
Andra kini telah sampai dirumah sakit dia menuju keruangan Rani, saat dia masuk dia melihat Rani sedang beristirahat dan orangtua Rani juga sedang beristirahat. Andra mendekat ke tempat tidur Rani dan duduk disamping Rani sambil memegang tangan Rani.
“ Aku tidak akan membiarkan seorang pun melukaimu “ Gumam Andra
Orangtua Rani yang sebenarnya belum tertidur melihat Andra yang sedang memegang tangan Rani, mereka melihat ketulusan dimata Andra. Orangtua Rani menuju Andra dan Rani.
“ Nak Andra mengapa anda sangat peduli dengan anak saya ? “ Tanya papa Rani
“ Karena saya menyayanginya “ Jawab Andra
“ Terimakasih telah menyayangi anak kami, dan terimakasih telah menyelamatkan nyawa anak kami “ Ujar papa Rani
“ Tidak papa, saya akan menjaga Rani selamanya “ Kata Andra tersenyum “ Sebaiknya kalian pulang saja beristirahat, biar saya yang menjaga putri kalian “ Sambung Andra
“ Tapi tuan, apakah ini tidak merepotkan tuan ? “ Tanya papa Rani
“ Tidak sama sekali “ Jawab Andra
“ Baiklah, kami titip anak kami tuan… Permisi !! “ Kata Papa Rani dan mama Rani berpamitan.
Kini diruangan itu hanyalah ada Rani dan Andra, Andra menuju ke kursi panjang dekat kasur Rani, Andra mulai membuka laptopnya dan mengotak atik mencari tentang perusahaan Adinata dan yang benar saja, pekerjaan Alex kini telah selesai membuat perusahaan Adinata hancur hingga tak ada tersisa.
__ADS_1
Tiba tiba sopir pribadi Andra datang dengan membawa pakaian yang sudah Andra pesan sebelumnya, setelah menerima pakaian tersebut, sopir pun pergi, Andra menuju kekamar mandi untuk bersih bersih dan mengganti pakaiannya.
Tak butuh waktu lama Andra telah selesai.
Kini telah malam Andra yang tertidur sambil memegang tangan Rani, Rani yang baru sadar melihat Andra yang tertidur, Rani mengusap usap kepala Andra dengan sangat lembut.
“ Terimakasih “ Gumam Rani dan tak lama Andra terbangun,Rani segera melepaskan tangannya.
“ Kamu sudah bangun “ Tanya Andra dan diangguki oleh Rani
“ Lapar? “ Tanya Andra dan diangguki oleh Rani karena dia makan waktu tadi disuapin sama Andra dan waktu orangtua dan teman temannya datang.
“ Saya pesan makanan yang sehat sekarang, dikirim keruangan Rani Wirawan “ Kata Andra ditelfon.
Setelah itu Andra kembali ketempat semulla, Rani heran mengapa Andra bisa melakukan itu, menyuruh nyuruh seperti boss besar wkwkwk.
“ Ehhh, Emang boleh nyuruh gitu “ Kata Rani heran
“ Iya,, emang kenapa ? Tanya Andra dan hanya dibalas gelengan oleh Rani
Setelah 15 menit memesan akhirnya pesanan Andra sudah datang, sangat banyak dan semakin membuat Rani heran mengapaa banyak sekali.
__ADS_1
“ Kenapa banyak begini “ Tanya Rani
“ Supaya kamu cepat sembuh, ayo makan “ Ajak Andra dan dibalas raut wajah kesal dari Rani
Mereka makan bersama sesekali Andra menyuapi Rani, entah mengapa Rani merasa nyaman diperlakukan seperti itu oleh Andra sehingga dia tidak menolak suapan tersebut.
“ Enak “ Tanya Andra dan diangguki oleh Rani.
Setelah makan bersama dan Andra membereskan semuanya, Rani kebelet pipis dia ingin berdiri tetapi rasa sakit dipunggungnya akibat tendangan dari Farhan membuatnya tidak kuat berjalan. Andra yang tadi dari membuang sampah melihat Rani kewalahan berdiri pun membantunya.
“ Kamu mau kemana “ Kata Andra berjalan menuju Rani
“ Mau kekamar mandi “ kata Rani dan spontan Andra langsung menggendong Rani menuju kekamar mandi.
“ Woeeee turunin gww, jangan macem macem loh yah, gw silat nanti “ Kata Rani berteriak tetapi tidak ditanggapi oleh Andra
Andra menggendong Rani masuk kedalam kamar mandi dan mendudukkan Rani ditoilet setelah itu Andra keluar sambil menutup pintu. Andra menunggu Rani dan sesekali memanggil Rani apakah telah selesai. Butuh waktu 5 menit Rani didalam kamar mandi karena dia kewalahan akibat ada selang infuse. Rani berteriak dan berkata selesai. Saat itu Andra pun membuka pintunya dan menggendong Rani lagi kekasur nya dan membaringkannya.
“ Sekarang waktunya istirahat “ Kata Andra dan diangguki oleh Rani
Rani kini sudah tertidur, Andra yang melihatnya jadi ternyum setelah itu mencium kepala Rani, Andra pun menuju ke kursi panjang dekat Rani dan tak butuh waktu lama Andra pun tertidur.
__ADS_1