
Kini tuan dan nyonya Wijaya pun telah sampai di kota A dan para wartawan yang dari tadi menunggu mereka pun dengan cepat mengerumuni tuan dan nyonya Wijaya.
Dan mereka pun menjawab cepat pertanyaan para wartawan dan berlalu pergi karena Lia dan teman-temannya pun melihat keadaan tidak mendukung jika iy turun maka para wartawan akan mengetahui tentang Lia maka iy pun sudah mengirim pesan singkat ke WhatsApp bundanya,, mereka pun langsung pulang kembali ke apartemen Lia
Kini mereka pun telah sampai apartemen Lia dan para karyawan pun menyapa dengan sopan kepada tuan dan nyonya Wijaya karena berita kerja sama mereka dengan perusahaan Alexander tersebar luas mulai dari televisi koran dan majalah bisnis lainnya. teman- temannya Lia pun menatap kagum lia bagaimana tidak,, anak dari pengusaha yang sangat terkenal kini menjadi seorang anak yang sederhana dan sangat mandiri yang membuat orang yang mengetahuinya akan kagum apalagi tentang kecantikan alami yang iy miliki
"Ehh Lia cantik banget bunda eloo,, tapi kok gue liat-liat Lo gak ada mirip-miripnya sihh"Kata Daren tertawa terbahak-bahak sendiri
"Iyh Lia ko Lo gak mirip sih sama orang tua elo" tambah Clara dengan serius
"Entah lah kata bunda sih aku lebih mirip nenek dan kakek" kata Lia sambil menaikkan pundaknya
"Sudahh hentikan ayo kita masuk pasti nyokap sama bokap Lo udah nungguin di dalam tuh" kata Lexi menyela pembicaraan mereka
__ADS_1
"Yasudah ayo masuk" kata Lia
Lia pun lari memeluk bunda karena iy memang tidak bisa berbohong dengan perasaannya iy sangat merindukan wanita cantik nan ramah itu dan Lia pun menitihkan air mata saking merindukan bundanya teman-temannya pun terharu melihat Lia dan bundanya yang sangat dekat
"Bunda aku sangat merindukan mu,, hisk....hisk....hisk" kata Lia sambil sesegukan karena menangis Lia pun memeluk ayahnya dan mengatakan bahwasanya iy juga sangat merindukannya kini bunda Lia berkenalan dengan teman-temannya Lia
"Bun perkenalkan mereka teman-teman Lia yang Lia ceritain" kata lia antusias
"Oh,,perkenalkan nama mu satu satu nak" kata bunda Lia dengan ramah
"Hahahaha,, tidak se-formal itu juga Clara bunda ku tidak se-formal itu" kata Lia dengan tawa terbahak-bahak yang di ikuti bundanya dengan tawa kecil dan muka Clara pun memerah malu
"Aiss kau ini Lia,, lihat lah teman mu jadi malu. dan tawamu itu seperti tertawa horor saja" kata bunda Lia
__ADS_1
"Tidak usa memakai embel-embel nyonya sayang kalau tidak keberatan panggil bunda saja" tambahnya lagi
"i..i..iya bunda maaf" kata Clara dengan gugup
mereka pun memperkenalkan diri mereka masing-masing dan memanggil bunda Lia dengan sebutan bunda juga kini mereka pun akrab satu sama lain dan ayah Lia pun ramah
dan ayah Lia pun berteman baik dengan semua teman ayahnya karena mereka sudah kenal satu sama lain saat mengadakan acara bisnis
"Ternyata kalian ini anak-anak dari teman ku yah" kata ayah Lia dengan tersenyum ramah
" apakah ayah mengenal salah satu ayah mereka" kata Lia
"iyh sayang bahkan bukan salah satu tapi semua sayang" kata ayah Lia
__ADS_1
"oohhh" kata Lia berseru oh ria