia masuk kedalam dan jelas saja dia melihat Andra yang terkapar lemas tak berdaya sedang tertidur diatas kasur. Rani langsung berlari dan menghampiri Andra, Rani tidak sadar bahwa banyak orang didalam sana.

__ADS_1


Alex yang melihat Rani heran mengapa Rani bisa mengetahuinya, dan sesaat dia mengingat bahwa dia memberitahukan kepada Bodigat nya tentang hal ini. Alex yang melihat Rani khawatir mulai membuka pembicaraan.


“ Nyonya Rani, sekarang tuan Andra sudah tidak apa-apa kita sudah menemukan pendonor dan sebentar lagi akan ditangani, nyonya tidak perlu khawatir “ Penjelasan Alex dan Rani tersadar bahwa ada beberapa orang didalam ruangan itu.


“ Sebenarnya apa yang terjadi “ Kata Rani memandang wajah wajah dari orang yang ada didalam ruang tersebut.


“ Pantas aja lo suka Ndra sama Rani “ Batin Aldi yang melihat kecantikan dari Rani.


“ Sebenarnya tadi Andra bertengkar sama


Adinata soal kejadian diperusahaan Andra yang dilakukan oleh keluarga Adinata, dan Andra tidak tinggal diam dengan apa yang dilakukan oleh keluarga Adinata terhadapnya.Andra bertengkar hingga suatu pukulan mengenai bahu kanan Andra yang terluka sehingga mengalami pendarahan yang banyak. Jadi Andra melakukan semua itu sehingga dia bisa jadi begini “ Penjelasan David.


“ Apa bertengkar, jadi semua ini karena pertengkaran gituh? “ Tanya Tanya Rani dan menatap wajah Andra dengan perasaan marah atau khawatir.


“ Tuan Andra tidak pernah bisa mengontrol emosi dia apabila ada yang menganggunya “ Kata Alex


“ Lo emang yh keras kepala “ Batin Rani sekilas menatap Andra


“ Tidak saya harus disini “ Tegas Rani


“ Tapi nyonya… “ Kata Alex Ragu


“ Tidak ada tapi tapian “ Kata Rani


“ Nanti tuan bangun ngeliat Nyonya disini kan gw yang akan kena ngamukannya “ Batin Alex


Kini teman teman dari Andra berpamitan untuk pulang karena jam sudah cukup malam.


“ Gw dan yang lain pamit dulu yh, besok gw kembali ngejenguk lo “ Pamit David kepada Andra yangmasih tidak sadarkan diri.

__ADS_1


Mereka semua pun pulang kecuali dengan Alex dan Rani. Alex yang tengah duduk di sofa ingin melanjutan pekerjaannya mengenai erkembangan permasalahan Adinata. Sedangkan Rani kini sedang duduk disamping Andra yang belum sadarkan diri.


“ Lo bangun dong “ guman Rani sambil memegang tangan Andra


Tak berapa lama kemudian Rani tertidur sambil memegang tangan Andra, Alex yang melihat Rani ketiduran karena menunggu Andra sadar berniat ingin membawa Rani ke sofa untuk membaringkannya, tetapi saat Alex berjalan mendekati Rani, tiba tiba Andra tersadar dari kritisnya.


Andra kaget melihat Rani yang kini tertidur sambil duduk dan memegang tangannya, dia memberi kode ke Alex mengapa Rani bisa ada disini, Alex coba menjelaskan melalui bahasa isyarat ke Andrra bahwa Rani sendiri yang memaksa.


Andra memanggil Alex kesampingnya agar lebih jelas mengapa Rani bisa ada diruangannya.


“ Mengapa Rani bisa ada disini? “ Tanya Andra dengan nada pelan agar Rani tidak terganggu.


“ Dia tau bahwa tuan lagi kritis dan nyonya kesini untuk nemenin tuan “ Penjelasan Alex.


“ Terus kenapa kamu tidak suruh dia kembali kekamarnya untuk istirahat ha “ Tegas Andra tapi dengan nada pelan.


“ GW blng juga apa “ Batin Alex


“ Saya sudah menyuruhnya tuan, tapi nyonya maksa biar disini “ Jelas Alex


Kini Andra menatap Rani dan mengelus Rambutnya dengan tangan kirinya dengan lembut.


“ Yaudah kamu tolong angkat dia agar tidur disamping saya disini “ Kata Andra


“ Baik tuan “ Ujar Alex


Kini Alex mengangkat Rani dan Andra menggeser posisinya kesebalah kanan agar Rani bisa tidur disebelah kiri Andra. Kini Rani tertidur disamping Andra, Andra terus menatap Rani dengan senyuman yang begitu indah.


“ Makasih atas perhatiannya “ Gumam Andra

__ADS_1


Sedangkan Alex kini juga kembali beristirahat di sofa.


__ADS_2