Anak Sang Penguasa Kembali

Anak Sang Penguasa Kembali
Sembuh


__ADS_3

"Dan kau tau apa yang terjadi pada kalian kan" kata Lexi acu tak acuh


"Yah, kami akan menerima apapun hukumannya" kata refan


 


Lia pun mendengar apa yang sahabatnya lakukan terhadap 3 laki-laki itu, Lia pun merasa bersalah dan memulai aktingnya.


"Hikss....hikss..." Lia pun menangis tersedu-sedu, mereka pun buru\-buru melihat Lia


"Kau kenapa, apa kau merasakan sesuatu," kata Lexi panik


"Yang mana yang sakit" Clara yang panik mengecek satu persatu tubuh Lia


"Daren, refan arlan, maafkan aku kaliankan tidak salah tapi karena ku kau sekarang akan di hukum" kata Lia dengan tersedu\-sedu


"Maafkan aku" tambahnya lagi


"Tidak!!, ini memang salahnya kenapa tidak lebih hati\-hati menjagamu" kata Clara


"Baiklah, aku akan melepaskan infusan ini dan akan melakukan hukuman bersamanya" kata Lia sambil memegang infusnya.


"Tidak tuan putri kecil kami memang salah." kata Daren yang sudah mengerti permainan lia


"jangan!!,, baik kami tidak akan menghukumnya" kata Lexi sambil memeluk Lia dan Clara pun ikut memeluknya, Lia pun mengedipkan sebelah matanya dan tersenyum kepada ketiganya


"Baiklah istirahat dengan tenang," kata Lexi sambil mengelus puncak kepala Lia


"Tapi janjiyah jangan menghukumnya" kata Lia sambil memperlihatkan jari kelingkingnya dan Lexi pun membalasnya dan mengusap puncak kepala Lia lembut


"Yasudah Putri kecil, istirahat yah, kami akan tidur di sofa" kata Daren sambil mengelus puncak kepala Lia


"Iy tidurlah supaya kau cepat sembuh" arlan pun mengusap puncak kepala Lia dan refan juga melakukan hal yang sama


"G.n" kata Lia


"G.n, too" jawabnya serentak


 

__ADS_1


kini Lia sudah bangun lebih dulu dari pada para sahabatnya itu, iy melihat Clara dan Lexi tidur di sofa Daren Refan dan arlan tidur di bawah karpet sofa.


Kini Lia sudah di perbolehkan pulang, tapi saat infusnya sudah habis.papi dan mami-nya pun sudah menjemputnya untuk membawanya ke mansio dan sahabatnya pun mengantarnya.


saat sedang bercanda dengan sahabat dan orang tuanya ruangan pun terbuka, dan datang lah seorang laki-laki yang tampan berwibawa dan aura kepemimpinannya.


"Hey apa kabar" kata Henry Kepada lia


"Aku sudah baikan, oh iy terimakasih" kata Lia tersenyum ramah


"Untuk..??"


"Karena kau telah menolong ku" kata Lia


"Tidak perlu, kitakan seharusnya saling tolong menolong" kata Henry sambil mengusap puncak kepala Lia lembut


Deg Deg


Enth mengapa sentuhan lembut Henry membuat jantung Lia lebih cepat.


"Hmm, tidak usah memperlihatkan keromantisan kalian" kata arlan


"Wah tuan putri kecil ku ternyata malu tuh" kata Daren


plak" Lexi menjitak kepada Daren


"Masih mau bercanda" kata Lexi dan membuat orang-orang dalam ruangan perawatan Lia tertawa terbahak-bahak


Henry melihat tuan dan nyonya Alexander dan menatap heran


"tuan Alexander" kata Henry


"Dia papi dan mami ku" kata Lia yang mengerti pikiran Henry


"Jadi, ini anak tunggal anda tuan Alexander" kata Henry terkejut


"Hahaha, kenapa kau terkejut sekali" Lia tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi wajah Henry yang terkejut


"berhenti mempermainkannya sayang" mami Lia pun hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku anak tunggalnya itu

__ADS_1


"Tuan Alexander, bu.." baru Henry akan bertanya tapi omongannya pun sudah di potong


"Jangan memanggilku tuan kita tidak sedang di kantor, panggil aku paman saja" kata tuan Alexander


"Hehehe, baik paman."


"Tapi bukan ka anak anda sedang menjalani masa pendidikannya di kota z, dan kata anda anak anda tinggal di sana dan padahal seorang pemilik butik Queen ALX telah berdiri saat 3 tahun sudah" kata Henry panjang lebar


"Hey, kenapa kau sangat kepo" Lia kesal terhadap Henry karena terlalu banyak bertanya


"Kau yang kenapa kan aku bertanya kepada om Alexander kenapa kau yang sewot" Henry kemudian mengalihkan pandangannya kembali ke tuan Alexander


"Cihh" Lia hanya mencibir Henry


"Mungkin ada saatnya kau tau, lagi pula aku akan mengadakan konferensi pers untuk mengumumkannya bahwa putri tunggal ku sudah kembali" kata tuan Alexander dengan mata berkaca-kaca dan nyonya Alexander pun sama


"Oh"


"Cih dasar papi ku sudah menjelaskan panjang lebar dan kau hanya ber'O' riah" Lia lagi-lagi kesal terhadap Henry tapi Henry pun gemas di buat Lia kerena ekspresi lucu wajahnya.


Henry pun mencubit gemas pipi Lia dan membuat sahabat dan orang tua Lia tertawa, hari pun menjelang sore kini waktunya Lia pulang ke mansion dan beberapa bulan kedepannya sahabatnya lah yang akan mengurus butiknya dan restoran miliknya.


Mansion tuan Alexander


Kini sahabat lia menginap di Mension tuan Alexander karena Lia sangat ingin mereka bermalam dan mereka pun tidak dapat menolak permintaan dari adik kecilnya itu,


kini mereka sedang bercanda ria di kamar milik Lia sambil memakan makanan ringan yang sehat dan buah-buahan yang sudah di persiapkan oleh pembantu di mansion


Jam pun menunjuk pukul 09 malam dan waktu tidur Lia pun tiba dan mereka pun bergegas tidur.


____________________


Pagi telah tiba, kini Lia tidak ke kampus karena ulah sahabatnya dan orang tua yang overprotektif padanya padahal iy sudah sangat sehat


"Kalian berhati-hati lah ke kampus" kata Lia kepada sahabatnya yang sedang mau berangkat ke kampus


"Yasudah istirahat yang cukup, yah lalu jangan telat makan lagi" kata Clara sambil mengusap puncak kepala Lia dengan lembut


"Tenang saja aku akan menjaga diriku ko" Lia berkata sembari tersenyum manis

__ADS_1


"Yasudah kami berangkat yah" kata arlan sambil mengelus puncak kepala Lia, Daren Refan dan Lexi pun sama


__ADS_2