
Keesokan paginya orangtua dari Rani terbangun dan tidak mendapati Rani dikkasurnya, mereka berdua panic dan langsung keluar pintu. Dipintu salah satu dari bodigat yang berjaga karena yang lain berjaga didepan pintu ruangan Andra. Bodigat yang bernama Anto bertanya mengapa orangtua Rani sekaget itu.
“ Maaf tuan ada apa anda sepanik itu >” Tanya Anto
“ Anak saya dimana, kenapa dia tidak ada didalam ?” Tanya papa Rani
“ Putri anda sekarang berada diruangan tuan Andra tuan “ Kata Anto
“ Maksud kamu ?” Kata mama Rani kurang paham
“ Semalam tuan Andra dilarikan kerumah sakit ini, karena pendarahan dibahunya dan nyonya Rani mengetahuinya, setelah itu dia menuju keruangan tuan Andra “ Jelas Anto
“ Dimana ruangannya “ Kata papa Rani
“ Di Ugd tuan “ Kata Anto
Orangtua dari Rani berjalan menuju keruangan Ugd diikuti oleh Anto, saat mereka sudah didepan pintu ruangan Ugd mereka masuk dan melihat Rani yang tertidur disamping Andra. Papa Rani menghampiri mereka berdua. Tiba tiba Alex keluar dari kamar mandi dan melihat kedua orangtua Rani.
“ Anda siapa “ Kata mama Rani yang melihat Alex keluar dari kamar mandi.
“ Saya sekretaris dari tuan Andra “ Jjelas Alex
“ Maaf tuan nyonya kami membuat kalian khawatir “ Kata Alex
“ Sebenarnya ada apa ini ?” Tanya papa Rani
“ Semalam tuan Andra menyelesaikan permasalahan dengan Adinata karena mereka ingin menghancurkan perusahaan dari tuan
Andra hingga tuan Andra seperti ini “ Jelas Alex
Mendengar ada percakapan Rani terbangun dari tidurnya dan kaget melihat Andra ada disampingnya, yang Rani ingat dia tidur dengan posisi duduk. Rani mulai mengumpulkan nyawanya dan setelah itu melihat orangtua nya sedang berbincang bincang.
“ Mah Pah “ Kata Rani
__ADS_1
“ Sayanggg “ mama Rani langsung memeluk Rani
“ Kamu buat mama dan papa khawatir lo “ Kat amama Rani
“ Maaf mah pah “ Tutur Rani
Dan tak berselang lama Andra pun terbangun. Rani yang melihat Andra mulai sadar pun menanyakan beberapa hal kepada Andra yang membuat beberapa orang didalam menggelengkan kepala.
“ LO sudah sadar, lo kenapa berantem sih, lo tau kan ada luka tuh dibahu lo malah lo berantem “ Ngoceh Rani
“ Nggk boleh gitu dong sayang, tuan Andra baru aja sadar kamu malah marah marah “ Nasihat mama Rani
“ Dia tuh mah ngeselin banget “ Kata Rani dan Andra hanya tersenyum kikuk.
Papa Rani segera mengmapiri Andra dan mulai membicarakn permasalahan dengan perusahaan Adinata.
“ Maaf tuan apakah tuan Adinata sudah anda selesaikan ?” Tanya papa Rani
“ Iyya mereka sudah ditangani oleh pihak kepolisian “ Kata Andra
“ Udah baikan kok “ kata Andra
Saat mereka lagi berbincang, tiba tiba dokter memasuki ruangan Andra
“ Maaf tuan kita akan melakukan pendonoran “ Jelas dokter
“ Kamu kembali kekamar kamu dulu yh, istirahat setelah itu boleh kemblai kesini “ Tutur Andra
“ Tapi “ Ragu Rani
“ Nggkada tapi tapi “ Tegas Andra
“ Iyyah sayang, bentar lagi juga kamu akan sembuh kan bisa ngerawat tuan Andra “ Ejek mama Rani
__ADS_1
“ Hmm mama “ Kata Rani
Akhirnya orangtua Rani membawa Rani kekamarnya, sedangkan Andra menjalan pendonoran darah agar darahnya bisa kembali normal.
Disisi lain dikantor polisi Adinata dan istiranya sekalgius anaknya yaitu Farhan lagi diinterogasi oleh polisi.
“ mengapa anda melakukan tindakan seperti ini kepada tuan Andra ?” Tanya pak polisi.
“ Karena saya ingin membalaskan perbuatan tuan Andra kepada anak saya farhan dan sekaligus membalaskan karena Andra seenaknya membatalkan kontrak kerjasama perusahaan saya dengan perusahaan X “ Jelas Adinata.
“ Tapi semua itu sia-sia sekarang anda sudah berada ditangan kami dan sebentar lagi anda akan hancur “ Kata polisi itu.
Saat kedua orangtua Farhan lagi diinterogasi, dan polisi yang berjaga disamping kanan dan kiri mereka bertiga sedang memerhatikan kedua orangtua Farhan, Farhan mengambil kesempatan dan kabur dari ruangan tersebut, hingga dia berhasil keluar dari kantor polisi.
Polisi yang melihat farhan kabur dari ruangan itu pun membunyikan tanda peringatan, semua polisi mengejar farhan yang saat itu kabur, karena saat ini mereka belum dibawa kekantor polisi pusat jadi kekuatan pengawasannya belum terlalu ketat.
Farhan berhasil kabur, dia berlari terus dari kejaran polisi. Saat farhan merasa sudah berlari cukup jauh dia pun menghentikan langkahnya.
“ Tunggu pembalasan gw Andra “ Batin Farhan.
Dikantor polisi, polisi yang bernama Fajar menelfon Alex memberitahukan bahwa Farhan berhasil kabur dari kantor polisi.
“ Selamat pagi pak, kami mau menyampaikan bahwa tersangka farhan Adinata telah kabur “ Jelas Fajar
“ Apaaa “ Teriak Alex dari bali telfon
“ Kalau sampai Andra tau, gw nggk akan tau apa yang akan terjadi “ Batin Alex
Alex kini berdiri didepan pintu ruangan Andra, karena Andra sedang melakukan proses penyembuhan. Alex sedikit khawatir akan kekabura dari Farhan, Alexkhawatir dengan keselamatan Andra dan Rani. Saat sekitar 15 menit pukul 10 : 45 dokter keluar dari ruangan dan mengatakan prosesnya telah berjalan dengan lancar dan keadaan dari Andra semakin membaik.
“ Keadaan tuan Andra sekarang telah membaik, saya sudah memberikan obat agar lukanya cepat sembuh dan kering “ Kata dokter.
" Dan untuk pemulihannya sekitar 3 hari bahu tuan Andra akan benar benar pulih " Sambung dokter setelah menyampaikan Dokterpun pergi meninggalkan Alex
__ADS_1
Alex kini dibuat dilema dia takut memberitahu ke Andra tetapi disisi lain kalau Andra mengetahui dari orang lain bakal lebih berbahaya lagi. Alex berpikir memanggil Rani agar bisa mengontrol emosi Andra karena bisa saja Andra akan bertindak kejam lagi apabila dia mendengar semua ini.